<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:googleplay="http://www.google.com/schemas/play-podcasts/1.0" version="2.0">
  <channel>
    <title>Infonaker &amp; Taiwan</title>
    <link>https://www.rti.org.tw/id/CombinedProgramPodcastUrl?id=25</link>
    <description><![CDATA[<p>Infonaker &amp; Taiwan</p>]]></description>
    <category><![CDATA[ Society & Culture ]]></category>
    <category><![CDATA[ Government ]]></category>
    <language>id_ID</language>
    <copyright>Copyright 2018-2025 Rti - For Personal Use Only</copyright>
    <itunes:author>Farini Anwar, Yunus Hendry, Amina Tjandra, Aditya Nugraha,Rti</itunes:author>
    <itunes:summary><![CDATA[<p>Infonaker &amp; Taiwan</p>]]></itunes:summary>
    <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
    <itunes:owner>
      <itunes:name>中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International</itunes:name>
      <itunes:email>rtiwebt@rti.org.tw</itunes:email>
    </itunes:owner>
    <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/9/original/40e3a9cc-c6fe-4b49-9e9a-4b22c93c696a.jpg" />
    <itunes:category text="Society &amp; Culture" />
    <itunes:category text="Government" />
    <item>
      <title><![CDATA[Usia Pensiunan 65 Tahun Masih Tergolong Terlalu Awal untuk Pensiun??]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=89577</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Meskipun usia pensiun di Taiwan relatif lebih awal dibandingkan negara lain, sebuah survei yang dilakukan oleh situs web pencarian kerja yes123, "Survei tentang Kesulitan Hidup Pekerja Senior", kelompok usia 45 tahun ke atas, dapat mendapati bahwa hampir 30% pekerja berencana pensiun pada usia 65 tahun atau lebih, dengan rata-rata usia sekitar 63,3 tahun, sedikit lebih lambat dari usia 63 tahun yang tercatat dalam survei tahun lalu. Hal ini menunjukkan tren penundaan rencana pensiun di kalangan masyarakat Taiwan.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=89577</guid>
      <pubDate>Sat, 22 Nov 2025 12:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20251122_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Usia Pensiunan 65 Tahun Masih Tergolong Terlalu Awal untuk Pensiun??</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Usia Pensiunan 65 Tahun Masih Tergolong Terlalu Awal untuk Pensiun??</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif; mso-fareast-font-family: 新細明體; mso-fareast-theme-font: major-fareast;">Meskipun usia pensiun di Taiwan relatif lebih awal dibandingkan negara lain, sebuah survei yang dilakukan oleh situs web pencarian kerja yes123, "Survei tentang Kesulitan Hidup Pekerja Senior", kelompok usia 45 tahun ke atas, dapat mendapati bahwa hampir 30% pekerja berencana pensiun pada usia 65 tahun atau lebih, dengan rata-rata usia sekitar 63,3 tahun, sedikit lebih lambat dari usia 63 tahun yang tercatat dalam survei tahun lalu. Hal ini menunjukkan tren penundaan rencana pensiun di kalangan masyarakat Taiwan.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/11/original/5a892c21-c325-4d70-9721-66471b0e1e7d.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>21</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Jumlah PMA di Taiwan Kian Tinggi Beri Peluang Bisnis Penyewaan Apartemen]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=89580</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Jumlah pekerja migran di Taiwan telah mencapai puncak baru! Per September 2025, jumlah total pekerja migran di Taiwan mencapai 858.000, sebuah rekor tertinggi. Menurut statistik dari Badan Imigrasi Nasional, pada akhir tahun 2024, jumlah "warga negara asing pemegang izin tinggal yang resmi" di Taiwan mencapai 948.000, meningkat 10% per tahun, dengan pekerja migran mencapai 75,1%, menjadikan mereka kelompok terbesar. Jumlah warga asing yang berstatus sebagai insinyur, pelaku bisnis, dan pengajar juga meningkat secara bersamaan, mencerminkan peningkatan dukungan penduduk asing yang berkelanjutan terhadap industri-industri di Taiwan.</p>
<p class="MsoNormal">CEO Taiwan Housing Group Chang Hsu-lan (張旭嵐), menunjukkan bahwa peningkatan populasi pekerja migran tidak hanya mengubah struktur pasar tenaga kerja, tetapi juga mendorong permintaan sewa di sekitar kawasan industri. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan dan bisnis telah membeli tanah dan mengakuisisi hotel serta asrama untuk diubah menjadi perumahan pekerja migran. Beberapa pekerja migran menyewa akomodasi mereka sendiri, menciptakan pasar untuk sewa bersama dan suite yang dirancang khusus untuk pekerja asing. Permintaan yang meningkat ini telah memberikan momentum baru bagi pasar perumahan dan sewa di sekitarnya.</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=89580</guid>
      <pubDate>Sat, 15 Nov 2025 12:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20251115_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Jumlah PMA di Taiwan Kian Tinggi Beri Peluang Bisnis Penyewaan Apartemen</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Jumlah PMA di Taiwan Kian Tinggi Beri Peluang Bisnis Penyewaan Apartemen</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Calibri',sans-serif; mso-fareast-font-family: 新細明體; mso-fareast-theme-font: major-fareast;">Jumlah pekerja migran di Taiwan telah mencapai puncak baru! Per September 2025, jumlah total pekerja migran di Taiwan mencapai 858.000, sebuah rekor tertinggi. Menurut statistik dari Badan Imigrasi Nasional, pada akhir tahun 2024, jumlah "warga negara asing pemegang izin tinggal yang resmi" di Taiwan mencapai 948.000, meningkat 10% per tahun, dengan pekerja migran mencapai 75,1%, menjadikan mereka kelompok terbesar. Jumlah warga asing yang berstatus sebagai insinyur, pelaku bisnis, dan pengajar juga meningkat secara bersamaan, mencerminkan peningkatan dukungan penduduk asing yang berkelanjutan terhadap industri-industri di Taiwan.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/11/original/8a8ed1c7-fda3-405e-9cb5-d0df7ccaa3ae.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>20</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[kasus penipuan wamil di kalangan entertainment]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=89571</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Kasus penipuan wajib militer di industri hiburan Taiwan (juga dikenal sebagai kasus penipuan Wang Dalu) merupakan kasus kontroversial yang melibatkan dugaan pemalsuan rekam medis dan hasil pemeriksaan ilegal untuk menghindari atau mangkir dari kewajiban wajib militer. Kasus ini, yang diperluas oleh jaksa dan polisi selama penyelidikan mereka terhadap "jaringan penipuan wajib militer", telah melibatkan beberapa artis terkemuka Taiwan.&nbsp;</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=89571</guid>
      <pubDate>Sat, 08 Nov 2025 12:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20251108_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>kasus penipuan wamil di kalangan entertainment</itunes:title>
