(Taiwan, ROC) --- Kejaksaan Distrik Taipei menyelidiki kasus dugaan korupsi di proyek lahan konstruksi bekas bangunan Livin Mall di Taipei dan dana kampanye politik, hari ini kembali memanggil Ketua Partai Rakyat Taiwan (TPP), Ko Wen-je (柯文哲) untuk pemeriksaan.
Ko Wen-je terlihat turun dari mobil tahanan dengan rambut beruban. Ketika Huang Kuo-chang (黃國昌), anggota legislator Partai TPP, ditanya tentang hal ini, dia menghela nafas panjang, dan menyampaikan bahwa Ko Wen-je telah bekerja sama dengan penyelidikan selama 2 bulan dan itu belum cukup, serta masih harus diperpanjang penahanannya.
Mereka (anggota partai TPP) tidak bisa mengunjungi atau berbicara dengan Ko Wen-je, sementara Kejaksaan Distrik Taipei membiarkan media tertentu menyebarkan informasi yang merugikan Ko Wen-je.
Penyelidikan kasus penyuapan terkait izin Koefisien Lantai Bangunan (KLB) di lahan Living Mall (京華城), Kota Taipei, terus bergulir. Hari ini adalah pemeriksaan ke-9 terhadap Ketua Partai TPP, Ko Wen-je.

Ko Wen-je terlihat turun dari mobil tahanan dengan rambut beruban. 圖./UDN
Ko Wen-je tiba di Kejaksaan Distrik Taipei, turun dari mobil tahanan dengan rambut beruban pendek, tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dan dikawal petugas menuju ruang tunggu. Foto Ko Wen-je dengan rambut beruban pun segera menarik perhatian publik.
Saat ditanya pendapatnya mengenai kondisi Ko Wen-je yang ditahan selama hampir dua bulan, Huang Kuo-chang pertama-tama menghela nafas panjang.
Huang Kuo-chang menyampaikan bahwa penahanan Ko Wen-je selama 2 bulan untuk pemeriksaan belum cukup dan masih harus diperpanjang.
"Berapa lama lagi kalian akan menahannya?" ujar Huang Kuo-chang.
Huang Kuo-chang menambahkan, bahwa mereka tidak bisa mengunjungi Ko Wen-je, berbicara dengannya, atau mengetahui pemikirannya, sementara di pihak lain, Kejaksaan Distrik Taipei membiarkan media tertentu menyebarkan informasi yang merugikannya.
Huang Kuo-chang melanjutkan bahwa pihak yang ditersangka-kan tidak memiliki hak atau kesempatan untuk berbicara, tetapi semua orang sangat peduli padanya dan khawatir tentang kondisi fisik dan mentalnya.