Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Jaga Lingkungan Hidup, Hemat Makanan untuk Mengurangi Limbah Dapur

30/01/2025 13:14
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Agar tetap dapat menjaga lingkungan, Ditjen Lingkungan mengimbau masyarakat masak seperlunya, mengurangi sisa sampah dapur (foto: Foerster, CC0, Wikimedia Commons)
Agar tetap dapat menjaga lingkungan, Ditjen Lingkungan mengimbau masyarakat masak seperlunya, mengurangi sisa sampah dapur (foto: Foerster, CC0, Wikimedia Commons)

(Taiwan, ROC) -- Selama masa liburan Tahun Baru Imlek selain berkumpul dan makan bersama, juga kerap kali menghidangkan berbagai ragam makanan secara berlimpah. Karena penyajian yang berlebih sehingga mengakibatkan pemborosan makanan, bahkan meningkatkan limbah sampah. Agar tetap dapat menjaga lingkungan, Ditjen Lingkungan mengimbau seluruh masyarakat untuk pengurangan limbah dapur dimulai dari keluarga, untuk persiapan makanan berprinsip pada “memasak dengan porsi yang diperlukan, begitu pula dengan penyajiannya, sajikan sesuai dengan porsi yang dibutuhkan, selain itu juga mematuhi pemilahan barang-barang daur ulang, bersama-sama memberikan kehangatan pada bumi kita ini.

Berdasarkan urutan untuk pengurangan pemborosan makanan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO), pilihan yang paling baik adalah mengurangi jumlah makanan yang berarti mengurangi sisa makanan atau menyumbangkan sisa makanan ke bank produk makanan, mencegah pemborosan makanan. Yang kedua adalah menggunakan kembali sisa makanan yang tidak dimakan, seperti sisa dapur, dalam bentuk aslinya sebagai pakan ternak atau untuk digunakan kembali dalam industri. Yang lainnya adalah menggunakan fermentasi anaerobik untuk memulihkan energi atau kompos; dengan penguburan atau pembakaran.

Ditjen Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah terus bekerja keras dalam upaya  memperkuat klasifikasi dan daur ulang sisa makanan serta mendorong diversifikasi penggunaan kembali sisa makanan sesuai dengan kondisi setempat, di mana 48,6% di antaranya dibuat kompos, 41,3% digunakan sebagai pakan (peternakan babi), dan 8,7 % digunakan sebagai energi (fermentasi anaerobik untuk menghasilkan listrik), dan pengolahan lainnya (seperti lalat tentara hitam) sebanyak 1,4%.

 

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解