      <itunes:subtitle>kasus penipuan wamil di kalangan entertainment</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Calibri',sans-serif;">Kasus penipuan wajib militer di industri hiburan Taiwan (juga dikenal sebagai kasus penipuan Wang Dalu) merupakan kasus kontroversial yang melibatkan dugaan pemalsuan rekam medis dan hasil pemeriksaan ilegal untuk menghindari atau mangkir dari kewajiban wajib militer. Kasus ini, yang diperluas oleh jaksa dan polisi selama penyelidikan mereka terhadap "jaringan penipuan wajib militer", telah melibatkan beberapa artis terkemuka Taiwan.&nbsp;<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/11/original/ad26125b-4f5f-475a-914b-1bfc65cc0cd0.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>19</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Membangun Taiwan yang Tangguh, Aksi Lingkungan Digelar 1 November]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=89013</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-30 (COP30), sejumlah organisasi lingkungan di Taiwan meluncurkan aksi pawai bertajuk &ldquo;March for Climate &mdash; Building a Resilient Taiwan&rdquo;, yang akan diadakan pada 1 November. Mereka mengusung tiga pilar ketangguhan dengan 12 tuntutan utama, guna memperkuat kemampuan Taiwan dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim serta meningkatkan kapasitas pemulihan pascabencana.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">COP30 akan berlangsung selama dua minggu mulai 10 November di wilayah Hutan Hujan Amazon, Brasil. Sepuluh organisasi lingkungan Taiwan, termasuk Taiwan Climate Action Network, Green Citizens&rsquo; Action Alliance, Mom Loves Taiwan, dan Greenpeace, akan bersama-sama menggelar pawai besar &ldquo;March for Climate &mdash; Building a Resilient Taiwan&rdquo; pada 1 November mendatang.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Sekretaris Jenderal Aliansi Aksi Iklim Mom Loves Taiwan, Huang Pin-han (黃品涵) menyampaikan, bencana akibat cuaca ekstrem semakin sering terjadi, mulai dari Topan Danas hingga danau bendungan di Sungai Mataian dan Sungai Liwu, menunjukkan bahwa pengalaman Taiwan dalam pencegahan dan mitigasi bencana perlu dievaluasi ulang agar dapat mengurangi dampak perubahan iklim.</p>
<p class="MsoNormal">Aksi pawai &ldquo;March for Climate&rdquo; ini mengusung tiga pilar ketangguhan utama, yaitu &ldquo;membangun keberlanjutan dan keadilan lintas generasi&rdquo;,&ldquo;memperkuat keamanan nasional dan kemandirian&rdquo;, &ldquo;memperdalam demokrasi dan keberagaman budaya.&rdquo;</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Dari tiga pilar tersebut, mereka juga mengajukan 12 tuntutan utama, yakni &ldquo;memperketat target pengurangan karbon tanpa tenaga nuklir, menjaga agar pemanasan global tidak melebihi 1,5&deg;C&rdquo;; &ldquo;mewujudkan tata ruang nasional yang adil dan kolaboratif, membangun energi hijau yang berkeadilan dan tangguh terhadap iklim&rdquo;; &ldquo;memanfaatkan keahlian ekologis dan pengetahuan lokal untuk bersama-sama melindungi, memulihkan, dan mengelola ekosistem serta keanekaragaman hayati&rdquo;; &ldquo;menjamin hak anak dan remaja untuk menyuarakan pendapat, serta memastikan generasi muda dan generasi mendatang memiliki hak hukum dan partisipasi dalam pengambilan keputusan iklim&rdquo;; &ldquo;menerapkan prinsip &lsquo;pencemar membayar&rsquo; untuk meningkatkan daya saing industri rendah karbon&rdquo;; &ldquo;mengurangi ketergantungan pada energi impor dan meningkatkan keamanan serta kemandirian energi nasional&rdquo;; &ldquo;mendorong seluruh sektor industri berpartisipasi dalam adaptasi iklim demi masa depan yang berkelanjutan&rdquo;; &ldquo;menanggapi risiko perubahan iklim secara serius, serta memperkuat kemampuan adaptasi dan pemulihan dari dampaknya&rdquo;; &ldquo;mewujudkan sistem dukungan yang inklusif agar tak seorang pun tertinggal, melindungi keadilan sosial bagi komunitas lokal dan pekerja dalam transisi energi yang adil&rdquo;; &ldquo;mengembangkan jalur energi dengan konflik minimal dan meningkatkan partisipasi publik dalam proses pengembangan energi hijau&rdquo;; &ldquo;mempertahankan kedaulatan tanah dan menegakkan keadilan lingkungan melalui komunitas adat&rdquo;; dan &ldquo;menolak perang yang memperburuk krisis iklim serta menghentikan pendanaan terhadap tindakan genosida.&rdquo;</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=89013</guid>
      <pubDate>Sat, 01 Nov 2025 12:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20251101_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24002880" />
      <itunes:title>Membangun Taiwan yang Tangguh, Aksi Lingkungan Digelar 1 November</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Membangun Taiwan yang Tangguh, Aksi Lingkungan Digelar 1 November</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma','sans-serif';">Menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>ke-30 (COP30), sejumlah organisasi lingkungan di Taiwan meluncurkan aksi pawai bertajuk &ldquo;March for Climate &mdash; Building a Resilient Taiwan&rdquo;, yang akan diadakan pada 1 November. Mereka mengusung tiga pilar ketangguhan dengan 12 tuntutan utama, guna memperkuat kemampuan Taiwan dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim serta meningkatkan kapasitas pemulihan pascabencana.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/10/original/7db442ad-cae4-43b0-b11a-4d2c0406d147.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>18</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Walkot Tainan:Tidak Ada 1 Sekolah Yang Tertinggal Dalam Transformasi Digital]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=87996</link>
      <description><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph">Pemerintah Kota Tainan memaparkan kemajuan pendidikan digital dalam forum kebijakan. Wali Kota Tainan Huang Wei-che menegaskan bahwa Tainan kini menjadi pelopor nasional dalam digitalisasi pendidikan dan penerapan AI. Ia menekankan komitmennya untuk memastikan&nbsp;tidak ada satu sekolah pun yang tertinggal&nbsp;dalam transformasi digital dan pembelajaran berbasis AI, seraya menjamin Tainan akan terus memimpin inovasi pendidikan di Taiwan. Yuks simak info selengkapnya di acara Taiwan Dewasa Ini</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=87996</guid>
      <pubDate>Sat, 25 Oct 2025 12:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20251025_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Walkot Tainan:Tidak Ada 1 Sekolah Yang Tertinggal Dalam Transformasi Digital</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Walkot Tainan:Tidak Ada 1 Sekolah Yang Tertinggal Dalam Transformasi Digital</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph"><span>Pemerintah Kota Tainan memaparkan kemajuan pendidikan digital dalam forum kebijakan. Wali Kota Tainan Huang Wei-che menegaskan bahwa Tainan kini menjadi pelopor nasional dalam digitalisasi pendidikan dan penerapan AI. </span><span>Ia menekankan komitmennya untuk memastikan&nbsp;</span><strong><span>tidak ada satu sekolah pun yang tertinggal</span></strong><span>&nbsp;dalam transformasi digital dan pembelajaran berbasis AI, seraya menjamin Tainan akan terus memimpin inovasi pendidikan di Taiwan. Yuks simak info selengkapnya di acara Taiwan Dewasa Ini</span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/10/original/20251013000113.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>17</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Krisis di Usia Paruh Baya? Riset: Hasil Temuan Mendapati Generasi Z Lebih Tidak Bahagia]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=87997</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Kurva berbentuk U yang menggambarkan kebahagiaan, kini telah sepenuhnya terbalik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dewasa paruh baya dan lanjut usia menjadi semakin bahagia, sebaliknya dari penelitian membuktikan, malah generasi muda semakin tidak bahagia. Kok begini jadinya? Pembalikan kebahagiaan yang tak terduga ini bukan hanya cerminan nyata dari dinamika generasi, tetapi juga mengungkap kewaspadaan yang seharusnya lebih ditingkatkan, waspada terhadap kehidpan masyarakat modern dan kesehatan mental.</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=87997</guid>
