(Taiwan, ROC)-- Keselamatan lalu lintas semakin mendapat perhatian masyarakat. Kementerian Pendidikan (MOE) Taiwan mendanai lembaga pendidikan anak usia dini agar memasukkan isu-isu penting ke dalam kurikulum, termasuk pendidikan keselamatan lalu lintas. Melalui kegiatan dan permainan, Taman Kanak-kanak (TKK) bekerja sama dengan kantor polisi terdekat, mengajarkan anak-anak cara menyeberang jalan dengan aman dan mengenali bahaya di lingkungan sekitar mereka.
Dalam siaran pers pada 11 Juni, MOE mengungkapkan bahwa sejak tahun ajaran 2022, mereka telah mendorong pelaksanaan program “Integrasi Isu ke dalam Kegiatan Pengasuhan dan Pembelajaran” di lembaga pendidikan anak usia dini. Program ini mencakup topik-topik beragam, seperti pendidikan keselamatan, pendidikan kehidupan, kesetaraan gender, dan literasi membaca. Hingga kini, jumlah lembaga yang berpartisipasi telah bertambah menjadi 115.
TK Nirlaba Wanlai di Kabupaten Changhua menganggap bahwa keselamatan lalu lintas sangat berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Oleh karena itu, mereka bekerja sama dengan satuan lalu lintas kepolisian setempat untuk mengadakan kegiatan simulasi menyeberang jalan dan mengenali lampu lalu lintas. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak belajar mengenali orang, benda, dan situasi berbahaya di lingkungan sekitar. Selain itu, permainan ini juga melatih keterampilan motorik kasar anak.
Selain itu, TK Nangang di Kota Taipei mengembangkan permainan papan berjudul “Tubuhku, Aku Jaga” yang dikombinasikan dengan buku cerita anak. Tujuannya adalah membantu anak memahami batas tubuh mereka sendiri, mendengarkan perasaan tubuh mereka sendiri dan orang lain, serta belajar menghormati orang lain. Anak-anak juga diajarkan untuk berani mengatakan "tidak" dan membangun kesadaran perlindungan diri.
MOE menegaskan bahwa lembaga pendidikan anak usia dini menggunakan pendekatan pengajaran terintegrasi (tanpa pemisahan mata pelajaran). Ke depan, kementerian akan terus mendorong pengintegrasian topik-topik seperti keselamatan dan kesetaraan gender ke dalam kegiatan pembelajaran, serta bekerja sama dengan pendidikan keluarga untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak.