(Taiwan, ROC) Akhir-akhir ini sering terjadi kasus penyelundupan warga negara Tiongkok. Direktur Biro Keamanan Nasional (NSB) Tsai Ming-yen (蔡明彥) menyampaikan, gangguan maritim di zona abu-abu semakin gencar, NSB menganalisa apakah kasus penyelundupan tersebut termasuk manipulasi RRT, NSB akan membantu Ditjen Keamanan Laut dan Pantai dalam membangun sistem pengawasan pantai untuk mengurangi terjadinya kasus serupa.
Kemarin pagi, dalam rapat Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional, Yuan Legislatif membahas 24 kasus diantaranya putusan anggaran pemerintah pusat tahun 2025, pembekuan anggaran NSB dan lainnya. Legislator parpol Demokrat Progresif (DPP) Luo Mei-ling (羅美玲) dan Chen Chun-yu(陳俊宇) mengungkit permasalahan kasus yang sering terjadi baru-baru ini di mana warga negara Tiongkok menyeberangi Selat Taiwan secara ilegal, dan apakah di balik kasus-kasus ini berhubungan dengan tindakan RRT mengintervensi zona abu-abu untuk menguji kelemahan pertahanan pantai Taiwan.
Direktur Biro Keamanan Nasional (NSB) Tsai Ming-yen (蔡明彥) mengatakan, RRT mengintervensi zona abu-abu semakin gencar, pada tanggal 15-16 Mei, terdapat 4 patroli RRT memasuki perairan sekitar Kinmen sebanyak 2 kali. Selain itu, sisi barat garis tengah selat mendapati 20-30 kapal besi Tiongkok tanpa bendera, dikarenakan RRT memberlakukan moratorium penangkapan ikan pada saat ini, namun terdapat banyak sekali kapal nelayan tak berbendera, ada kemungkinan ini berkaitan dengan motif politik.
Berkaitan dengan kinerja sistem pengawasan keamanan pantai, Direktur NSB Tsai Ming-yen mengambil contoh, 2 warga Tiongkok berupaya menyelundup ke Pulau Erdan di Kinmen pada 2 hari yang lalu, dan terdeteksi sensor kamera termal inframerah milik Ditjen Keamanan Pantai dan Laut maka segera menindaklanjutinya.
Dalam sidang interpelasi, legislator Kuomintang Ma Wen-chun mempertanyakan, militer RRT dapat mendarat di “pantai merah” sepanjang New Taipei hingga Taoyuan, atau di pelabuhan dengan mudah, sejak Mei tahun lalu hingga bulan Mei tahun ini, ada 7 kasus warga Tiongkok yang menyelundup masuk Taiwan, hal ini setara dengan Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) terus menerus menguji tim keamanan nasional Taiwan, alhasil tim ini dinilai belum lolos uji, sementara Ditjen Keamanan Laut dan Pantai sejak tahun 2016 telah memasang kamera infra merah, drone dan lainnya, dan belum ada hasil yang efektif.
Tsai Ming-yen menjelaskan, sistem pengintaian pantai milik Ditjen Keamanan Pantai dan Laut, awalnya ditempatkan di luar pulau, beranggapan karena luar pulau lebih berkemungkinan diintrusi kapal kecil atau perahu karet, selanjutnya pulau Taiwan juga akan memperkuat pertahanannya, NSB akan meminta Ditjen Keamanan Laut dan Pantai untuk mengusulkan rencana perbaikan untuk menjaga pertahanan pesisir.