(Taiwan, ROC) -- Universitas Suku Penduduk Asli New Taipei menggelar upacara pembukaan tahun ajaran baru pada 16 April, dengan mengundang perwakilan dari negara-negara sahabat untuk turut serta dalam acara pertukaran budaya Austronesia. Dalam sambutannya, Duta Besar Kepulauan Marshall, Anjanette Kattil, mengungkapkan harapannya agar budaya suku penduduk asli dapat dibagikan bersama, demi mempererat persahabatan dan memperdalam rasa saling pengertian.
Tahun ini merupakan peringatan 20 tahun berdirinya Universitas Suku Penduduk Asli New Taipei. Dalam upacara pembukaan tahun ajaran 2025, hadir Duta Besar Marshall Anjanette Kattil; Pejabat Pendidikan dan Budaya Kedutaan Palau Janet Ebil Orrukem; Kepala Kantor Dagang Chili Fernando Mariano Schmidt Hernandez, Kepala Bidang Pariwisata dan Transportasi dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei), Ruth Evelin Pasaribu; serta Wakil Ketua Dewan Urusan Masyarakat Adat (CIP); Calivat Gadu (鍾興華). Mereka bersama-sama mengikuti kegiatan belajar membuat anyaman daun jahe cangkang.
Wali Kota New Taipei Hou You-yi (侯友宜), menyerahkan surat pengangkatan kepada pengajar sulam manik-manik tradisional suku Paiwan, Tian Yu-zhen (田玉珍), dan pengajar prakarya manik-manik tradisional, Cai Qiu-mei (蔡秋梅).
Sementara itu, Calivat Gadu menekankan bahwa Universitas Suku Penduduk Asli New Taipei memiliki arti penting dalam mendorong kerja sama internasional dan pertukaran budaya. Ia menyebutkan bahwa rumpun Austronesia mencakup sekitar 1.300 bahasa, dan berdasarkan penelitian arkeologi dan genetika, Taiwan diyakini sebagai tanah asal etnis Austronesia.
Mahasiswa asal Republik Palau yang sedang menempuh studi di Taiwan juga tampil membuka acara dengan tarian dan nyanyian tradisional mereka, menampilkan pesona budaya Austronesia yang kaya dan beragam.
Menurut Biro Masyarakat Adat Kota New Taipei, program tahun ini mencakup lima bidang utama, yaitu keterampilan tradisional suku penduduk asli, budaya etnis, pendidikan bahasa, ekonomi industri, dan perawatan kesehatan. Sebanyak 45 mata kuliah beragam telah dirancang dan akan diterapkan di 17 distrik administratif Kota New Taipei.