(Taiwan, ROC) --- Pandemi COVID-19 di Taiwan meluas belakangan ini, dengan lonjakan 623 kasus dalam sepekan.
Taiwan Centers for Disease Control (CDC) menyatakan bahwa situasi penularan COVID-19 di kawasan domestik sedang meningkat.
Pada sepekan lalu, terdapat 623 kasus baru COVID-19 domestik yang dikonfirmasi (dengan komplikasi), meningkat dari 329 kasus baru dari minggu sebelumnya, dengan lansia berusia 65 tahun ke atas menyumbang 79% dari total kasus dengan komplikasi.
Selain itu, ada 38 kasus kematian baru pada minggu lalu, meningkat dari 20 kematian di minggu sebelumnya, dengan lansia berusia 65 tahun ke atas menyumbang 90% dari total kematian.
圖/東森新聞
CDC menjelaskan bahwa hingga saat ini, total 2,77 juta orang telah divaksinasi dengan vaksin XBB di dalam negeri, dengan 13.000 orang divaksinasi minggu lalu, meningkat 8,33% dari 12.000 orang di minggu sebelumnya, dengan tingkat vaksinasi nasional sebesar 11,40%.
Tingkat vaksinasi dosis pertama dan kedua untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas masing-masing adalah 20,62% dan 1,63%. Dengan meningkatnya kasus domestik baru-baru ini, vaksinasi dengan vaksin XBB adalah cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit parah atau kematian setelah terinfeksi.
Saat ini, masih tersedia sekitar 2,869 juta dosis vaksin Moderna XBB dan sekitar 41.000 dosis vaksin Novavax XBB di seluruh negeri. Mereka yang belum divaksinasi dengan vaksin XBB diimbau untuk segera divaksinasi.
Data pemantauan CDC menunjukkan bahwa dalam statistik pemantauan varian COVID-19 selama empat minggu terakhir, varian JN.1 menyumbang 60% dan 54% dari varian yang terdeteksi di dalam dan luar negeri, menjadikannya strain dominan di dalam Taiwan. Namun demikian, proporsinya menurun secara perlahan baru-baru ini.

Varian JN.1 adalah strain virus dominan di dalam Taiwan. Namun demikian, proporsinya menurun secara perlahan baru-baru ini.
Proporsi KP.2 sedikit meningkat, masing-masing menjadi 13% dan 27%. Proporsi KP.3 tetap stabil, masing-masing sebesar 9% dan 5%, dan tren penyebaran varian virus terus dipantau.
CDC kembali mengingatkan, karena kasus domestik terus meningkat, maka masyarakat yang mengalami gejala seperti demam atau batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan lainnya, harus segera menggunakan alat uji cepat (rapid test) rumahan COVID-19 terlebih dahulu, lalu memberi tahu dokter tentang hasil tesnya saat berobat untuk membantu diagnosis.
Selain itu, vaksinasi dengan vaksin XBB adalah cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit parah atau kematian setelah terinfeksi.