(Taiwan, ROC) --- Kasus warga yang terkena flu, baik itu COVID-19, influenza, atau infeksi Mycoplasma, meningkat drastis belakangan ini. Banyak warga yang menyampaikan, sekali sakit, maka membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.
Wakil Direktur Rumah Sakit Chang Gung di Linkou, Chiu Cheng-hsun (邱政洵), mengungkapkan bahwa baru-baru ini terjadi lonjakan kasus berbagai penyakit di Taiwan. Ditambah dengan cuaca yang tidak stabil, membuat jumlah pasien dengan penyakit kardiovaskular di ruang gawat darurat dan ICU meningkat tajam. Parahnya hal tersebut juga menyebabkan peningkatan dalam jumlah kematian.
Menurut pemberitaan media TVBS, baru-baru ini terjadi peningkatan proporsi infeksi flu dan COVID-19. Tidak sedikit dari mereka yang disertai dengan gejala penyakit parah, yang menyebabkan lonjakan kunjungan ke rumah sakit.
Dokter Chiu Cheng-hsun, mengatakan bahwa saat ini terdapat berbagai penyakit muncul bersamaan, orang tua serta anak-anak harus lebih waspada dan berhati-hati.
中央社檔案照片
Dokter Chiu Cheng-hsun melanjutkan, terutama saat mendekati masa liburan sekolah, Natal, dan Tahun Baru, membuat rumah sakit menjadi sesak karena dikunjungi warga yang hendak berobat.
Berdasarkan data baru yang dirilis oleh Taiwan CDC (Center for Disease Control) perihal kasus kematian parah COVID-19 menunjukkan peningkatan jumlah kematian mingguan menjadi sekitar 40 orang.
Dokter Chiu Cheng-hsun menerangkan, bagi kelompok rentan seperti orang tua dan anak-anak, terkena penyakit di atas dapat berakibat fatal, terutama bagi mereka yang mengalami infeksi ganda.

示意圖/翻攝自pexels
Dia juga memprediksi bahwa akan ada gelombang berikutnya selama perayaan Tahun Baru Imlek dan menyerukan masyarakat untuk waspada, termasuk mendapatkan vaksinasi, menjaga jarak sosial, memakai masker, dan sering mencuci tangan.
Langkah pencegahan penting masih penting untuk diterapkan, guna melindungi diri sendiri, salah satunya adalah menjaga jarak ketika berada di tempat-tempat ramai.