(Taiwan, ROC) --- Sebelumnya, Pengadilan Distrik Taipei (TPD) yang menangani kasus pembangunan di lahan Livin Mall memutuskan pembebasan dengan jaminan untuk Ko Wen-je (柯文哲) dan 3 terdakwa lainnya.
TPD sebelumnya berhasil mengajukan banding, dan pengadilan mengeluarkan putusan baru dengan jaminan yang lebih tinggi. Setelah tim Kejaksaan berhasil mengajukan banding kedua kalinya, pengadilan kembali mengadakan sidang pada Kamis kemarin (2/1).
Pada Kamis malam (2/1), pengadilan memutuskan untuk kembali menahan Ko Wen-je, Sheen Ching-Jing (沈慶京), Angela Ying (應曉薇), dan Lee Wen-tsung (李文宗) tanpa akses komunikasi.
Sebelumnya pada tanggal 26 Desember 2024, Kejaksaan Distrik Taipei yang tengah menyelidiki kasus Livin Mall dan kasus hibah politik, mendakwa 11 orang termasuk mantan Wali Kota Taipei Ko Wen-je atas tuduhan korupsi, dan kasus tersebut dialihkan ke Pengadilan Distrik Taipei.
Awalnya, pengadilan memutuskan pembebasan dengan jaminan untuk Ko Wen-je sebesar NT$30 juta, Ketua Grup Core Pasific Group Sheen Ching-Jing NT$40 juta, Anggota Dewan Kota Taipei dari kubu Partai KMT (Kuomintang) Angela Ying NT$15 juta, mantan Kepala Kantor Walikota Taipei Lee Wen-tsung NT$8 juta.
Pengadilan juga memerintahkan Ko Wen-je dan yang lainnya dibatasi untuk bepergian ke luar negeri atau melaut. Selain untuk keperluan kehidupan sehari-hari dan pekerjaan, mereka dilarang melakukan kontak dengan terdakwa lain atau saksi yang terlibat dalam kasus yang sama.
Kejaksaan Distrik Taipei tidak menerima keputusan pembebasan dengan jaminan untuk Ko Wen-je, Angela Ying, Sheen Ching-Jing, dan Lee Wen-tsung, dan mengajukan banding.
Pengadilan Tinggi Taiwan membatalkan putusan awal dan mengembalikan kasus tersebut ke Pengadilan Distrik Taipei. Setelah sidang kedua, Pengadilan Distrik Taipei mengubah keputusannya dengan menetapkan jaminan untuk Ko Wen-je sebesar NT$70 juta, Sheen Ching-Jing NT$100 juta, Angela Ying NT$30 juta, dan Lee Wen-tsung NT$20 juta, semuanya juga ditambah dengan pemantauan elektronik.
Kejaksaan Distrik Taipei kembali mengajukan banding atas keputusan pembebasan dengan peningkatan uang jaminan tersebut. Pengadilan Tinggi Taiwan kemarin (2/1) membatalkan putusan tersebut dan mengembalikannya ke Pengadilan Distrik Taipei untuk dibuat keputusan ulang.
Malam kemarin (2/1), Pengadilan Distrik Taipei menggelar sidang penahanan untuk ketiga kalinya, dan pada pukul 22:40 memutuskan untuk kembali menahan keempat terdakwa tanpa akses komunikasi. Keempat orang tersebut kemudian diantar masuk ke dalam mobil tahanan menuju pusat penahanan.