(Taiwan, ROC) --- Ditjen Klimatologi Sentral kembali mengeluarkan peringatan suhu tinggi (panas). Jumat hari ini (27/6) Kota Tainan, Kota Kaohsiung, Kabupaten Pingtung, dan Kabupaten Hualien berada dalam status peringatan oranye, dengan kemungkinan suhu mencapai 36C.
Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas luar ruangan, pekerjaan, dan olahraga yang tidak perlu. Ahli klimatologi Taiwan, Lin De-en (林得恩) menyatakan bahwa panas yang menyengat membuat suhu yang terasa oleh tubuh menembus 40 derajat.
Dalam postingannya hari ini, Lin De-en menerangkan bahwa suhu yang terasa (Apparent Temperature) biasanya mengacu pada suhu yang benar-benar dirasakan oleh tubuh manusia. Ini tidak hanya ditentukan oleh suhu lingkungan semata, tetapi merupakan kombinasi dari beberapa faktor yang dihitung untuk menentukan suhu yang dirasakan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi:
1. Suhu udara: Suhu dasar lingkungan.
2. Kelembaban relatif: Ketika kelembaban tinggi, keringat sulit menguap, membuat orang merasa lebih gerah.
3. Kecepatan angin: Angin kencang di musim panas terkadang bisa membawa pergi udara panas, membuat orang merasa sedikit lebih sejuk.
4. Panas radiasi (seperti sinar matahari): Di bawah terik matahari, bahkan ketika suhu udara tidak tinggi, orang bisa merasa sangat panas.
5. Pakaian dan tingkat aktivitas: Mengenakan pakaian tebal atau melakukan aktivitas berat juga dapat meningkatkan sensasi panas.
Lin De-en menjelaskan, indikator representatif untuk suhu yang terasa di musim panas adalah Indeks Panas (Heat Index, HI). Ini adalah ukuran yang menggambarkan suhu yang sebenarnya dirasakan orang dalam cuaca panas dan lembab, mencerminkan perkiraan beban panas yang dirasakan tubuh dalam lingkungan tersebut.
Sebagai contoh, ketika suhu 32C dengan kelembaban relatif 70%, maka kapasitas tubuh dalam mengeluarkan panas melalui keringat menurun, menyebabkan suhu yang terasa menjadi lebih tinggi dari suhu sebenarnya, bisa mencapai 38C.