(Taiwan, ROC) Pengadilan Taipei yang menangani kasus Living Mall, memutuskan mantan Walikota Taipei sekaligus Ketua parpol TPP (Taiwan People's Party ) Ko Wen-je harus menambah uang jaminan senilai NT$ 40 juta, sehingga total uang jaminan sejumlah NT$ 70 juta, akan tetapi putusan ini tidak diterima oleh Kejaksaan Taipei dan kembali menggugat, sehingga Pengadilan Tinggi Taiwan kemarin mencabut putusan tersebut, dan menyampaikan kepada pengadilan Taipei untuk mengubah putusannya.
Kantor Kejaksaan Taipei yang menyelidiki kasus Living Mall dan penyelewengan sumbangan dana politik, yang melibatkan beberapa orang diantaranya Ko Wen-je telah diangkat menjadi kasus hukum yang harus diadili. Semula pengadilan Taipei memutuskan Ko Wen-je dapat dibebaskan bersyarat dengan jaminan NT$ 30 juta, Chairman Living Mall Shen Qing-jing (沈慶京) dengan uang jaminan NT$ 40 juta, anggota DPR partai Kuomintang Ying Xiao-wei dengan uang jaminan NT$ 15 juta, mantan wakil walikota Taipei Pong Cheng-sheng (彭振聲) sebesar NT$ 5 juta dan Direktur kantor pemerintahan kota Taipei Lee Wen-chung (李文宗) dengan uang jaminan NT$ 8 juta (selama penyelidikan NT$ 2 juta).
Pengadilan Taipei menginformasikan, Ko Wen-je dan lainnya dilarang keluar negeri, berlayar melaut, hanya tinggal di kediaman sebagaimana mestinya, selain rutinitas dan pekerjaan tidak boleh berinteraksi dengan sesame tergugat dan saksi.
Kejaksaan Taipei tidak terima dengan putusan pengadilan dengan pembebasan jaminan kepada Ko wen-je, Ying Xiao-wei, Shen Qing-jing dan Lee Wen-chung maka mengajukan tuntutan. Oleh pengadilan Tinggi Taiwan mencabut putusan tersebut dan dikembalikan kepada pengadilan Taipei untuk mengubah putusan.
Pengadilan Taipei membuat putusan ulang, Ko Wen-je dengan uang jaminan NT$ 70 juta, Shen Qing-jing NT$ 100 juta, Ying Xiao-wei NT$ 30 juta dan Lee Wen-chung NT$ 20 juta, semuanya menerapkan pemantauan elektronik.
Putusan pembebasan jaminan kepada Ko wen-je dan lainnya, masih tidak diterima oleh Kejaksaan Taipei sehingga melakukan gugatan kembali. Kemarin Pengadilan Tinggi Taiwan mencabut putusan tersebut dan menyampaikan kepada Pengadilan Taipei untuk mengubah putusannya.