(Taiwan, ROC) --- Restoran cepat saji ternama asal Jepang yang menyajikan menu gyudon (beef bowl), "Yoshinoya", telah beroperasi di Taiwan selama lebih dari 35 tahun sejak pertama kali membuka cabangnya pada tahun 1988.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul banyak merek serupa yang menyebabkan Yoshinoya mengalami gelombang penutupan toko. Baru-baru ini, seorang netizen mengungkapkan bahwa beberapa cabang di Distrik Wenshan seperti, cabang Universitas Chengchi, cabang Wenshan dan cabang Rumah Sakit Wan Fang telah tutup, membuatnya bertanya-tanya mengapa toko-toko tersebut harus berhenti beroperasi.
Seorang pakar juga menganalisis kemungkinan alasan di balik penutupan ini.

圖/旅遊比價
Seorang netizen memposting di grup "Mu Zha She Tuan 木柵社團" bahwa dia menyadari cabang Yoshinoya di Distrik Wenshan telah tutup satu per satu, seperti cabang Wenshan, cabang Universitas Chengchi, dan cabang Rumah Sakit Wan Fang, yang semuanya telah menghentikan operasinya dan melepas papan nama mereka.
Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa cabang Gongguan dan cabang Dapinglin tidak luput dari nasib penutupan.
Menghadapi penutupan cabang yang terus berlangsung, beberapa netizen menyoroti masalah harga dan CP Value (rasio biaya terhadap kinerja).
"Harganya mahal, lebih baik makan bento yang lebih bergizi. Saya makan gyudon super besar di Yoshinoya Carrefour Xindian, porsinya kecil sekali sampai saya hampir menangis," tulis salah seorang netizen.
"Mahal, porsinya sedikit, dan rasanya tidak enak. CP value terlalu rendah, satu mangkuk nasi NT$135, di Sukiya sudah bisa makan satu set lengkap. Matsuya dan Sukiya lebih enak," tambah netizen lainnya.

Sukiya 圖/風傳媒
Selain itu, ada juga yang menyarankan jika ingin makan Yoshinoya, lebih baik langsung ke Jepang karena porsinya lebih banyak dan bumbunya lebih lezat.
Ada netizen yang menyebut kemungkinan penutupan ini sebagai bagian dari penyesuaian strategi oleh perusahaan. Dia menyebutkan bahwa induk perusahaan sudah mulai menutup toko mereka semenjak empat tahun lalu.
Menurut laporan dari media ETtoday, dalam beberapa tahun terakhir, merek-merek serupa seperti Sukiya, Matsuya, dan Yayoi Ken telah masuk ke pasar Taiwan, memberikan konsumen lebih banyak pilihan.
Para ahli juga menjelaskan bahwa setelah pandemi, strategi kelompok Jepang atau global mungkin telah berubah, sehingga Yoshinoya mungkin ingin melakukan transformasi atau pembaruan, dengan menutup cabang-cabangnya terlebih dahulu dan kemudian memikirkan bagaimana mengembangkan bisnis di masa mendatang.
Matsuya 圖/YAHOO TAIWAN