(Taiwan, ROC) -- Pameran Buku Kota Taipei dan Pameran Buku Anak Internasional Taipei hari ini (11/07) resmi dibuka di Taipei World Trade Center Hall 1.
Ketua Asosiasi Penerbit Taiwan, Steve Wu (吳政鴻) menyampaikan bahwa meski sempat menghadapi tantangan pandemi, tahun ini jumlah stan naik 20% , dan untuk pertama kalinya juga digelar pameran buku daring yang berkolaborasi dengan platform e-commerce. Maka dari itu, ia berharap agar batas minimal usia penerima Koin Budaya bisa diturunkan hingga usia 7 tahun.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Urusan Politik Kementerian Kebudayaan, Lee Ching-hwi (李靜慧) membahas kebijakan Koin Budaya, yang tahun ini secara khusus diuji coba dengan menurunkan batas usia menjadi 13 tahun. Dari hasil survei, terlihat bahwa remaja usia 13 hingga 16 tahun menggunakan Koin Budaya dengan bantuan orang tua mereka, dan lebih dari 60% digunakan untuk membeli buku. Hasil ini dinilai sangat positif. Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan akan terus berupaya untuk menurunkan ambang batas usia penerima Koin Budaya.
Tahun ini merupakan kali kedua Pameran Buku Kota Taipei digelar, sementara Pameran Buku Anak Internasional Taipei sudah memasuki tahun ketujuh. Setelah sukses diselenggarakan bersama pertama kalinya tahun lalu dan menarik 150 ribu pengunjung dalam empat hari, kedua pameran ini kembali berkolaborasi untuk mempromosikan minat baca.
Ketua Asosiasi Penerbit Kota Taipei, Chao Cheng-ming (趙政岷) menuturkan, tahun ini hampir 50 penerbit dan 200 stan ikut berpartisipasi, naik 30% dibanding tahun lalu. Selain itu, platform buku digital Readmoo juga turut ambil bagian dalam pameran ini. Ia juga berharap pameran ini dapat menjadikan Taiwan sebagai negara berbahasa Mandarin dengan kebebasan membaca terbesar di dunia.