      <pubDate>Sat, 18 Oct 2025 12:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20251018_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Krisis di Usia Paruh Baya? Riset: Hasil Temuan Mendapati Generasi Z Lebih Tidak Bahagia</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Krisis di Usia Paruh Baya? Riset: Hasil Temuan Mendapati Generasi Z Lebih Tidak Bahagia</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">Kurva berbentuk U yang menggambarkan kebahagiaan, kini telah sepenuhnya terbalik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dewasa paruh baya dan lanjut usia menjadi semakin bahagia, sebaliknya dari penelitian membuktikan, malah generasi muda semakin tidak bahagia. Kok begini jadinya? Pembalikan kebahagiaan yang tak terduga ini bukan hanya cerminan nyata dari dinamika generasi, tetapi juga mengungkap kewaspadaan yang seharusnya lebih ditingkatkan, waspada terhadap kehidpan masyarakat modern dan kesehatan mental.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/10/original/26bbbd7a-ce46-4b11-aab4-9aa7497aa3d2.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>16</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Anak SD Kelas 2 Mengalami Menstruasi! Pakar: "2 Faktor Pemicu" Pubertas Dini]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=86381</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">"Apa? Anak perempuan kelas dua sedang menstruasi?" Ketua Asosiasi KesehatanAnak Taiwan sekaligus Direktur Departemen Genetika, Metabolisme, dan Endokrinologi Pediatrik di Rumah Sakit Universitas Kedokteran Nasional Chung Shan, Su Ben-hua(蘇本華) menyampaikan, beberapa perawat SD melaporkan semakin banyak siswa SD kelas 3 dan kelas 4 mulai mengalami menstruasi, bahkan ada beberapa siswa SD kelas 2.</p>
<p class="MsoNormal">Membahas faktor-faktor di balik pubertas dini, Su Ben-hua menambahkan, dua faktor kunci yaitu kelebihan berat badan (obesitas) pada anak-anak dan paparan plasticiser berlebihan &mdash;keduanya sangat mungkin memicu pubertas dini. Jika seorang anak sudah kelebihan berat badan atau obesitas dan juga menyukai minuman kocok manis, wadah dan segel plastik pada minuman tersebut memiliki kandungan plasticizer. Efek gabungan dari faktor-faktor ini dapat memperburuk pubertas dini.</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=86381</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Oct 2025 12:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20251011_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Anak SD Kelas 2 Mengalami Menstruasi! Pakar: "2 Faktor Pemicu" Pubertas Dini</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Anak SD Kelas 2 Mengalami Menstruasi! Pakar: "2 Faktor Pemicu" Pubertas Dini</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Calibri',sans-serif; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin;">"Apa? Anak perempuan kelas dua sedang menstruasi?" Ketua Asosiasi KesehatanAnak Taiwan sekaligus Direktur Departemen Genetika, Metabolisme, dan Endokrinologi Pediatrik di Rumah Sakit Universitas Kedokteran Nasional Chung Shan, Su Ben-hua(</span><span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;">蘇本華</span><span lang="EN-US" style="font-family: 'Calibri',sans-serif; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin;">) menyampaikan, beberapa perawat SD melaporkan semakin banyak siswa SD kelas 3 dan kelas 4 mulai mengalami menstruasi, bahkan ada beberapa siswa SD kelas 2.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/9/original/20ccc35b-c20d-476a-86d6-e3887ecab9c1.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>15</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Kematian Bunuh Diri Kelompok Usia Remaja dan Kelompok Produktif Meningkat!!]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=86375</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Menurut statistik, jumlah kasus bunuh diri pada tahun 2024 mencapai 4.062 kasus, meningkat 164 kasus dari tahun 2023, atau meningkat 4,2%. Angka kematian akibat bunuh diri per 100.000 penduduk adalah 17,4 kasus, dengan angka kematian standar 13,4 kasus per 100.000 penduduk. Analisis lebih lanjut berdasarkan usia menunjukkan 19 kasus bunuh diri di antara mereka yang berusia 0 hingga 14 tahun dan 1.120 kasus bunuh diri di antara mereka yang berusia 65 tahun ke atas, keduanya menurun dari tahun sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal">Yang mengkhawatirkan, angka bunuh diri pada kelompok usia lain telah meningkat secara signifikan, dengan 274 kasus bunuh diri pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun, 1.244 kasus pada kelompok usia 25 hingga 44 tahun, dan 1.405 kasus pada kelompok usia 45 hingga 64 tahun, semuanya menunjukkan peningkatan. Lebih lanjut, angka kematian akibat bunuh diri di kalangan generasi emas (usia 25 hingga 49 tahun) telah mencapai rekor tertinggi.</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=86375</guid>
      <pubDate>Sat, 04 Oct 2025 12:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20251004_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Kematian Bunuh Diri Kelompok Usia Remaja dan Kelompok Produktif Meningkat!!</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Kematian Bunuh Diri Kelompok Usia Remaja dan Kelompok Produktif Meningkat!!</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif; mso-fareast-font-family: 新細明體; mso-fareast-theme-font: major-fareast;">Menurut statistik, jumlah kasus bunuh diri pada tahun 2024 mencapai 4.062 kasus, meningkat 164 kasus dari tahun 2023, atau meningkat 4,2%. Angka kematian akibat bunuh diri per 100.000 penduduk adalah 17,4 kasus, dengan angka kematian standar 13,4 kasus per 100.000 penduduk. Analisis lebih lanjut berdasarkan usia menunjukkan 19 kasus bunuh diri di antara mereka yang berusia 0 hingga 14 tahun dan 1.120 kasus bunuh diri di antara mereka yang berusia 65 tahun ke atas, keduanya menurun dari tahun sebelumnya.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/9/original/20250917000068.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>14</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Warga Taiwan Depresi yang Menjalani Perawatan Hanya 27% (part 1)]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=85790</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Menurut daftar sepuluh penyebab kematian teratas di Taiwan terbaru tahun 2023, yang dirilis tahun ini (2025) oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, angka kematian akibat bunuh diri di kalangan remaja dan dewasa paruh baya terus meningkat setiap tahunnya, yang seringkali dikaitkan dengan depresi. Studi menunjukkan bahwa 95% korban bunuh diri menderita masalah psikosomatis, 85% di antaranya berkaitan dengan depresi.</p>
<p class="MsoNormal">Namun, survei yang dilakukan oleh National Health Research Institute (NHRI) menemukan bahwa banyak pasien depresi tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Tingkat pengobatan medis untuk depresi di Taiwan hanya 27%. Alasan kurangnya pengobatan ini beragam, mulai dari kurangnya pemahaman tentang depresi yang menyebabkan keterlambatan pengobatan, ketidaknyamanan dalam mencari pertolongan medis, hingga keengganan untuk mencari pertolongan medis karena stigma seputar penyakit mental.&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=85790</guid>
      <pubDate>Sat, 20 Sep 2025 00:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250920_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Warga Taiwan Depresi yang Menjalani Perawatan Hanya 27% (part 1)</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Warga Taiwan Depresi yang Menjalani Perawatan Hanya 27% (part 1)</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif; mso-fareast-font-family: 新細明體; mso-fareast-theme-font: major-fareast;">Menurut daftar sepuluh penyebab kematian teratas di Taiwan terbaru tahun 2023, yang dirilis tahun ini (2025) oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, angka kematian akibat bunuh diri di kalangan remaja dan dewasa paruh baya terus meningkat setiap tahunnya, yang seringkali dikaitkan dengan depresi. Studi menunjukkan bahwa 95% korban bunuh diri menderita masalah psikosomatis, 85% di antaranya berkaitan dengan depresi.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/9/original/20250914000137.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>13</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Rontokan Daun, Ampas Kopi Menjadi Kompos - Warga Desa Changqing Percantik Lingkungannya]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=84880</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Desa Changqing di Distrik Xizhi terus mempercantik lingkungannya melalui upaya daur ulang lingkungan, menciptakan taman-taman kecil dan lanskap dengan hasil tanaman yang dapat dikonsumsi. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi pohon-pohon besar nan rindang di sepanjang jalan pegunungan. Warga aktif dengan gerakan bersih secara berkala, menyapu daun-daun yang berguguran, kemudian dikumpulkan dan dikomposkan. Selain itu mereka juga memproduksi kompos dari ampas kopi, daun teh, dan sampah organik lainnya, kompos kemudian digunakan untuk menanam bunga dan sayuran, menggantikan pupuk kimia.</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=84880</guid>
