(Taiwan, ROC) Setelah taifun Gaemi melanda Taiwan, harga sayur mayur hingga saat ini masih mahal, baru-baru ini harga kembang kol (putih) di salah satu pasar tradisional di Kaohsiung 1 taijin (kati) mencapai nT$ 350 , ada pedagang yang kuatir diprotes, maka hanya menjual kembang kol impor, sementara harga daun kemangi naik 1 kali lipat, maka penjual makanan gorengan menggunakan bawang bombay sebagai pengganti daun kemangi. Dinas Industri Pertanian Pemkot Kaohsiung menyampaikan, selain kerusakan pertanian yang memerlukan pemulihan, dikarena menyambut perayaan Zhong Yuan, maka permintaan meningkat ehingga menyebabkan harga sayur-mayur membumbung, diprakirakan 2-3 minggu harga baru dapat stabil kembali.
Seorang warga saat berbelanja di pasar Guomin di Lingya Distrik Kaohsiung menuturkan, pada tanggal 9 Agustus yang lalu, 1 kembang kol dengan berat tidak sampai 1 kati seharga lebih dari NT$ 280, dari penjual sayur menjelaskan akibat taifun kekurangan stok, pada hari tersebut dijual dengan harga NT$ 350/ kati.
Selain itu, pemilik toko makanan gorengan mengatakan, bahan pelengkap ayam goreng ala Taiwan adalah daun kemangi, sebelum taifun Gaemi, harga daun kemangi berkisar NT$ 50-60/kati, setelah taifun naik menjadi lebih dari NT$ 100/ kati. 2-3 hari sebelum hari ayah, mengalami kekurangan stok, sehingga menggunakan bawang bombay untuk menggantikan daun kemangi. Masih ada bahan pelengkap yang mengalami kenaikan harga, yakni daun ketumbar, dari sebelum taifun Gaemi, harga daun ketumbar perkisar NT$100/kati naik menjadi NT$ 600/kati.
Dinas Industri Pertanian Pemkot Kaohsiung mengatakan, akibat taifun Gaemi industri pertanian Kaohsiung mengalami kerugian mencapai NT$ 220 juta, pada awal bulan Agustus hingga sebelum taifun Gaemi, kuantitas sayur mengalami penurunan 10%, memicu kenaikan harga sayur-mayur, diantaranya sayuran buah dengan skala kenaikan harga paling tinggi mencapai 80-90%, sayuran daun hijau 20%, sedangkan umbi-umbian harganya relatif stabil dan kubis 2%.