Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Siap Bernegosiasi dengan AS, Cho Jung-tai: Berharap Mencapai Perdagangan yang Adil

15/04/2025 17:36
Penulis & Editor: 曾秀情
Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰)
Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰)

(Taiwan, ROC) --- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan akan mengenakan tariff baru pada semikonduktor serta produk obat-obatan, yang dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu dekat. Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menyampaikan bahwa pemerintah akan menghadapi perubahan tarif AS dengan tiga langkah, meliputi menstabilkan industri domestik, mempersiapkan isi negosiasi dan siap mengaktifkan langkah respons kapan saja.

Untuk menghadapi perubahan tarif AS, Yuan Eksekutif telah mengajukan serangkaian mekanisme yang memiliki nilai NT$88 miliar (setara US$2,7 miliar). Publik juga mempertanyakan kapan rancangan undang-undang khusus akan diajukan ke Yuan Legislatif untuk ditinjau. Saat ditemui di Yuan Legislatif, PM Cho menyatakan bahwa pemerintah telah mengajukan langkah-langkah stabilisasi industri senilai NT$88 miliar, tetapi karena AS terus mengumumkan kebijakan yang berbeda, maka pemerintah membutuhkan lebih banyak waktu untuk merespons.

Cho Jung-tai juga menyatakan bahwa tim negosiasi baru-baru ini telah mengadakan konferensi video dengan pihak AS, dan siap untuk menyampaikan harapan Taiwan kepada AS, serta meminta masyarakat untuk memberi pemerintah lebih banyak waktu. ho Jung-tai mengatakan, "Seperti yang kita semua ketahui, telah ada kontak resmi pertama melalui konferensi video, jadi kami sekarang siap untuk memulai dengan strategi yang telah kami persiapkan, untuk menyampaikan harapan kami kepada pihak AS. Kami berharap dapat benar-benar mencapai keseimbangan perdagangan bilateral dan keadilan perdagangan, serta membantu menstabilkan industri kami. Tentu saja, kami juga meminta masyarakat untuk memberi kami lebih banyak kesabaran dan waktu, mari kita bekerja sama untuk menyelesaikan tugas ini."

Ketika PM Cho melanjutkan sesi interpelasi di Yuan Legislatif, anggota KMT Tu Chuan-chi (涂權吉) kemudian menanyakan apakah negosiasi Taiwan-AS menyentuh isu-isu seperti pembelian militer dan gas alam. Menanggapi hal tersebut, PM Cho menjawab bahwa ia senang Taiwan mendapat kesempatan prioritas untuk mengadakan konferensi video dengan AS. Berdasarkan praktik negosiasi internasional dan kesepahaman kedua belah pihak, pertemuan tersebut berfokus pada pertukaran pendapat mengenai berbagai isu termasuk tarif timbal balik, hambatan perdagangan non-tarif, dan kontrol ekspor. Ini adalah langkah awal, dan pemerintah akan mempersiapkan semua data untuk negosiasi berikutnya dengan AS. Mengenai waktu pelaksanaan, pemerintah masih berusaha mendapatkan waktu yang paling menguntungkan bagi Taiwan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解