      <pubDate>Sat, 13 Sep 2025 00:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250913_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Rontokan Daun, Ampas Kopi Menjadi Kompos - Warga Desa Changqing Percantik Lingkungannya</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Rontokan Daun, Ampas Kopi Menjadi Kompos - Warga Desa Changqing Percantik Lingkungannya</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Calibri',sans-serif;">Desa Changqing di Distrik Xizhi terus mempercantik lingkungannya melalui upaya daur ulang lingkungan, menciptakan taman-taman kecil dan lanskap dengan hasil tanaman yang dapat dikonsumsi. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi pohon-pohon besar nan rindang di sepanjang jalan pegunungan. Warga aktif dengan gerakan bersih secara berkala, menyapu daun-daun yang berguguran, kemudian dikumpulkan dan dikomposkan. Selain itu mereka juga memproduksi kompos dari ampas kopi, daun teh, dan sampah organik lainnya, kompos kemudian digunakan untuk menanam bunga dan sayuran, menggantikan pupuk kimia.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>12</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Apakah Ada Pihak Ketiga Terlibat Dalam Kasus Pembunuhan 5 Nyawa di Fengyuan, Taichung]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=84879</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Sebuah keluarga beranggotakan lima orang bermarga Wang dari Fengyuan, Taichung, menjadi korban penipuan investasi emas dan terlilit utang yang sangat besar. Mereka ditemukan tewas di rumah mereka pada bulan Juli tahun ini. Kejaksaan Taichung mengonfirmasikan, kelima orang tersebut dinyatakan positif menggunakan obat-obatan psikiatris dan obat penenang. Apakah mereka dipaksa meminumnya atau merupakan bunuh diri yang direkayasa masih menjadi misteri. Direktur Departemen Kedokteran Forensik di Rumah Sakit Universitas Nasional Chungshan, Kao Da-cheng meminta agar penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian tersebut. Info selengkapnya, simak di acara Taiwan Dewasa Ini....</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=84879</guid>
      <pubDate>Sat, 06 Sep 2025 00:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250906_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Apakah Ada Pihak Ketiga Terlibat Dalam Kasus Pembunuhan 5 Nyawa di Fengyuan, Taichung</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Apakah Ada Pihak Ketiga Terlibat Dalam Kasus Pembunuhan 5 Nyawa di Fengyuan, Taichung</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Calibri',sans-serif; mso-fareast-font-family: 新細明體; mso-fareast-theme-font: major-fareast;">Sebuah keluarga beranggotakan lima orang bermarga Wang dari Fengyuan, Taichung, menjadi korban penipuan investasi emas dan terlilit utang yang sangat besar. Mereka ditemukan tewas di rumah mereka pada bulan Juli tahun ini. Kejaksaan Taichung mengonfirmasikan, kelima orang tersebut dinyatakan positif menggunakan obat-obatan psikiatris dan obat penenang. Apakah mereka dipaksa meminumnya atau merupakan bunuh diri yang direkayasa masih menjadi misteri. Direktur Departemen Kedokteran Forensik di Rumah Sakit Universitas Nasional Chungshan, Kao Da-cheng meminta agar penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian tersebut. Info selengkapnya, simak di acara Taiwan Dewasa Ini....<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>11</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Sisihkan Lahan Beri Makan Burung Migrasi ]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=84352</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Untuk melindungi ekosistem lokal, Departemen Pertanian Kota New Taipei membimbing para petani untuk menerapkan praktik pertanian berkelanjutan. Mereka membajak sawah lebih awal selama musim tanam padi kedua untuk menyediakan habitat bagi burung-burung migran musim dingin. Mereka juga meluncurkan merek produk pertanian berkelanjutan, "「X&igrave;nniǎod&agrave;ozh&agrave;n信鳥到站」", dan memasarkan beras 「Yufeng 羽豐」yang sangat terkenal, karena teksturnya yang kenyal.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah bertahun-tahun bekerja di ladang bersama burung, petani Wu Hudong bergabung dengan upaya konservasi habitat Tianliaoyang pada tahun 2021 di bawah bimbingan Dinas Pertanian Kota New Taipei dan Renhe Environmental Ethics Foundation of Taiwan. Ia beralih dari pertanian konvensional ke praktik pertanian ramah lingkungan, dengan menghilangkan pestisida dan herbisida, serta mengandalkan penyiangan manual. Ia juga bekerja sama dengan pemerintah kota untuk memproduksi dan memasarkan beras Yufeng, yang telah mendapatkan sertifikasi Label Konservasi Hijau pada tahun 2023.</p>
<p class="MsoNormal">Wu Hudong menyatakan bahwa setelah bertahun-tahun bekerja keras, semakin banyak orang yang menyadari upaya konservasi Tianliaoyang. Pendapatan penjualan berasnya tidak hanya meningkat tiga kali lipat, tetapi ia juga melihat lebih banyak burung mengunjungi daerah tersebut, termasuk spesies yang dilindungi seperti Murai Biru Formosa (murai biru Taiwan), Lophura swinhoii&nbsp;, dan Garangan pemakan kepiting (urva urva) dapat menerapkan pendekatan yang ramah terasa berharga.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=84352</guid>
      <pubDate>Sun, 31 Aug 2025 00:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250831_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Sisihkan Lahan Beri Makan Burung Migrasi </itunes:title>
      <itunes:subtitle>Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Sisihkan Lahan Beri Makan Burung Migrasi </itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">Untuk melindungi ekosistem lokal, Departemen Pertanian Kota New Taipei membimbing para petani untuk menerapkan praktik pertanian berkelanjutan. Mereka membajak sawah lebih awal selama musim tanam padi kedua untuk menyediakan habitat bagi burung-burung migran musim dingin. Mereka juga meluncurkan merek produk pertanian berkelanjutan, "</span><span style="mso-ascii-font-family: Tahoma; mso-hansi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-family: Tahoma;">「</span><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">X&igrave;nniǎod&agrave;ozh&agrave;n</span><span style="mso-ascii-font-family: Tahoma; mso-hansi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-family: Tahoma;">信鳥到站」</span><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">", dan memasarkan beras </span><span style="mso-ascii-font-family: Tahoma; mso-hansi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-family: Tahoma;">「</span><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">Yufeng </span><span style="mso-ascii-font-family: Tahoma; mso-hansi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-family: Tahoma;">羽豐」</span><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">yang sangat terkenal, karena teksturnya yang kenyal.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/8/original/42b00ff9-ac26-4eff-a2e7-e14b9ea9152f.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>10</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Mengganggu Ketenangan Tetangga, Pengadilan Memvonis Ganti Rugi NT$350K]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=81359</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Semua orang berharap bisa hidup rukun bertetangga, akan tetapi jika sehari-hari harus menghadapi perilaku tetangga yang "mengganggu" seperti membuang ban mobil, sampah di depan pintu rumahnya hingga menghalangi jalan pintu masuk, atau sengaja menjemur karung, sprei di depan pintu?? Kejadian ini dialami oleh Ibu Chung di Kaoshiung, selama bertahun-tahun (berkisar 10 tahun lamanya) harus sabar menghadapi perilaku tetangganya, telah diberitahu baik-baik malah tetangganya mengutuk dan membuat tulisan dengan cat di pintu rumahnya, akhirnya Ibu Chung tidak sabar dan melaporkan ke pihak yang berwajib serta menggugat tetangganya. Oleh pengadilan cabang Kaohsiung memutuskan, tetangga si pembuat onar harus memberikan ganti rugi sebesar NT$350.000,-..&nbsp;</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=81359</guid>
