(Taiwan, ROC) Yayasan Kesejahteraan Sosial The Pearl S. Buck rata-rata per tahun melayani 200 keluarga, 340 putra-putri imigran baru dari keluarga ekonomi lemah. Selama pelayanan, yayasan mendapati beberapa faktor penyebab seperti latar belakang lintas budaya dari keluarga imigran baru, kondisi ekonomi yang tidak stabil, sehingga pertumbuhan maupun sumber pembelajaran tidak mencukupi. Diantaranya, Yu Shan(于姍), seorang anak yang mendapat kesulitan dalam belajar, namun bertekad untuk mendapatkan sertifikat sebagai pengajar dan Wei-xuan(瑋軒) berupaya keluar dari permasalahan keluarga, ikut serta dalam kompetisi dayung nasional dan berhasil memenangkan medali emas selama dua tahun berturut-turut. Kisah dari kedua anak ini menunjukkan tekad kuat dari generasi kedua imigran baru dan bentuk kepedulian sosial yang kuat.
Yayasan Kesejahteraan Sosial The Pearl S. Buck bekerja sama dengan waralaba Hi-Life menggelar kegiatan amal “donasi uang receh” yang berlangsung pada tanggal 10 Juli – 8 Oktober 2024, dari dana yang digalang akan dialokasikan sebagai dana “ program pembinaan generasi kedua imigran baru dari keluarga ekonomi lemah”, juga berharap melalui uluran bantuan ini dapat membantu putra-putri imigran baru dari keluarga kurang mampu dapat mengejar impian mereka, menumbuhkan semakin banyak SDM bertalenta dan peraih emas, bersama menciptakan masa depan Taiwan yang semakin baik.
Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Selasa ini (2/7), generasi kedua imigran baru Wei-xuan membagikan pengalaman hidupnya, ayahanda meninggal dunia pada saat dia berusia 3 tahun, tak lama kemudian ibunda mengalami sakit cedera karena kecelakaan, situasi ini menyebabkan ekonomi mereka menghadapi kesulitan. Dia merasa beruntung sekali mendapat bantuan dari Yayasan Kesejahteraan Sosial The Pearl S. Buck yang memperkenalkan dirinya dengan orang yang mengadopsinya, membiayai uang sekolah, serta mendapat dukungan dari pekerja sosial dan ibunda, sehingga ia aktif dalam kegiatan luar akademik dan berlatih untuk mengikuti pertandingan cabor dayung. Berkat dukungan dari berbagai pihak ia berhasil meraih impiannya, dan mendapat medali emas 2 tahun berturut-turut.
Yu Shan, karena ibunda berasal dari Daratan Tiongkok, mendapat pendidikan dan budaya yang berbeda, hal ini membuatnya sejak SD mengalami kesulitan dalam belajar, namun dirinya tidak pernah menyerah dalam belajar, bahkan Yu Shan memutuskan untuk menjadi pengajar, selain bisa membantu perekonomian keluarga, juga berharap di masa mendatang bisa membantu siswa yang menghadapi masalah dalam belajar.
CEO Yayasan Kesejahteraan Sosial The Pearl S. Buck, Yu Pei-wen(尤姵文) menyampaikan, beberapa tahun terakhir ini, hampir sebanyak 500 keluarga, 900 putra putri imigran baru dari keluarga lemah yang kami layani, rata-rata memerlukan waktu 6 tahun kondisi ekonomi keluarga mereka baru membaik. Beliau mengharapkan agar semua ikut serta dalam donasi ini, saat ke waralaba Hi-Life menyumbangkan uang receh Anda, NT$ 1,- di kotak donasi, bersama mengubah kehidupan seorang anak, menjadi dewa penolong bagi anak-anak, agar semakin banyak SDM bertalenta di Taiwan, peraih medali emas dan bersama bergandengan tangan menciptakan masa depan yang semakin indah.