Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Kecelakaan Sanxia Renggut 3 Nyawa, Haruskah Membatasi Pengemudi Lanjut Usia? Membandingkan Peraturan Negara Lain: Apakah Taiwan Terlalu Longgar?

22/05/2025 09:33
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Kecelakaan Sanxia Renggut 3 Nyawa, Haruskah Membatasi Pengemudi Lanjut Usia? Membandingkan Peraturan Negara Lain: Apakah Taiwan Terlalu Longgar? 圖/LINE TODAY
Kecelakaan Sanxia Renggut 3 Nyawa, Haruskah Membatasi Pengemudi Lanjut Usia? Membandingkan Peraturan Negara Lain: Apakah Taiwan Terlalu Longgar? 圖/LINE TODAY

(Taiwan, ROC) --- Kecelakaan fatal di Sanxia yang terjadi pada Senin kemarin (19/5) mengejutkan masyarakat, dimana pengemudi berusia 78 tahun bermarga Yu (余姓) sama sekali tidak mengerem dan menabrak dengan kecepatan tinggi.

Insiden tersebut menewaskan 2 siswi dan 1 pengendara motor, serta melukai 15 orang lainnya dengan tingkat keparahan yang berbeda. Kejadian ini memicu kemarahan publik dan memunculkan pertanyaan apakah perlu pembatasan yang lebih ketat untuk pengemudi lanjut usia.

Menanggapi hal ini, tokoh media Huang Wei-Han (黃暐瀚) menyatakan bahwa sebenarnya Taiwan sudah memiliki pembatasan untuk pengemudi lanjut usia.

Namun, jika dibandingkan dengan Jepang, Singapura, Hong Kong, dan Inggris, apakah peraturan yang berlaku di Taiwan terlalu longgar?

Menanggapi kecelakaan fatal di Sanxia, Huang Wei-han mengatakan bahwa kejadian ini memunculkan kembali masalah yang sudah lama didiskusikan dalam masyarakat Taiwan, yakni haruskah Taiwan membatasi pengemudi lanjut usia?

Faktanya, Taiwan sudah memiliki pembatasan untuk pengemudi lanjut usia. Pengemudi berusia 75 tahun ke atas harus lulus pemeriksaan kesehatan dan tes kognitif otak untuk dapat memperpanjang SIM selama tiga tahun.

Namun, pengemudi berusia 78 tahun dalam insiden Sanxia ini baru saja memperpanjang SIM-nya pada Februari tahun ini (kemungkinan perpanjangan kedua), yang menunjukkan bahwa prosedur dan metode perpanjangan SIM yang berlaku saat ini tidak dapat sepenuhnya mencegah terjadinya kecelakaan.

Dari berbagai rekaman CCTV diketahui bahwa sebelum tabrakan mematikan tersebut, pengemudi ini sudah menunjukkan perilaku menyimpang, meliputi mundur menabrak mobil di belakang, kabur setelah menabrak tanpa turun memeriksa, berkendara terlalu cepat di gang dan menabrak pejalan kaki.

Huang Wei-han menekankan, pengemudi lanjut usia sama sekali bukan satu-satunya musuh dalam diskusi keselamatan berlalu lintas. Mengemudi dalam keadaan mabuk, narkoba, atau kelelahan sebenarnya menimbulkan lebih banyak korban jiwa dan luka-luka.

Namun bagaimana membuat pengemudi lanjut usia yang tanpa niat jahat, menghindari kecelakaan yang tidak terkontrol akibat ketidakseimbangan tubuh, adalah isu yang perlu didiskusikan serius oleh Departemen Transportasi dan masyarakat kita.

Huang Wei-han menunjukkan, batas usia pengemudi lanjut usia di berbagai negara adalah Jepang 70 tahun, Singapura 65 tahun, Hong Kong 60 tahun, Inggris 70 tahun. Sedangkan Taiwan 75 tahun.

Di Taiwan, pengemudi berusia 75 tahun ke atas harus lulus pemeriksaan kesehatan dan tes kognitif otak untuk dapat memperpanjang SIM selama tiga tahun.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解