Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Terobosan Besar dalam Penelitian Lubang Hitam! Taiwan Aktif Berpartisipasi dalam Kerja Sama Internasional

23/01/2025 15:02
Penulis & Editor: Amina Tjandra
perbandingan observasi lubang hitam M87 (foto: Institut Astronomi dan Astrofisika, Academia Sinica)
perbandingan observasi lubang hitam M87 (foto: Institut Astronomi dan Astrofisika, Academia Sinica)

(Taiwan, ROC) – Untuk mempelajari Lubang Hitam (Black Hole), para ilmuwan di seluruh dunia membentuk tim internasional bernama “Event Horizon Telescope / EHT”. Dari 8 teleskop yang digunakan untuk mengamati lubang hitam M87 secara global, Taiwan juga secara langsung turut berpartisipasi dalam pengoperasian atau pembangunan 4 teleskop di antaranya. Bahkan, ada sekitar 40-60 ilmuwan yang terlibat.

National Taiwan Normal University (NTNU) bersama Academia Sinica telah lama berkolaborasi dengan tim EHT untuk penelitian lubang hitam, dan pada hari ini (23/1) mereka pun menggelar konferensi pers untuk memaparkan hasil penelitian akademik terbaru serta membagikan kontribusi Taiwan dalam studi lubang hitam.

Peneliti pascadoktoral dari Insitut Astronomi Akademia Sinica, Ji Bo-te (紀柏特) menunjukkan, tim EHT menganalisis lebih lanjut hasil observasi lubang hitam M87 pada tahun 2017, dan pada tahun 2019 berhasil merilis gambar lubang hitam pertama dalam sejarah umat manusia. Dalam penelitian terbaru ini, tim EHT menggunakan data observasi lubang hitam M87 dari tahun 2017 dan 2018 untuk memberikan sudut pandang teoretis yang sepenuhnya baru dalam studi tentang lubang hitam.

Hu Zhi-wei (黃智威), ilmuwan pendukung dari Institut Astronomi Academia Sinica, menyatakan bahwa dari 8 teleskop yang digunakan secara global untuk mengamati lubang hitam M87, Taiwan secara langsung terlibat dalam pengoperasian atau pembangunan 4 teleskop tersebut. Teleskop-teleskop ini meliput SMA (Sub-Millimeter Array) dan JCMT (James Clerk Maxwell Telescope) di Hawaii, serta Greenland Telescope (GLT) di Greenland, dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chili. Huang menekankan bahwa kontribusi Taiwan tidak kalah jika dibandingkan dengan negara-negara Barat.

“Tim EHT terdiri dari sekitar 400 ilmuwan. Dari Taiwan sendiri, Academia Sinica memiliki sekitar 40 orang yang terlibat, ditambah tim dari Bu Hong-yi (卜宏毅), serta tim Profesor Guo Zheng-yu (郭政育) dari Universitas Sun Yat-sen. Jadi secara keseluruhan ada sekitar 40-60 ilmuwan Taiwan yang turut berkontribusi. Jikalau dilihat dari sisi pengoperasian, total ada 8 teleskop yang mengamati M87, dan Taiwan terlibat dalam 4 di antaranya. Jadi, sebenarnya kontribusinya cukup besar” jelas Hu Zhi-wei (黃智威).

Asisten Profesor dari Departemen Fisika NTNU, Bu Hong-yi (卜宏毅) menjelaskan bahwa dalam hasil teori kali ini, tim peneliti menjawab dua pertanyaan besar: pertama, mengapa gambar lubang hitam M87 mengalami perubahan; kedua, bagaimana perubahan gambar lubang hitam M87 dapat membantu manusia memahami lubang hitam secara lebih mendalam. Kemajuan penelitian ini membuka babak baru dalam studi lubang hitam, yang memberikan semangat dan antusiasme bagi tim peneliti.

 

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解