(Taiwan, ROC) Arus dingin yang melanda di Taiwan hampir satu minggu, dalam postingan dokter Su Yi-fong (蘇一峰) spesialis respirology dan perawatan kritismenyampaikan, belakangan ini wabah COVID-19 mulai menular kembali, “ruang gawat darurat, klinik mulai dipadati”, mengimbau agar warga lebih berwaspada.
Dokter Su mengatakan, akibat penularan COVID-19 akan menyebabkan paru-paru menjadi fibrosis (kaku) sehingga menganggu pernapasan, setelah sembuh dari penyakit ini dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan X-ray, karena pengobatan fibrosis paru sebaiknya ditangani lebih awal.
Hingga saat ini pandemi COVID-19 gelombang ke-5, Juru Bicara Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Lo Yi-chun (羅一鈞) menyampaikan, meskipun pekan lalu pendataan penderita flu musiman dan COVID-19 menunjuk angka stabil, akan tetapi dikarenakan dilanda arus dingin, diprediksikan pekan ini penularan wabah akan bertambah.
CDC mengingatkan, dikarenakan mutasi virus COVID-19 berkembang dengan pesat, bagi yang pernah terjangkit belum tentu memiliki kekebalan. Mempertimbangkan situasi penularan COVID-19, arus dingin melanda dan akhir-akhir ini banyak acara berkumpul, liburan sekolah musim dingin serta mobilitas masyarakat semakin tinggi, semua ini akan menyebabkan risiko penularan semakin meningkat, kemungkinan sebelum perayaan tahun baru imlek akan terjadi puncak penularan penyakit, ditambah lagi perjalanan keluar negeri selama perayaan tahun baru imlek semakin tinggi, maka warga dianjurkan lebih awal mendapat vaksin COVID-19 XBB sedini mungkin untuk perlindungan diri.