(Taiwan, ROC) --- Merespons kebijakan Donald Trump, beredar kabar bahwa TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) akan memulai konstruksi pabrik ketiga di Arizona tahun ini, yang mana ini diberitakan lebih awal dari jadwal yang ada.
Menanggapi hal ini, TSMC menegaskan tidak akan mengomentari rumor yang beredar, dan menyatakan bahwa proyek pabrik kedua dan ketiga berjalan sesuai rencana.
Para analis berpendapat, mengingat pabrik pertama baru saja memulai produksi massal mereka. Ditambah lagi dengan belum jelasnya permintaan pasar AS, serta harga dan kebijakan tarif yang ada saat ini, maka tidak mungkin TSMC akan memulai pembangunan pabrik ketiga pada tahun ini. Apalagi, TSMC dikenal sebagai perusahaan besar yang sangat konservatif dan hati-hati dalam mengambil keputusan apa pun.
Analis menambahkan bahwa berbagai rumor yang beredar kemungkinan besar hanya ingin menguji reaksi pasar.
Presiden Donald Trump terus menyebut Taiwan mengambil alih bisnis chip AS. Hal ini membuat dunia internasional kian memperhatikan apakah TSMC mendapat tekanan dari AS untuk memperluas investasi di sana.
Kini tersebar rumor bahwa konstruksi pabrik ketiga TSMC di Arizona mungkin dimajukan satu tahun, yakni ke bulan Juni tahun ini.
Menanggapi rumor di atas, TSMC menyatakan tidak akan mengomentari spekulasi pasar. TSMC akan tetap berpegang pada pernyataan dalam rapat investor di bulan Januari lalu, yang menyampaikan bahwa proyek pabrik kedua dan ketiga di Arizona akan berjalan sesuai perencanaan awal.
Berdasarkan permintaan pelanggan, pabrik-pabrik tersebut akan menggunakan teknologi lebih maju termasuk proses 3nm, 2nm dan A16.
Analis industri senior Chen Zi-ang (陳子昂) menganalisis bahwa rumor ini tidak sesuai dengan gaya khas TSMC selama ini. Dari sudut pandang bisnis, pabrik pertama di Arizona baru saja memulai produksi massal 4nm, dan permintaan dari pelanggan AS belum sepenuhnya terlihat jelas.
Kalaupun akan ada ekspansi, seharusnya dilakukan satu per satu, dan tidak ada kebutuhan mendesak untuk memulai konstruksi pabrik ketiga lebih awal.
Chen Zi-ang berpendapat bahwa rumor-rumor yang berkembang ini, kemungkinan besar hanya ingin menguji bagaimana reaksi pasar, sebelum ada negosiasi resmi yang berjalan.