(Taiwan, ROC) Presiden AS Donald Trump dua hari yang lalu menyerukan agar Iran menyerah tanpa syarat. Kemarin (18/6), Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa Iran "tidak akan menyerah." Kantor berita milik badan usaha negara Iran, sebelumnya merilis video “bom nuklir” dengan teks bertuliskan “mungkin,” yang sarat makna ancaman.
CNN melaporkan, dalam pidato Ali Khamenei menyampaikan bahwa pihaknya membiarkan orang Amerika mengetahui bahwa Iran adalah bangsa yang pantang menyerah. Segala bentuk intervensi militer pasti akan mendatangkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki.” Ini merupakan pernyataan publik kedua Ali Khamenei sejak Israel melancarkan serangan ke Iran pekan lalu.
Ia memperingatkan, “memahami Iran, rakyat dan sejarahnya, tidak akan pernah mengancam bangsa ini, karena bangsa Iran pantang menyerah.”
Beberapa hari yang lalu Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa bagi AS dan Israel, Khamenei adalah "target yang mudah", bahkan meningkatkan nada ancamannya di platform media sosial pribadinya “Truth Social” dengan menyerukan “menyerahlah tanpa syarat!”
Majalah Newsweek melaporkan bahwa di tengah tindakan militer Israel untuk menghancurkan kemampuan nuklir Republik Islam Iran, video berdurasi 17 detik yang menunjukkan tangan menyentuh bom nuklir diunggah ke akun X resmi dalam bahasa Arab milik Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), disertai teks “mungkin.”
Reuters melaporkan bahwa setelah serangan udara Israel pada malam hari, ribuan orang melarikan diri dari ibu kota Iran, Teheran. Sumber menyebutkan Trump tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan Israel dalam menyerang situs nuklir Iran.
Militer Israel menyatakan 50 jet tempur mereka telah melakukan serangan malam ke sekitar 20 lokasi di Teheran, termasuk tempat produksi bahan, komponen, dan sistem pembuatan rudal.
Seorang sumber yang mengetahui diskusi internal mengatakan Trump dan timnya sedang mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk bergabung dengan serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran.
Perwakilan tetap Iran untuk Kantor PBB di Jenewa, Ali Bahreini, menyatakan bahwa Teheran telah memperingatkan Washington bahwa jika AS ikut campur langsung dalam bentuk apa pun, Iran akan melakukan pembalasan, dan menyebut AS sebagai “komplotan” atas tindakan Israel.