(Taiwan, ROC) -- Ditjen Taman Nasional dari Kementerian Dalam Negeri Taiwan (MOI) menyampaikan pada 30 Juni, bahwa kegiatan pendakian gunung telah meninggalkan masalah sampah. Saat ini, kegiatan perlindungan lingkungan di gunung melalui pengendalian jumlah, pembersihan dan pengawasan berkala, serta edukasi agar tidak ada jejak di pegunungan. Pihaknya juga melakukan kegiatan pendidikan dan promosi lingkungan, mengimbau para pendaki untuk membawa sampah saat turun gunung. Mereka yang membuang sampah sembarangan akan didenda sesuai dengan “Undang-Undang Taman Nasional.”
Liberty Times (LTN) melaporkan pada 29 Juni, bahwa pegunungan di Taiwan diserbu sampah dan rute pendakian “Nenggao Andong” dipenuhi sampah, seperti adanya kaleng gas, plastik, dan berbagai jenis sampah terlihat di area perkemahan, bahkan di danau pegunungan. Ruang penyelamat bertekanan juga dirusak dengan sampah dapur.
Ditjen Taman Nasional menyampaikan dalam konferensi pers, bahwa di masa depan, pihak taman nasional akan terus bekerja sama dengan berbagai agen pemerintah, kelompok-kelompok non-pemerintah dan usaha untuk mempromosikan kegiatan di gunung yang bersih dan bersama-sama melindungi ekologi alam.
Ditjen Taman Nasional menyampaikan, bahwa saat ini seluruh jalur pendakian di di kawasan perlindungan ekologi taman nasional masih dalam proses pengajuan izin dan pengendalian jumlah orang, serta disesuaikan secara bertahap berdasarkan kondisi riil guna memastikan arus orang tidak melebihi daya tampung jalur pendakian dan pondok pendakian, sehingga tidak terjadi tekanan rekreasi yang melebihi beban hutan.