(Taiwan, ROC) —- Insiden kebakaran di salah satu bangunan apartemen mewah di Kota Hsinchu pada Minggu malam kemarin (26/5) telah menyebabkan dua petugas pemadam kebakaran tewas, saat hendak mengevakuasi warga.
Hingga Senin siang hari (27/5), sebanyak 351 penghuni telah berhasil dievakuasi sepenuhnya. Masyarakat merasa sedih dengan kematian petugas pemadam kebakaran yang berani berkorban, dan juga mempertanyakan cara evakuasi yang aman saat kebakaran terjadi, terutama di bangunan tinggi, serta apa tindakan yang harus diambil saat menunggu penyelamatan.
圖/今日新聞
Pakar pemadam kebakaran menyatakan bahwa kebakaran di gedung tinggi bisa dihindari dengan evakuasi ke bawah atau ke luar gedung, tetapi kali ini kebakaran terjadi di basemen, membuat sistem ventilasi asap tidak berfungsi karena aliran listrik di bangunan bersangkutan padam, sehingga pilihan kedua adalah berlindung di tempat dengan "menutup pintu untuk mencegah asap".
Pakar juga mengingatkan bahwa meskipun apartemen tua dan rumah bertingkat tidak memiliki peralatan pemadam kebakaran modern, tetapi alat deteksi asap bisa dipasang untuk penyelamatan mandiri.
Menyikapi insiden kebakaran di atas, Profesor Shan Hsin-yu, Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pencegahan Bencana Taiwan dan Dosen di Departemen Teknik Sipil, National Yang Ming Chiao Tung University, menyatakan bahwa tidak ada masalah besar dalam evakuasi warga kali ini, tidak ada warga yang mengalami luka bakar atau sesak napas parah, menunjukkan bahwa masalah utama bukan terletak pada kebakaran.

圖/聯合報
Menurut Kepala Pemadam Kebakaran Kota Hsinchu, Lee Shi-Kung (李世恭), sistem ventilasi asap tidak berfungsi karena listrik padam, dan asap beracun akibat suhu tinggi juga menjadi penyebab kematian.
Profesor Shan Hsin-yu menekankan pentingnya keandalan sistem pemadam kebakaran di gedung tinggi dan pentingnya pemeliharaan peralatan pemadam kebakaran, karena tanpa itu, kesempatan pertama untuk menangani kebakaran akan hilang.
Jika kebakaran terjadi di dalam gedung yang memiliki manajemen pemadam kebakaran yang baik, maka meskipun api tidak segera padam, tetapi orang dapat dengan cepat dievakuasi. Kecuali ada pembakaran yang disengaja atau api mulai di tempat yang sulit dideteksi.
Dalam kondisi normal, maka gedung, kantor, atau rumah akan merencanakan peralatan pemadam kebakaran yang sesuai dengan beban api.
示意圖,pexels提供
Profesor Shan Hsin-yu menunjukkan bahwa jika kebakaran terjadi di gedung tinggi, umumnya evakuasi dilakukan ke bawah atau keluar gedung. Jika kebakaran terjadi di lantai atas, warga harus turun dan keluar.
Namun, kebakaran kali ini terjadi di basemen B1 dan sistem ventilasi tidak berfungsi, sehingga menambah kesulitan evakuasi. Jika peralatan pemadam kebakaran berfungsi, maka warga hanya perlu mengikuti pintu darurat dan tangga evakuasi untuk menghindari asap tebal yang beracun.
Jika tidak bisa evakuasi ke bawah atau keluar, Profesor Shan Hsin-yu mengatakan pilihan kedua adalah berlindung di tempat dengan "menutup pintu untuk mencegah asap".
Prinsip yang harus dipegang adalah "api kecil segera melarikan diri, api besar menutup pintu untuk mencegah asap". Dalam insiden kali ini, tindakan menutup pintu untuk mencegah asap sudah tepat bagi para penghuni.

圖片來源:flickr@amagill
Terlebih lagi, pintu di gedung modern biasanya memiliki dua lapisan, sehingga memberikan cukup waktu dan risiko lebih rendah, baik untuk melarikan diri atau berlindung di tempat. Namun, kebakaran kali ini sedikit berbeda karena asap beracun dari kabel yang terbakar menyebar ke dalam rumah melalui saluran kabel listrik.
Bahkan sedikit asap sudah bisa membuat tidak nyaman, sehingga beberapa orang memilih menunggu evakuasi penyelamatan di area balkon.
Profesor Shan Hsin-yu menekankan pentingnya untuk tetap tenang dan menunggu penyelamatan saat terjadi kebakaran, karena "menutup pintu untuk mencegah asap" akan memastikan udara segar di dalam rumah cukup untuk bertahan selama beberapa waktu.
Oleh karena itu, dengan tetap tenang, peluang untuk dievakuasi akan lebih besar.
Bahkan dalam insiden seperti kebakaran sebelumnya di Kaohsiung Cheng Zhong Cheng atau bangunan Qiao You di Changhua yang menelan banyak korban, banyak juga yang selamat. Masyarakat harus yakin bahwa petugas damkar akan memadamkan api dan menyelamatkan mereka tepat waktu.
圖/YAHOO TAIWAN
Lalu, bagaimana dengan apartemen tua dan rumah bertingkat yang tidak memiliki peralatan pemadam kebakaran modern? Profesor Shan Hsin-yu menyarankan agar semua rumah dipasang alat deteksi kebakaran yang telah disubsidi oleh dinas pemadam kebakaran.
Sebaiknya setiap ruangan, misal dapur, ruang tamu, dan kamar dipasang alat deteksi kebakaran yang terhubung satu sama lain. Jangan sampai kebakaran terjadi di dapur tetapi tidak terdengar dari kamar tidur.
Untuk ruang publik di apartemen tua yang tidak memiliki komite manajemen dan hanya bisa mengandalkan penyelamatan mandiri, maka Profeor Shan Hsin-yu menyarankan agar alat deteksi kebakaran tetap dipasang jika memungkinkan.
Selain itu, untuk kebakaran di apartemen tua dengan 3 hingga 6 lantai, petugas pemadam kebakaran memiliki pengalaman yang cukup dalam proses evakuasi penyelamatan.
Masyarakat harus bisa menerapkan pengetahuan tentang pemadam kebakaran yang telah mereka pelajari, dan tetap berpegang pada prinsip "api kecil segera melarikan diri, api besar menutup pintu untuk mencegah asap", serta tetap tenang dan menunggu penyelamatan.