Datangnya taifun Haikui serta-merta mengakibatkan gangguan pada transportasi laut dan udara di Pulau Penghu selama dua hari berturut-turut.
Ini juga berdampak pada pasokan barang kebutuhan sehari-hari dan menimbulkan "kenaikan harga" yang cukup signifikan.
Penjualan produk kubis mencapai lebih dari NT$400 per buah, muncul di supermarket Penghu Farm Association, membuat banyak warga Penghu mengeluh kemahalan.
Semenjak bulan Juli, cuaca di Taiwan terus-menerus dipengaruhi oleh taifun dan hujan lebat, yang membuat harga sayuran tetap tinggi.
Harga kubis dari daerah pegunungan diberitakan bisa mencapai NT$110 hingga NT$120 per 1 kati (600 gram), sementara kubis dari dataran rendah dijual mulai harga NTS70.
Orang-orang mengeluh bahwa jika membeli satu kubis utuh dari daerah pegunungan, maka harganya bisa melebihi NT$400, dan banyak yang mengatakan "kemahalan". Di lain pihak, saat ini, harga sayuran diberitakan masih fluktuatif.
Seorang pengguna Facebook di Penghu membagikan unggahan menyampaikan bahwa dirinya membeli kubis berkisar 2 kg dengan harga NT$414.
Setelah unggahan itu menjadi viral, netizen lokal pun mengeluh bahwa mereka tidak mampu membelinya.
Meski demikian, ada juga yang mencoba memberikan penjelasannya, "Sebenarnya harga beberapa barang di luar pulau Taiwan, biasanya akan lebih mahal dibandingkan di dalam pulau Taiwan”.
Menanggapi harga kubis di pasaran yang saat ini melambung tinggi, Menteri Pertanian Chen Chi-chung (陳吉仲) mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau dampak taifun terhadap sayuran yang ditanam di pegunungan Nantou, dan memperkirakan pasokan kubis akan kembali pulih pada pertengahan September.
Selain itu, Menteri Chen meminta kepada para konsumen untuk jangan terlampau khawatir, karena pasokan akan kembali normal sebelum Festival Pertengahan Musim Gugur datang.