(Taiwan, ROC) --- 10 Berita Utama Pendidikan Seks dan Emosional Taiwan 2024 yang dipilih bersama oleh tiga organisasi masyarakat telah diumumkan pada Rabu hari ini (22/1). Berita yang masuk dalam daftar meliputi pendapat orang tua tentang pendidikan seks berbasis lokal yang sesuai usia, peningkatan pesat penyakit menular seksual di kalangan remaja, dan peningkatan kasus eksploitasi seksual anak.
Organisasi-organisasi ini menekankan bahwa esensi dari pendidikan seks dan emosional adalah cinta, dan bagaimana belajar membangun hubungan intim yang sehat, merupakan kebutuhan paling mendesak dalam masyarakat Taiwan saat ini.
Asosiasi Pendidikan Seks Taiwan dan Asosiasi Pengembangan Pendidikan Emosional Republik Tiongkok telah menyelenggarakan pemilihan 10 Berita Utama Pendidikan Seks dan Emosional Taiwan 2024 selama lima tahun berturut-turut. Tahun ini, mereka berkolaborasi dengan Aliansi Aksi Pendidikan Nasional.
Ketiga organisasi ini, melalui rekomendasi dan pemungutan suara dari dewan pengawas dan anggota, memilih berita berdasarkan tiga indikator, meliputi nilai edukatif bagi lingkungan Taiwan secara menyeluruh, hubungannya dengan pendidikan emosional, serta tingkat kepentingan dan dampaknya.
Hasil pemilihan diumumkan dalam konferensi pers pada Rabu hari ini (22/1), dengan mengundang akademisi dan guru terkait untuk memberikan komentar.
Wakil Ketua Asosiasi Pengembangan Pendidikan Emosional Republik Tiongkok, Chang Wen-chang (張文昌), menunjukkan bahwa pada Juni 2024, Taiwan pertama kali mengadopsi indikator Pendidikan Seks Komprehensif PBB untuk melakukan survei terhadap orang tua.
Hasil survei mencerminkan bahwa kondisi nasional dan perkembangan fisik-mental siswa di Taiwan berbeda dengan negara lain, sehingga perlu lebih memperhatikan kesesuaian usia dan kebutuhan lokal.
Profesor Universitas Katolik Fu Jen, Cheng Chi-chia (鄭其嘉), mengingatkan bahwa sekolah harus memperkuat tenaga pengajar dan meningkatkan normalisasi pengajaran pendidikan kesehatan, mengajarkan siswa kemampuan hubungan emosional, dan orang tua juga harus bekerja sama dengan sekolah untuk menciptakan jaring pengaman bagi anak-anak baik di rumah maupun di sekolah.