      <pubDate>Sun, 24 Aug 2025 00:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250824_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Mengganggu Ketenangan Tetangga, Pengadilan Memvonis Ganti Rugi NT$350K</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Mengganggu Ketenangan Tetangga, Pengadilan Memvonis Ganti Rugi NT$350K</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">Semua orang berharap bisa hidup rukun bertetangga, akan tetapi jika sehari-hari harus menghadapi perilaku tetangga yang "mengganggu" seperti membuang ban mobil, sampah di depan pintu rumahnya hingga menghalangi jalan pintu masuk, atau sengaja menjemur karung, sprei di depan pintu?? Kejadian ini dialami oleh Ibu Chung di Kaoshiung, selama bertahun-tahun (berkisar 10 tahun lamanya) harus sabar menghadapi perilaku tetangganya, telah diberitahu baik-baik malah tetangganya mengutuk dan membuat tulisan dengan cat di pintu rumahnya, akhirnya Ibu Chung tidak sabar dan melaporkan ke pihak yang berwajib serta menggugat tetangganya. Oleh pengadilan cabang Kaohsiung memutuskan, tetangga si pembuat onar harus memberikan ganti rugi sebesar NT$350.000,-..&nbsp;<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/7/original/dc1da2f0-d2d0-40e7-8772-90da2f890198.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>9</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Latihan Militer - Operasi Penembakan Amunisi Presisi di Bulan Agustus 2025]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=82291</link>
      <description><![CDATA[<p>Kementerian Pertahanan tahun ini menyesuaikan rencana latihan tembak langsung dengan mengubah pelatihan "penembakan artileri berat" yang semula dilakukan sekali setahun oleh tiap korps, menjadi dua kali setahun. Korps Angkatan Darat ke-6 dan ke-8 telah menjadwalkan latihan paruh kedua tahun ini pada bulan Agustus.</p>
<p>Selain itu, militer juga berencana menggelar latihan "penembakan amunisi presisi" pada pertengahan Agustus, dengan mengerahkan berbagai jenis rudal dan kendaraan tanpa awak &ldquo;Kuaiqi&rdquo; (Fast Strange) buatan Institut Chung-Shan, termasuk drone serang dan kapal tak berawak serang, untuk menguji kinerja dan kemampuan tempur peralatan tersebut. Yuks, cari tahu lebih banyak aktivitas militer di Taiwan bersama Taiwan Dewasa Ini...</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=82291</guid>
      <pubDate>Sun, 10 Aug 2025 18:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250810_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Latihan Militer - Operasi Penembakan Amunisi Presisi di Bulan Agustus 2025</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Latihan Militer - Operasi Penembakan Amunisi Presisi di Bulan Agustus 2025</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">Kementerian Pertahanan tahun ini menyesuaikan rencana latihan tembak langsung dengan mengubah pelatihan "penembakan artileri berat" yang semula dilakukan sekali setahun oleh tiap korps, menjadi dua kali setahun. Korps Angkatan Darat ke-6 dan ke-8 telah menjadwalkan latihan paruh kedua tahun ini pada bulan Agustus.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/8/original/20250720000048.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>8</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Kontroversi Kasus Pengambilan Sampel Darah Tim Sepak Bola Wanita NTNU]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=81363</link>
      <description><![CDATA[<p>Kasus pengambilan darah tim sepak bola wanita Universitas Normal Nasional Taiwan (NTNU) mulai terungkap pada bulan November 2024, ketika legislator DPP Chen Pei-yu membongkar, pelatih sepak bola wanita NTNU, Chou Tai-ying mengharuskan para pemain koorperatif menjalani &nbsp;eksperimen pengambilan darah tiga kali sehari selama dua minggu berturut-turut selama pelaksanaan Proyek Penelitian Ilmu Olahraga Presisi Dewan Sains dan Teknologi Nasional, dan mengancam akan memotong kredit kelulusan apabila siswi yang tidak bekerja sama. Info lebih lanjut simak bersama di Acara Taiwan Dewasa Ini....</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=81363</guid>
      <pubDate>Sun, 03 Aug 2025 00:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250803_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Kontroversi Kasus Pengambilan Sampel Darah Tim Sepak Bola Wanita NTNU</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Kontroversi Kasus Pengambilan Sampel Darah Tim Sepak Bola Wanita NTNU</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Tahoma',sans-serif; mso-fareast-font-family: 新細明體; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: ZH-TW; mso-bidi-language: AR-SA;">Kasus pengambilan darah tim sepak bola wanita Universitas Normal Nasional Taiwan (NTNU) mulai terungkap pada bulan November 2024, ketika legislator DPP Chen Pei-yu membongkar, pelatih sepak bola wanita NTNU, Chou Tai-ying mengharuskan para pemain koorperatif menjalani <span style="mso-spacerun: yes;">&nbsp;</span>eksperimen pengambilan darah tiga kali sehari selama dua minggu berturut-turut selama pelaksanaan Proyek Penelitian Ilmu Olahraga Presisi Dewan Sains dan Teknologi Nasional, dan mengancam akan memotong kredit kelulusan apabila siswi yang tidak bekerja sama. Info lebih lanjut simak bersama di Acara Taiwan Dewasa Ini....</span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/7/original/20250722000176.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>7</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Anjing Liar Penyebab Kecelakaan, Apakah Bisa Mendapatkan Kompensasi?]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=81365</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Anjing liar yang berkeliaran mengejar kendaraan dan menggigit orang sering terjadi. Baru-baru ini di Kaohsiung, seorang perenang di laut tewas digigit oleh tiga ekor anjing liar. Diduga alasan anjing liar berkumpul di pantai tersebut karena ada orang yang memberinya makan. Statistik kecelakaan lalu lintas akibat menabrak hewan yang dirilis tahun lalu menunjukkan selama dua tahun berturut-turut telah menyebabkan 11 orang meninggal dunia, dengan anjing liar menjadi penyebab kecelakaan terbanyak. Lebih lanjut dengarkan Acara Taiwan Dewasa Ini~~~</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=81365</guid>
      <pubDate>Sun, 27 Jul 2025 18:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250727_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Anjing Liar Penyebab Kecelakaan, Apakah Bisa Mendapatkan Kompensasi?</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Anjing Liar Penyebab Kecelakaan, Apakah Bisa Mendapatkan Kompensasi?</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">Anjing liar yang berkeliaran mengejar kendaraan dan menggigit orang sering terjadi. Baru-baru ini di Kaohsiung, seorang perenang di laut tewas digigit oleh tiga ekor anjing liar. Diduga alasan anjing liar berkumpul di pantai tersebut karena ada orang yang memberinya makan. Statistik kecelakaan lalu lintas akibat menabrak hewan yang dirilis tahun lalu menunjukkan selama dua tahun berturut-turut telah menyebabkan 11 orang meninggal dunia, dengan anjing liar menjadi penyebab kecelakaan terbanyak. Lebih lanjut dengarkan Acara Taiwan Dewasa Ini~~~<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/7/original/bfd8f479-fc3e-4c52-b6f2-4918d291289d.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>6</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman / Tawaran Pekerjaan]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=80744</link>
