(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te menyelenggarakan “Sepuluh Pembicaraan Tentang Persatuan Nasional” keempat pada tanggal 1 Juli malam, yang kali ini bertema utama “Pertahanan Nasional”. Presiden Lai Ching-te menyampaikan, tujuan dari Pertahanan Nasional adalah untuk menjamin keamanan nasional dan melindungi perdamaian dunia, sementara perjuangan dari tentara nasional adalah demi kelangsungan dan perkembangan Republik Tiongkok. Namun Presiden Lai Ching-te meragukan, di saat negara-negara tetangga meningkatkan anggaran militer, partai oposisi Taiwan malah membekukan dan menghapus secara besar-besaran anggaran militer Taiwan, memberikan sinyal yang salah bahwa negara kita tidak memiliki tekad untuk melindungi diri kepada dunia internasional, untuk itu mengimbau agar partai oposisi memberikan dukungan atas anggaran, bersama bersatu bagi tentara nasional.
Presiden Lai Ching-te memperluas “Sepuluh Pembicaraan Tentang Persatuan Nasional”, memasuki pembicaraan keempat yang berlangsung pada tanggal 1 malam saat menghadiri Lions Clubs Internasional kawasan 300 A1, dengan tema utama “Pertahanan Nasional”, mendeskripsikan strategi pertahanan nasional pemerintah serta tekad dan hasil revolusi pertahanan nasional saat ini.
Presiden Lai Ching-te mengutip konstitusi dengan mengemukakan, tujuan dari pertahanan nasional adalah untuk menjamin keamanan nasional dan menjaga perdamaian dunia. Tentara nasional harus melampaui perorangan, kawasan dan partai dalam setia pada negara dan cinta pada rakyat, perjuangan dari tentara nasional adalah demi kelangsungan dan perkembangan Republik Tiongkok serta perjuangan demi keselamatan dan kesejahteraan Taiwan, Penghu, Kinmen dan Mazu.
Kepala negara yakin bahwa tentara nasional tidak saja membela negara, tetapi juga adalah kekuatan penting Taiwan dalam pertolongan wabah bencana, serta mengemukakan bahwa pemerintah mendukung tentara nasional, selain terus meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas bagi tentara nasional, juga akan mempertimbangkan untuk memberikan lebih banyak kebijakan sebagai upaya menghormati tentara nasional, tetapi tiba-tiba pemimpin negara beralih pembicaraan, menekankan dalam situasi di mana anggaran tentara nasional Tiongkok terus meningkat sejak tahun 2000, bahkan hingga tahun 2025 sudah mencapai 8 triliun dollar Taiwan, sudah 7 kali lipat lebih banyak dari 20 tahun silam, selain itu dalam ancaman yang dilakukan Tiongkok saat telah melampaui batasan garis pertama pulau, menerobos garis kedua gugusan pulau, berencana mengubah tatanan dasar negara.
Presiden mengatakan, pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk mengerahkan revolusi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman verbal dan militer Tiongkok, membangun strategi kokoh dan tahan lama, membangun kemampuan untuk menghalang ancaman dan serangan lawan, tetapi menghadapi anggaran pertahanan nasional, pada saat Tiongkok terus meningkatkan anggara pertahanannya hingga 2 digit selama beberapa tahun ini, sejak mantan presiden Ma Ying-jeou menjabat, anggan malah mengalami penyusutan, diturunkan hanya sekitar 2% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB), hingga pada masa mantan presiden Tsai Ing-wen baru secara perlahan ditingkatkan kembali menjadi 2,5% dari GDP pada tahun. Presiden Lai Ching-te kembali lagi berkomitmen, tahun ini beliau akan melalui dana anggaran khusus agar anggaran pertahanan nasional bisa mencapai 3% atau lebih dari PDB.
Presiden Lai Ching-te lebih lanjut membeberkan hasil revolusi pertahanan nasional dalam belanja pertahanan nasional, pelatihan pertahanan nasional, kemandirian pertahanan nasional hingga kerja sama industri pertahanan nasional Taiwan dan Amerika Serikat. Beliau menekankan, tidak dapat hanya mengandalkan tentara nasional dalam melindungi negara, melainkan harus bergantung pada seluruh rakyat, untuk itu ia membangun “Komite Pertahanan Seluruh Masyarakat”, meningkatkan kemampuan pertahanan seluruh masyarakat dan mendirikan penghalang yang paling kokoh.