Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Industri Bahas Sumber Energi, Kelompok Perlindungan Lingkungan Imbau Tidak Kembali Memakai Energi Nuklir

14/05/2024 18:02
Penulis & Editor: 曾秀情
Industri Bahas Sumber Energi, Kelompok Perlindungan Lingkungan Imbau Tidak Kembali Memakai Energi Nuklir
Industri Bahas Sumber Energi, Kelompok Perlindungan Lingkungan Imbau Tidak Kembali Memakai Energi Nuklir

(Taiwan, ROC) -- Diskusi yang diangkat oleh Wakil Ketua Wadah Pemikir Partai Progresif Demokrat, Chairperson Pegatron Tung Tze-hsien (童子賢) beberapa hari ini tentang energi nuklir, memicu perhatian masyarakat luar yang ingin mengetahui apakah ada perubahan kebijakan partai berkuasa DPP terkait pemakaian sumber energi. Sebagian besar kelompok perlindungan lingkungan pada hari Selasa ini (14/5) berkumpul dan mengeluarkan pers rilis menyampaikan bahwa, letak Taiwan rentan dengan gempa bumi, bencana alam dapat memicu musibah sampingan yang disebabkan dari energi nuklir, ditambah lagi dengan biaya penanganan limbah nuklir, biaya listrik rendah yang kita nikmati saat ini akan menjadi beban tanggungan bagi anak cucu generasi mendatang. Kelompok masyarakat ini mengimbau agar industri bersikap rasional, melakukan dialog ilmiah terkait kebijakan sumber energi, tidak lagi kembali ke cara kuno memakai energi nuklir.

 

Belakangan ini beberapa industri memberikan pandangan mereka terhadap kebijakan sumber energi nuklir, Chairperson Pegatron Tung Tzu-hsien (童子賢) memberi saran, pabrik PLTN 2 dan PLTN 3 ditunda, meratakan PLTN 4, mendatangkan pabrik pembangkit tenaga nuklir baru dari Belanda. Chairperson PSMC, Frank Huang mengusulkan perusahaan swasta dapat membangun PLTN kecil sendiri. Berkaitan dengan sumber energi nuklir, Tung Tzu-hsien dan kalangan industri menyampaikan bahwa masyarakat luar ingin mengetahui apakah ada perubahan kebijkan pemerintah, sebagian besar kelompok perlindungan lingkungan pada hari Selasa ini (14/5) menggelar konferensi pers, menyampaikan pihaknya menentang pembangunan PLTN di kawasan patahan dan penundaan mengnon-aktifkan PLTN tua.

 

Ketua Wild at Heart Legal Defense Association Chen Hsien-cheng (陳憲政) mengatakan, industri Taiwan mendapat banyak subsidi pemerintah, biaya listrik jauh lebih rendah dibandingkan negara lainnya, seperti saat ini pemakaian sumber energi nuklir dapat menghemat biaya listrik, akan mengurangi investasi penghematan energi industri, kurangnya insentif untuk mekanisme perbaikan. Chen Hsien-cheng mengatakan, ”Beberapa biaya keamanan ini, ditambah dengan modal penanganan limbah nuklir, ditambah lagi pengnon-aktifan PLTN juga akan menambah modal biaya, apakah semua ini juga diperhitungkan? Semua ini menjadi beban tanggungan dari semua masyarakat. Jika kita menikmati tarif listrik yang rendah, terutama biaya industri besar dikesampingkan, semua ini akan dibebankan kepada anak cucu di masa mendatang, ini melanggar keadilan generasi. Maka dari itu kami beranggapan penundaan PLTN atau pembangunan PLTN bertujuan agar tarif listrik bisa diturunkan, ini juga merupakan kemurahan orang lain dan juga hutang bagi generasi mendatang.”

 

Asosiasi Informasi Lingkungan Taiwan (TEIA) Yeh Gwo-liang (葉國樑) mengatakan, kalangan industri beranggapan pengnon-aktifan PLTN masih dapat ditunda, dan gagasan pembangunan PLTN juga tidak tepat, dikarenakan penyimpanan limbah nuklir perlu puluhan ribu tahun ke atas, kadar radiasi baru dapat menurun hingga standar yang dinilai aman, modal biaya nuklir selain mahal juga berbahaya bagi kesehatan. Yeh Gwo-liang (葉國樑) mengatakan, dalam meningkatkan energi terbarukan, sistem penyimpanan listrik, dan jaringan pintar, ia menyakini komunitas bisnis harus melakukan dialog studi ilmiah kebijakan energi dan bersikap rasional.

 

Pengacara khusus Wild at Heart Legal Defense Association Tsai Ya-ying (蔡雅瀅) mengatakan, posisi Taiwan rentan dengan gempa bumi, risiko bencana alam sangat tinggi, apabila terjadi musibah nuklir, masyarakat tidak dapat menanggung risiko kontaminasi radiasi nuklir, PLTN 1, PLTN 2 dinonaktifkan secara aman, PLTN 3 akan dinon-aktifkan juga, dan Taiwan tidak kembali memakai sumber energi nuklir.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解