      <description><![CDATA[<p>Saat ini, modus penipuan semakin beragam. Banyak orang yang karena terlalu percaya pada iklan pinjaman, tawaran pekerjaan, atau bahkan karena permintaan transfer uang atau investasi dari teman asing yang belum pernah ditemui, dengan mudah memberikan informasi rekening bank dan kata sandi pribadi. Akibatnya, mereka menjadi pemilik rekening atas nama orang lain (rekening boneka), dan bukan hanya menghadapi ancaman pidana, tetapi juga bisa dianggap sebagai komplotan penipuan, serta digugat secara perdata oleh para korban.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Analisa Hukum: Memberikan Rekening/Kartu ATM Dapat Melanggar Pasal-Pasal Berikut</p>
<p class="MsoNormal">Menurut hukum di Taiwan, menyerahkan rekening bank pribadi kepada orang lain dapat melanggar beberapa ketentuan pidana, antara lain:</p>
<p class="MsoNormal">1️⃣ Membantu Penipuan (Pasal 339-1 KUHP):<br>Menyediakan rekening untuk sindikat penipuan dianggap membantu aksi penipuan, dapat dihukum penjara hingga 5 tahun.</p>
<p class="MsoNormal">2️⃣ Membantu Pencucian Uang (Pasal 14 Undang-Undang Anti Pencucian Uang):<br>Jika rekening digunakan untuk mencuci uang hasil kejahatan, pelaku dapat dihukum penjara hingga 7 tahun dan denda maksimal NT$5 juta.</p>
<p class="MsoNormal">3️⃣ Memberikan 3 Rekening atau Lebih Tanpa Alasan yang Sah (Pasal 15-1 KUHP):<br>Pelanggaran ini dapat dihukum penjara hingga 3 tahun dan/atau denda maksimal NT$300 ribu.</p>
<p class="MsoNormal">Selain itu, jika rekening terlibat dalam penipuan, pemilik rekening juga bisa digugat secara perdata oleh korban untuk mengganti kerugian.</p>

<p class="MsoNormal">Bagaimana Agar Tidak Jadi Korban Penipuan?</p>
<p class="MsoNormal">🔹 Hati-hati dengan informasi pinjaman dan lowongan kerja:<br>Lembaga keuangan atau perusahaan resmi tidak akan meminta kartu ATM atau PIN Anda. Jika ada yang meminta, kemungkinan besar itu penipuan.</p>
<p class="MsoNormal">🔹 Jangan berikan rekening atau kartu ATM kepada orang asing:<br>Walau mengaku sebagai pihak bank atau atasan perusahaan, tetap waspada dan jangan serahkan data keuangan Anda sembarangan.</p>
<p class="MsoNormal">🔹 Pastikan identitas pihak yang menghubungi Anda:<br>Verifikasi perusahaan melalui lembaga resmi atau layanan pelanggan bank, jangan mudah percaya pada orang asing di LINE atau media sosial.</p>
<p>🔹 Segera lapor jika mencurigai penipuan:<br>Hubungi hotline anti-penipuan 165 atau laporkan ke kantor polisi untuk mencegah penyalahgunaan rekening Anda.</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=80744</guid>
      <pubDate>Sun, 20 Jul 2025 18:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250720_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman / Tawaran Pekerjaan</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman / Tawaran Pekerjaan</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">Saat ini, modus penipuan semakin beragam. Banyak orang yang karena terlalu percaya pada iklan pinjaman, tawaran pekerjaan, atau bahkan karena permintaan transfer uang atau investasi dari teman asing yang belum pernah ditemui, dengan mudah memberikan informasi rekening bank dan kata sandi pribadi. Akibatnya, mereka menjadi pemilik <strong><span style="font-family: 'Tahoma',sans-serif; font-weight: normal;">rekening atas nama orang lain (rekening boneka)</span></strong><b>, </b>dan bukan hanya menghadapi ancaman pidana, tetapi juga bisa dianggap sebagai <strong><span style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">komplotan penipuan</span></strong>, serta digugat secara perdata oleh para korban.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/7/original/d6b315ae-2285-4b2d-9259-8b93157faa86.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>5</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Kerugian Petani Akibat Taifun Danas]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=80514</link>
      <description><![CDATA[<p>Baru-baru ini Taiwan dilanda taifun Danas, yang mendatangkan hujan lebat sehingga beberapa kawasan di Taiwan terkena imbasnya.&nbsp;</p>
<p>Pendataan statistik terbaru dari Kementerian Pertanian, taifun Danas dan hujan lebat susulan telah menyebabkan kerugian pertanian meningkat hingga hampir NT$1,6 miliar, yang mana Kabupaten Chiayi dan Kota Tainan sebagai daerah terdampak paling parah, total kerugian dari kedua wilayah ini melebihi NT$1 miliar atau lebih dari 60% dari total kerugian. Info lebih lanjut dengarkan bersama di acara Taiwan Dewasa Ini</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=80514</guid>
      <pubDate>Sun, 13 Jul 2025 18:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250713_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Kerugian Petani Akibat Taifun Danas</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Kerugian Petani Akibat Taifun Danas</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p>Baru-baru ini Taiwan dilanda taifun Danas, yang mendatangkan hujan lebat sehingga beberapa kawasan di Taiwan terkena imbasnya.&nbsp;</p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/7/original/caec7d49-0174-49b9-8509-e1e442b7a0d1.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>4</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Pasangan Sendiri Jadi Pelaku dalam 50% Kasus KDRT– Riset NTU: Rata-rata Butuh 4,2 Tahun untuk Melapor]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=79811</link>
      <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Sekitar 50% kasus kekerasan dalam rumah tangga dilakukan oleh pasangan sendiri. Dalam hampir 20 tahun terakhir, jumlah laporan meningkat dari lebih dari 40.000 menjadi lebih dari 80.000 kasus. Namun, menurut penelitian tim dari Universitas Nasional Taiwan (NTU), rata-rata butuh 4,2 tahun untuk melaporkan kasus tersebut. Selain itu, tingkat pekerjaan perempuan menurun rata-rata 1,8% dalam dua tahun setelah pelaporan, dan dampaknya dapat berlangsung hingga 4 tahun.</p>
<p class="MsoNormal">Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilaporkan meningkat dari tahun ke tahun. Menurut statistik Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, dari tahun 2020 (tahun 109 menurut kalender Taiwan) sebanyak 149.198 kasus, meningkat menjadi 179.107 kasus pada tahun 2024 (tahun 113), di mana kekerasan dalam hubungan intim merupakan kategori terbesar, mencakup sekitar 50% dari total laporan, dan korban sebagian besar masih perempuan, sekitar 70%.</p>
<p class="MsoNormal">Tahun ini menandai 27 tahun sejak diberlakukannya &ldquo;Undang-Undang Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.&rdquo; Direktur Jenderal Departemen Layanan Perlindungan Kementerian Kesehatan, Zhang Xiu-yuan (張秀鴛), mengatakan bahwa setiap kali terjadi kasus KDRT, korban sering kali diliputi banyak keraguan, seperti: &ldquo;Bagaimana saya bisa hidup tanpa penghasilan setelah meninggalkan rumah?&rdquo; atau &ldquo;Saya sangat takut, tidak tahu bagaimana cara keluar dari hubungan ini?&rdquo;</p>
<p class="MsoNormal">Karena kekerasan dalam hubungan intim memiliki sifat hubungan yang spesial dan tertutup, Zhang Xiuyuan menyatakan bahwa hal ini melibatkan permasalahan emosional, sengketa keuangan, hak asuh dan pengasuhan anak, dan jika tidak segera dilakukan intervensi, kekerasan hanya akan semakin parah. Dari tahun 2005 hingga 2024, jumlah laporan meningkat dari 40.659 menjadi 85.201 kasus, menunjukkan peningkatan kesadaran untuk melapor dan mencari bantuan.</p>
