Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Pameran Makanan Taipei Internasional Menarik 1.700 Perusahaan Ikut Berpartisipasi

25/06/2025 18:00
Penulis & Editor: Amina Tjandra
FOOD TAIPEI MEGA SHOWS diresmikan pada tanggal 25 Juni 2025, partisipasi internasional dalam pameran tahun ini kembali mencetak rekor baru, dengan perusahaan dari 33 negara . (foto: CNA)
FOOD TAIPEI MEGA SHOWS diresmikan pada tanggal 25 Juni 2025, partisipasi internasional dalam pameran tahun ini kembali mencetak rekor baru, dengan perusahaan dari 33 negara . (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) FOOD TAIPEI MEGA SHOWS digelar hari Selasa (25/6), Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA) mengatakan, pameran tahun ini melibatkan 1.700 perusahaan, 4.500 stan mencatat rekor skala besar baru, dengan mengundang 3.000 buyer internasional ke Taiwan, diprakirakan jumlah pengunjung akan mencapai lebih dari 45.000 orang. Tahun ini, peserta pameran berasal dari 33 negara diantaranya Jepang, Australia, Korea, Singapura dan lainnya, masih ada pavilion AS yang paling besar yang mencakup hampir 80 perusahaan.

FOOD TAIPEI MEGA SHOWS diresmikan hari Selasa ini (25/6) mencakup 5 pameran utama diantaranya pameran makanan internasional Taipei, pameran mesin pengolahan makanan, pameran peralatan bioteknologi dan farmasi, pameran industri pengemasan dan pameran peralatan dan perlengkapan untuk industri hotel, restoran dan catering, TAITRA memprakirakan jumlah pengunjung tahun ini akan mencapai 45.000 orang.

Ketua TAITRA James Huang mengatakan, tahun ini menarik 1.700 produsen, 4.500 stand, skala partisipasi peserta pameran mencatat angka tinggi, dibandingkan dengan tahun lalu naik 2-3%, hal ini menunjukkan setelah pandemi, skala pameran makanan Taipei internasional semakin meningkat, pada tahun ini mengundang 3.000 orang yang datang dari 33 negara buyer internasional, suatu peluang bisnis yang fantastis. 

James Huang mengatakan, bahwa partisipasi internasional dalam pameran tahun ini kembali mencetak rekor baru, dengan perusahaan dari 33 negara turut serta, termasuk Jepang, Australia, Indonesia, India, Thailand, Malaysia, Sri Lanka, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, dan Singapura. Di antaranya, Paviliun Amerika Serikat terdiri dari lebih dari 80 perusahaan, menjadikannya paviliun negara terbesar dalam pameran ini.

Dalam sambutan Ketua Asosiasi Industri Mesin Makanan dan Farmasi Taiwan, Sung Chi-Pei (宋奇沛) mengatakan, industri mesin dan peralatan sangat terdampak oleh gejolak rantai pasok global, terutama akibat praktik dumping harga murah dari Tiongkok dan penguatan nilai tukar dolar Taiwan. Semua sektor menghadapi tantangan berat. Ia berharap melalui penerapan dan peningkatan teknologi AI, serta dukungan kuat dari sektor pemerintah, akademisi, dan industri, Taiwan dapat terus mendorong kualitas riset dan pengelolaan dalam manufaktur, sehingga mampu keluar dari tekanan rantai pasokan Tiongkok dan praktik dumping harga murah.

Ketua Asosiasi Industri Pengemasan Taiwan, Kuo Feng-Piao (郭豊標), menyampaikan bahwa kebijakan tarif Amerika Serikat dan apresiasi tajam dolar Taiwan memberikan tantangan besar bagi industri Taiwan yang berorientasi ekspor, khususnya bagi usaha kecil dan menengah serta industri tradisional. Namun demikian, UMKM Taiwan telah berkembang dari sekadar produsen OEM menjadi pemilik merek sendiri dan aktif memperluas pasar internasional, menunjukkan kekuatan besar dalam menopang perekonomian Taiwan. Ia berharap pemerintah dapat membantu UMKM tampil di panggung yang lebih tinggi dan lebih luas.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解