(Taiwan, ROC) --- Pulau terbesar di selatan Filipina, Mindanao, mengalami gempa bumi besar berkekuatan 7,6SR pada Sabtu malam kemarin (2/12) sekitar pukul 22:37 (waktu Taiwan). Gempa ini terjadi pada kedalaman 32,8 kilometer.
Banyak video tentang guncangan yang dibagikan di internet oleh para Warganet. Gempa ini juga menyebabkan Taiwan dan beberapa daerah di Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami.
Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) di Taiwan telah mencabut peringatan tersebut pada Minggu dini hari ini (3/12) pukul 00:50.
Menurut data dari U.S. Geological Survey (USGS), gempa tersebut berkedalaman 32,8 kilometer dengan episentrum di 8,5LU dan 126,4BT, termasuk dalam kategori gempa dangkal dan berpotensi tsunami.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) menyatakan melalui media sosial Twitter bahwa diperkirakan akan terjadi tsunami yang merusak dan gelombang yang mengancam nyawa.
Hingga saat ini, telah terjadi beberapa gempa susulan, dengan setidaknya tiga di antaranya berkekuatan di atas 5,0SR. Video yang beredar di internet menunjukkan banyak orang yang berlarian ke luar rumah, dan kerusakan parah terjadi di banyak bangunan akibat guncangan tersebut.
Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) di Taiwan pada Minggu dini hari ini, sekitar pukul 00:04 telah mengeluarkan peringatan tsunami, menyatakan bahwa tsunami yang dipicu oleh gempa di Pulau Mindanao dapat mempengaruhi Taiwan, dan mengingatkan penduduk di daerah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, peringatan tsunami tersebut kemudian dicabut pada pukul 00:50.
Di Jepang, Badan Meteorologi setempat telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk beberapa wilayah, termasuk Chiba di daerah Iwai, Kepulauan Izu, Kepulauan Ogasawara, Prefektur Shizuoka, perairan luar Prefektur Aichi, bagian selatan Prefektur Mie, Prefektur Wakayama, Prefektur Tokushima, Prefektur Kochi, Prefektur Miyazaki, bagian timur Prefektur Kagoshima, dan wilayah Miyako dan Yaeyama. Saat ini, peringatan tsunami tersebut juga sudah dicabut di beberapa daerah di Jepang.