<p class="MsoNormal">He Yu-wei (何雨威), Kepala Departemen Manajemen Kasus di Yayasan Pendidikan Perempuan Modern, membagikan satu kasus: seorang perempuan berusia 40&ndash;50 tahun di wilayah utara Taiwan membutuhkan waktu 7 tahun untuk keluar dari pernikahan yang penuh kekerasan menuju kehidupan mandiri. Setelah suaminya kehilangan pekerjaan, dia harus menanggung sendiri beban ekonomi rumah tangga dan pengasuhan anak. Namun, ia terus mengalami kekerasan fisik, verbal, dan ekonomi dari pasangannya. Bahkan hal sepele seperti masker yang kotor saat pulang ke rumah, atau noda air di meja yang belum dibersihkan, bisa menjadi pemicu kekerasan.</p>
<p class="MsoNormal">Awalnya, karena pengaruh nilai-nilai tradisional, korban merasa bahwa sebagai istri, ia seharusnya bersabar dan bersama-sama menghadapi kesulitan dalam rumah tangga. Meskipun kasus KDRT-nya telah dilaporkan sebanyak 12 kali oleh berbagai sistem, ia tetap menolak semua bentuk intervensi layanan selama dua tahun penuh. Hingga akhirnya, anak sulungnya yang menjadi &ldquo;anak yang menyaksikan kekerasan&rdquo; mulai menunjukkan perilaku yang tidak wajar, seperti menulis kutukan di buku penghubung sekolah, misalnya: "Saya berharap ayah mati".&nbsp;Hal ini akhirnya membuat korban memutuskan untuk menerima bantuan dan bercerai.</p>
<p class="MsoNormal">Tim Profesor Lin Ming-jen (林明仁) dari Departemen Ekonomi Universitas Nasional Taiwan (NTU), menggunakan analisis big data dari Biro Asuransi Kesehatan Nasional dan lainnya, menemukan bahwa korban kekerasan dalam hubungan intim memerlukan rata-rata 4,2 tahun dari saat kekerasan terjadi hingga melapor ke luar. Dalam lima tahun setelah pelaporan, korban rata-rata menghemat sekitar 500 poin asuransi kesehatan per tahun, termasuk pengeluaran untuk rawat jalan gangguan depresi maupun non-depresi. Misalnya, pada tahun 2023 (tahun 112), dengan 81.399 kasus pelaporan, berarti dalam setahun dapat menghemat lebih dari 40 juta poin.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut Lin Ming-jen, sumber pelaporan yang berbeda menunjukkan profil korban yang berbeda pula:</p>
<p class="MsoNormal">Pelaporan melalui polisi (55,5%): korban umumnya lebih tua, tingkat pendidikan lebih rendah, kondisi ekonomi kurang baik, dan lebih jarang memiliki anak di bawah usia 12 tahun.</p>
<p class="MsoNormal">Pelaporan melalui rumah sakit (37,5%): korban umumnya berasal dari kalangan profesional (kerah putih), berpendidikan tinggi, dan berstatus sosial-ekonomi lebih baik; pendapatan rata-rata pelaku juga lebih tinggi. Sisanya berasal dari laporan melalui layanan 113.</p>
<p class="MsoNormal">Kekerasan dalam hubungan intim juga berdampak pada partisipasi kerja korban. Lin Ming-jen menjelaskan bahwa untuk kelompok usia 25&ndash;55 tahun, tingkat partisipasi angkatan kerja sekitar 50%. Namun, setelah mengalami kekerasan dalam hubungan intim (IPV), tingkat pekerjaan perempuan menurun sebesar 1,8% dalam dua tahun pertama, sedangkan dampaknya terhadap laki-laki relatif lebih kecil.</p>
<p class="MsoNormal">Prof. Wang Pei-ling(王珮玲) Departemen Kebijakan Sosial dan Pekerjaan Sosial Universitas Nasional Chi Nan (NCNU), sekaligus Direktur Pusat Studi Kekerasan Dalam Rumah Tangga, menyatakan bahwa peningkatan tingkat pelaporan justru merupakan &ldquo;hal yang positif.&rdquo; Ia menyarankan agar perusahaan: membangun budaya anti-kekerasan dalam hubungan intim, memasukkan pencegahan kekerasan hubungan intim ke dalam pelatihan keselamatan kerja, mengembangkan prosedur respons keamanan di tempat kerja, mengembangkan program dukungan bagi korban KDRT di tempat kerja.</p>
<p class="MsoNormal">Sebagai contoh, undang-undang di Selandia Baru memberikan korban kekerasan hak untuk mengambil 10 hari cuti dengan gaji.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=79811</guid>
      <pubDate>Sun, 06 Jul 2025 18:00:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250706_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Pasangan Sendiri Jadi Pelaku dalam 50% Kasus KDRT– Riset NTU: Rata-rata Butuh 4,2 Tahun untuk Melapor</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Pasangan Sendiri Jadi Pelaku dalam 50% Kasus KDRT– Riset NTU: Rata-rata Butuh 4,2 Tahun untuk Melapor</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Tahoma',sans-serif;">Sekitar 50% kasus kekerasan dalam rumah tangga dilakukan oleh pasangan sendiri. Dalam hampir 20 tahun terakhir, jumlah laporan meningkat dari lebih dari 40.000 menjadi lebih dari 80.000 kasus. Namun, menurut penelitian tim dari Universitas Nasional Taiwan (NTU), rata-rata butuh 4,2 tahun untuk melaporkan kasus tersebut. Selain itu, tingkat pekerjaan perempuan menurun rata-rata 1,8% dalam dua tahun setelah pelaporan, dan dampaknya dapat berlangsung hingga 4 tahun.<o:p></o:p></span></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/7/original/3a660421-1e54-4fa5-9f91-c59cf0b03c0c.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>3</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Sikap Dermawan Malah Menjadi Beban? Barang Sumbangan untuk Tunawisma TMS, Taman Mengjia Berlebihan Picu Kontroversi]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=78245</link>
      <description><![CDATA[<p>Musim dingin merasa kedinginan, musim panas akan kepanasan karena mereka tidak mempunyai tempat hunian yang tetap, saat hujan atau badai melanda Taiwan, ke manakah mereka berlindung? Salah satu sudut kota Metropolitan Taipei, di lokasi keramaian Taipei Main Station, Taman Mengjia dipenuhi dengan tunawisma atau gelandangan, meskipun setiap orang berhak untuk berkunjung ke tempat publik, tidak membuat keonaran, hanya saja, ketika mereka berkumpul, duduk lesehan atau rebahan di tempat umum ini, sehingga menyebabkan pusat kota tidak sedap dipandang.&nbsp;</p>
<p>Saat Taiwan akan dihadapi gelombang hawa dingin, maupun menyambut perayaan tertentu maka masyarakat dermawan akan memberikan sumbangan makanan, barang kepada tunawisma yang berkumpul di TMS, taman Mengjia dan lainnya. Adanya bagi-bagi barang dan uang, mereka selalu menanti di tempat ini.&nbsp;</p>
<p>Meskipun ini menunjukkan kepedulian besar dari masyarakat, Dinas Sosial Kota Taipei menyatakan bahwa makanan yang disumbangkan dan perlengkapan/ barang penghangat tubuh yang datang dalam jumlah besar pada waktu yang bersamaan telah jauh melebihi kebutuhan sementara para tunawisma. Kelebihan barang-barang tersebut tidak hanya memengaruhi lingkungan sekitar, tetapi juga memicu konflik antar tunawisma, seperti perebutan makanan, maupun barang sumbangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menghubungi Pusat Kesejahteraan Sosial Zhongzheng dan Wanhua agar Dinas Sosial dapat mengoordinasikan dan mendistribusikan bantuan dengan lebih tepat sasaran, sehingga kasih sayang benar-benar dapat tersampaikan kepada tunawisma yang membutuhkan. Bahkan ada warga dari luar kota yang datang ke Stasiun Taipei dan Taman Mengjia hanya untuk mendapatkan barang bantuan atau uang.</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=78245</guid>
      <pubDate>Sat, 21 Jun 2025 18:15:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250621_2200_0744_id.mp3" type="audio/mpeg" length="24000960" />
      <itunes:title>Sikap Dermawan Malah Menjadi Beban? Barang Sumbangan untuk Tunawisma TMS, Taman Mengjia Berlebihan Picu Kontroversi</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Sikap Dermawan Malah Menjadi Beban? Barang Sumbangan untuk Tunawisma TMS, Taman Mengjia Berlebihan Picu Kontroversi</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p>Musim dingin merasa kedinginan, musim panas akan kepanasan karena mereka tidak mempunyai tempat hunian yang tetap, saat hujan atau badai melanda Taiwan, ke manakah mereka berlindung? Salah satu sudut kota Metropolitan Taipei, di lokasi keramaian Taipei Main Station, Taman Mengjia dipenuhi dengan tunawisma atau gelandangan, meskipun setiap orang berhak untuk berkunjung ke tempat publik, tidak membuat keonaran, hanya saja, ketika mereka berkumpul, duduk lesehan atau rebahan di tempat umum ini, sehingga menyebabkan pusat kota tidak sedap dipandang.&nbsp;</p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/6/original/aab12985-7dc9-40d2-a6d8-da4e5181bc84.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>2</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
