Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Baku Tembak Kembali Terjadi di Perbatasan Thailand-Kamboja! Sedikitnya 14 Tewas, PBB Serukan Dialog Damai

25/07/2025 10:55
Penulis & Editor: Aditya Nugraha
泰國軍方表示,柬埔寨24日與泰國在邊境爆發武裝衝突,已造成泰國3個省份9名平民死亡。圖為泰柬邊境居民逃離避難。(美聯社/達志影像)
泰國軍方表示,柬埔寨24日與泰國在邊境爆發武裝衝突,已造成泰國3個省份9名平民死亡。圖為泰柬邊境居民逃離避難。(美聯社/達志影像)

(Taiwan, ROC) -- Tentara Thailand dan Kamboja terlibat bentrokan sengit di perbatasan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri pada Kamis (24/7) menyatakan bahwa telah terjadi pertempuran di sedikitnya enam wilayah. Sementara itu, pejabat utama Kamboja di Provinsi Oddar Meanchey, Jenderal Khov Ly pada hari ini (25/7) juga menyebutkan bahwa pertempuran kembali pecah pada pagi hari di dekat Kuil Ta Muen Thom. Hingga berita ini dirilis, bentrokan antara Thailand dan Kamboja ini telah menyebabkan sedikitnya 14 orang tewas. Menanggapi hal tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar kedua pihak melakukan dialog damai. 

Menurut laporan Associated Press (AP), Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand menyatakan bahwa 1 prajurit Thailand dan 13 warga sipil tewas, sementara 14 tentara dan 32 warga sipil lainnya terluka. Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Somsak Thepsuthin mengecam serangan Kamboja terhadap warga sipil dan rumah sakit, serta menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.

Somsak juga menyatakan bahwa Thailand mendesak Kamboja untuk segera menghentikan tindakan kejahatan perang dan kembali menghormati prinsip hidup berdampingan secara damai.

Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai memperkirakan bahwa konflik ini berdampak pada empat provinsi. Kementerian Dalam Negeri telah menerima perintah untuk mengevakuasi warga yang tinggal dalam radius setidaknya 50 kilometer dari perbatasan.

Kamboja juga terdampak berat akibat konflik ini. Jenderal Khov Ly menyatakan bahwa pertempuran pada Kamis (24/7) kemarin setidaknya telah menyebabkan 4 warga sipil terluka, dan lebih dari 4.000 orang telah dievakuasi dari desa-desa perbatasan ke pusat-pusat evakuasi.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata mengemukakan bahwa pengerahan pasukan bersenjata oleh Kamboja bertujuan untuk mempertahankan wilayah dari ancaman. Dirinya menegaskan bahwa serangan Kamboja difokuskan pada sasaran-sasaran militer, bukan tempat yang lain.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, telah mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB untuk meminta diadakannya pertemuan darurat guna “menghentikan agresi Thailand”. Dewan Keamanan dijadwalkan menggelar pertemuan darurat tertutup pada Jumat (25/7) di New York.

Menanggapi konflik ini, Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal António Guterres mendesak Thailand dan Kamboja untuk “menahan diri semaksimal mungkin dan menyelesaikan masalah melalui dialog.”

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解