(Taiwan, ROC) --- Harga telur telah naik selama 3 minggu berturut-turut, dengan total kenaikan 8 NT$ per kati. Konsumen melaporkan bahwa mereka merasakan dampak kenaikan harga ini.
Pada Senin kemarin (10/3), Kementerian Pertanian (MOA) menyatakan pihaknya telah meminta industri untuk mendiskusikan fluktuasi perbedaan harga antara harga produsen dengan harga grosir, mengingat biaya transportasi yang berbeda di setiap daerah seharusnya menghasilkan perbedaan harga yang berbeda pula.
Asosiasi Peternak Ayam berpendapat bahwa mekanisme perbedaan harga yang wajar dapat mendorong tingkat konsumsi.
Menurut media lokal di Taiwan, harga telur terus meningkat sejak akhir Februari kemarin. Lin Tian-lai (林天來), Ketua Asosiasi Pedagang Telur Kota Taipei, menjelaskan bahwa faktor kunci kenaikan harga 3 NT$ pada minggu ketiga adalah penurunan produksi akibat cuaca dingin yang menyebabkan kematian pada sebagian ayam.
Data terbaru MOA menunjukkan bahwa produksi telur harian saat ini mencapai 125.000 kotak (200 butir per kotak), berkurang 2.000 kotak dari minggu lalu, tetapi masih di atas rata-rata permintaan nasional sebesar 123.000 kotak.
Lee Yi-chien (李宜謙), Direktur Peternakan MOA, menyatakan bahwa harga ditentukan oleh industri sendiri dan Kementerian Pertanian tidak akan mengintervensi.
Lee Yi-chien juga menjelaskan bahwa otoritas Fair Trade Commission (FTC) pada bulan Februari telah menyampaikan kepada industri untuk memperhatikan kemungkinan adanya masalah monopoli terkait perbedaan harga antara produsen dengan distributor.
MOA juga menyarankan bahwa perbedaan harga seharusnya bervariasi di wilayah utara, tengah, selatan, dan timur karena jarak dan biaya transportasi yang berbeda dari lokasi produsen, bukan seragam di seluruh Taiwan.
Menanggapi hal ini, Wang Chien-pei (王建培), Sekretaris Jenderal Asosiasi Peternak Ayam Republik Tiongkok, menyatakan setuju untuk mendiskusikan mekanisme perbedaan harga yang wajar. Menurutnya, hal ini akan memberikan variasi harga bagi konsumen dan pada akhirnya dapat mendorong konsumsi serta melancarkan distribusi.
Data terbaru harga telur menunjukkan bahwa mulai Senin kemarin (10/3), harga grosir naik dari NT$37 menjadi NT$40 per kati Taiwan, dan mulai tanggal 12 Maret 2025, harga produsen akan naik dari NT$27,5 menjadi NT$30,5 per kati Taiwan.