    <item>
      <title><![CDATA[Info Kita - Sosialisasi Kendaraan Roda Dua Listrik Mikro dan Peraturan Lainnya di Taiwan]]></title>
      <link>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=77935</link>
      <description><![CDATA[<p>Kendaraan Roda Dua Listrik Mikro.&nbsp;Hal-hal yang wajib dilakukan sebelum mengendarainya</p>
<p>Setiap orang harus mengajukan asuransi kendaraan&nbsp;wajib kepada perusahaan asuransi</p>
<p>Bagi yang tidak mendaftarkan asuransi, maka tidak&nbsp;dapat mengajukan pendaftaran, penggantian atau&nbsp;penerbitan lisensi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi mereka yang lolos pemeriksaan, maka harus&nbsp;mendaftar ke unit kendaraan bermotor untuk&nbsp;memperoleh pelat nomor, kemudian menggantungnya&nbsp;di tempat semestinya</p>
<p>&rarr;Pelanggar akan dikenakan denda NT$ 1.200 hingga&nbsp;NT$ 3.600</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi yang belum genap berusia 14 tahun,mengendarai&nbsp;kendaraan roda dua listrik mikro</p>
<p>Pengemudi akan dikenakan denda NT$ 600 hingga&nbsp;NT$ 1.200, serta dilarang mengendarai dan kendaraan&nbsp;bersangkutan akan direlokasi dan ditahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengendarai sepeda (dengan bantuan tenaga) listrik tanpa mengambil dan menempel logo lolos uji sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>&rarr;Denda NT 1200 ~ NT 3600, dan dilarang mengendarai sepeda</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memodifikasi perangkat sepeda sendiri tanpa izin.&nbsp;</p>
<p>&rarr;NT 180, dan diperintah untuk memasang atau melakukan perbaikan dalam batas waktu yang ditentukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak menjaga kesempurnaan dan kelengkapan dari perlengkapan keselamatan seperti rem, klakson, cahaya dan reflektor cahaya sesuai ketentuan yang berlaku.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 180 dan diperintah untuk memasang atau melakukan perbaikan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menambah, mengurangi, merubah perangkat panel kendali listrik atau spesifikasi asal sepeda listrik yang telah dikendarai atau digunakan.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 1800 ~ NT 5400, dan diperintah untuk melakukan perbaikan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kecepatan pengendaraan sepeda listrik yang telah dikendarai atau digunakan telah melebihi kecepatan maksimum yang diperbolehkan dalam lolos uji sesuai tipe tersebut yakni 25 km/jam.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 900 ~ NT 1800</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak membelok kiri (kanan) dua segmen atau mengendarai di sebelah kanan sesuai ketentuan.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 300 ~ NT 600</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama mengendarai sepeda, menggunakan ponsel, komputer atau perangkat yang memiliki fungsi serupa untuk menelepon, berbicara, atau melakukan data komunikasi atau tindakan lain yang dapat mengganggu keselamatan pengendaraan selama mengendarai sepeda.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 300~ NT 600</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasil uji konsentrat alkohol melewati standar yang diberlakukaan.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 600 ~ NT 1200</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi yang menolak menerima tes uji yang disebutkan sebelumnya.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 2400</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengendara sepeda listrik tidak mengenakan helm sesuai ketentuan.</p>
<p>&rarr;Denda NT 300</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengendarai sepeda tanpa mengindahkan rambu lalu lintas, garis tanda, petunjuk lalu lintas.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 300~ NT 600</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menerobos jalur cepat tanpa mematuhi ketentuan yang berlaku.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 300~ NT 600</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memarkir kendaraan tidak sesuai ketentuan.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 300~ NT 600</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengendarai di trotoar atau jalur cepat.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 300~ NT 600</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengendara sepeda biasa dan sepeda bantuan tenaga listrik membonceng anak kecil tidak sesuai ketentuan.&nbsp;</p>
<p>&rarr;Denda NT 300~ NT 600</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Demi menjamin kesehatan masyarakat dan melindungi produk pertanian dan peternakan lokal, sejak tanggal 1 Oktober 2008, bagi para pendatang yang membawa produk pertanian dan peternakan beserta produk lainnya harus melapor ke kantor bea cukai atau mengajukan permohonan pemeriksaan kepada counter Biro Inspeksi dan Karantina Kesehatan Hewan dan Tumbuhan. Bagi pelanggar dikenakan denda sebesar 3,000 dolar Taiwan ke atas, untuk pelanggar kasus tertentu yang berat akan berurusan dengan hukum. Tanaman dan barang-barang lain yang dikirim melalui pos harus memenuhi peraturan karantina, baru dapat diambil setelah melewati persyaratan karantina, dapat menghubungi 02-23431401 untuk informasi mengenai persyaratan karantina.</p>
<p>2. Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Kantor Biro Kesehatan Nasional sejak tanggal 1 November 2009 memberlakukan peraturan baru mengenai Undang-Undang Larangan Bahaya Merokok, yang di dalamnya termasuk larangan merokok untuk lokasi kerja dan tempat umum yang terdapat 3 orang atau lebih. Perokok yang melanggar peraturan dapat dikenakan denda sebesar 2,000 dolar Taiwan sampai 10,000 dolar Taiwan. Pintu masuk di lokasi larangan merokok harus ditempel tanda peringatan larangan merokok yang jelas, lokasi yang tidak ditempel tanda larangan merokok dapat dikenakan denda sebesar 10,000 dolar Taiwan sampai 50,000 dolar Taiwan. Apabila tidak jelas tempat tersebut adalah area merokok atau bukan, dapat menghubungi saluran hotline 0800-531-531 untuk mendapatkan informasi, apabila memiliki keinginan untuk berhenti merokok dapat menghubungi saluran hotline 0800-636363 untuk mendapatkan pelayanan konsultasi.</p>
<p>3. Demi melindungi dan menghormati kebebasan hidup hewan, Undang-Undang Perlindungan Hewan menetapkan bahwa siapa saja tidak boleh secara sengaja mengganggu, menganiaya, dan membunuh hewan seperti anjing dan kucing untuk diambil daging dan bulunya, paling berat mendapat hukuman maksimal 1 tahun penjara atau kurungan, untuk pelanggaran lebih dari satu kali akan dikenakan denda sebesar 100,000 dolar Taiwan sampai 1,000,000 dolar Taiwan.</p>]]></description>
      <guid>https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&amp;amp;pid=77935</guid>
      <pubDate>Thu, 12 Jun 2025 20:40:00 +0800</pubDate>
      <enclosure url="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/audio/program/20250612_2200_1341_id.mp3" type="audio/mpeg" length="48000960" />
      <itunes:title>Info Kita - Sosialisasi Kendaraan Roda Dua Listrik Mikro dan Peraturan Lainnya di Taiwan</itunes:title>
      <itunes:subtitle>Info Kita - Sosialisasi Kendaraan Roda Dua Listrik Mikro dan Peraturan Lainnya di Taiwan</itunes:subtitle>
      <itunes:summary><![CDATA[<p><strong>Kendaraan Roda Dua Listrik Mikro.&nbsp;Hal-hal yang wajib dilakukan sebelum mengendarainya</strong></p>]]></itunes:summary>
      <itunes:image href="https://d1qd3zoyy91a2c.cloudfront.net/image/idrti/images/listimg/2025/6/original/36d8b6e7-38f2-41dc-9002-ceccc8c8d18b.jpg" />
      <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
      <itunes:episode>1</itunes:episode>
      <itunes:season>1</itunes:season>
      <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
    </item>
  </channel>
</rss>