(Taiwan, ROC) Direktur Institut Amerika di Taiwan (AIT), Raymond Greene kemarin malam (2/7) dalam resepsi perayaan hari kemerdekaan AS, ia mengatakan, AS, Taiwan dan sahabat demokrasi saling bergandengan tangan, memanfaatkan setiap peluang untuk meraih kesuksesan besar. Investasi dua arah, AS-Taiwan akan berlanjut menciptakan peluang ekonomi, ia juga menekankan kerja sama sektor teknologi canggih dan industri drone, menekankan bahwa kunci kesuksesan adalah kemampuan inovasi dan rantai pasokan industri yang aman.
Tema resepsi tahun ini adalah “bisbol”, Raymond Greene dan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim saling bertukar jersey bisbol setelah pidato mereka, dan memberikan tanda tangan.
Resepsi Hari Kemerdekaan AS ke-249 yang digelar oleh AIT, dipandu langsung oleh Direktur AIT Raymond Greene, dihadiri pejabat Taiwan antara lain Wakil Presiden Hsiao Bi-khim, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu, Menlu Lin Chia-lung, Menteri Pertahanan Nasional Wellington Koo, Ketua Partai Kuomintang Eric Chu, serta sejumlah duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat di Taiwan.
Dalam sambutan Raymond Greene menyampaikan, AS-Taiwan sama-sama menyukai bisbol, ini mencerminkan nilai penting kedua pihak terhadap kompetisi yang adil dan keyakinan bahwa kerja tim adalah kunci kesuksesan. Ia mengatakan, “Jika Amerika menang, Taiwan juga menang,” dan hal ini terbukti dalam turnamen internasional WBSC Premier12, AS berpandangan optimis terhadap kompetisi sehat dan kerja sama konkret dengan Taiwan.
Dalam sambutan Raymond Greene mengangkat tiga tema utama yakni keamanan, ketahanan, dan konektivitas. Ia mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa posisi AS terhadap Taiwan sudah lama ada dan tidak akan diabaikan. AS menentang segala bentuk pemaksaan untuk mengubah status Taiwan dan akan terus menjaga kekuatan pencegahan serta memenuhi komitmen sesuai dengan Hukum hubungan Taiwan, yakni memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan.
Greene menyebutkan bahwa dengan Taiwan meningkatkan belanja pertahanannya menjadi lebih dari 3% dari PDB tahun ini, AS berharap dapat melihat lebih banyak investasi baik dalam bidang pencegahan militer tradisional maupun ketahanan sosial. Sama seperti dukungan bipartisan yang kuat di Kongres AS terhadap anggaran pertahanan Taiwan, ia meyakini bahwa semua partai politik di Taiwan juga akan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan demi menjaga perdamaian.
Mengenai ketahanan, Greene memuji upaya Taiwan dalam membangun kemampuan pertahanan terhadap “operasi zona abu-abu” dan ketangguhan dalam menghadapi bencana. Ia juga mengapresiasi bantuan Taiwan terhadap bencana gempa di Jepang dan Turki, serta menyebutkan bahwa Global Cooperation and Training Framework (GCTF) telah menjadi platform multilateral untuk menghadapi tantangan lintas bidang.
Untuk topik konektivitas, Greene menyoroti hubungan ekonomi AS-Taiwan, khususnya dalam teknologi mutakhir. Ia menegaskan bahwa siapa yang memimpin dalam pengembangan teknologi AI, akan menentukan masa depan abad ke-21. AS dan Taiwan dengan yakin memimpin dalam industri AI yang kompetitif.
Raymond Greene menyampaikan bahwa investasi dua arah AS-Taiwan terus menciptakan peluang ekonomi. Selain, Amazon Web Services (AWS) pada bulan Juni mengumumkan investasinya sebesar US$5 miliar untuk pembangunan pusat data di Taiwan utara, dan berkat ketersediaan energi AS dan kebijakan pro-bisnis era Presiden Trump, perusahaan-perusahaan Taiwan juga memperluas produksi di AS. Ia secara khusus menyebut perusahaan seperti GlobalWafers dan Foxconn.
Ia mengungkit, saat di Houston menyaksikan kerja sama baru AS-Taiwan untuk industri drone cukup bersejarah AS-Taiwan. Taiwan memiliki keunggulan dalam produksi berskala besar dan teknologi canggih, sementara AS unggul dalam inovasi di bidang drone maka dapat saling melengkapi. Kunci keberhasilan, menurutnya, terletak pada kemampuan inovasi dan rantai pasokan yang aman.