Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Tarif AS untuk Taiwan 20%, Presiden Lai: Tarif Sementara, Akan Terus Memperjuangkan Tarif yang Wajar

01/08/2025 16:04
Penulis & Editor: Aditya Nugraha
PD
美公布對台關稅  賴總統記者會說明(1)
美國白宮公布台灣對等關稅稅率暫時為20%,總統賴
清德(圖)1日上午召開「因應美國對等關稅政策記
者會」說明。賴總統表示,這非台灣談判的最終目
標,後續談判將爭取對台灣更有利、更合理的稅率。
中央社記者鄭清元攝  114年8月1日
PD 美公布對台關稅 賴總統記者會說明(1) 美國白宮公布台灣對等關稅稅率暫時為20%,總統賴 清德(圖)1日上午召開「因應美國對等關稅政策記 者會」說明。賴總統表示,這非台灣談判的最終目 標,後續談判將爭取對台灣更有利、更合理的稅率。 中央社記者鄭清元攝 114年8月1日

(Taiwan, ROC) – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang mengumumkan tarif pajak baru yang akan diberlakukan, di mana tarif untuk Taiwan ditetapkan sebesar 20%. 

Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada siang hari ini (1/8) memimpin tim pemerintahan dalam konferensi pers bertajukMenanggapi Kebijakan Tarif Resiprokal Amerika Serikat yang digelar di Istana Kepresidenan, untuk secara langsung menjelaskan kepada publik terkait perkembangan negosiasi tarif.

Presiden Lai menyampaikan, Taiwan telah mengadakan sebanyak empat kali perundingan langsung dan juga sejumlah pertemuan secara daring dengan pemerintah Amerika Serikat (AS). Hingga saat ini, meskipun telah berhasil mencapai pencapaian tahap awal berupa penurunan tarif dari 32% menjadi 20%, angka 20% tersebut bukanlah target awal dalam negosiasi Taiwan. Pihak Taiwan berharap dapat memperoleh tarif yang lebih menguntungkan dan lebih wajar dalam negosiasi lanjutan. AS juga telah menyatakan kesediaannya untuk terus melanjutkan pembicaraan dengan Taiwan.

Presiden Lai menegaskan, apa pun tarif akhir yang nantinya disepakati, dampaknya terhadap industri Taiwan pasti tidak dapat dihindari. Namun, Yuan Eksekutif telah menyiapkan paket dukungan untuk mengatasi dampak dari tarif resiprokal tersebut. Pemerintah juga telah menggelar sekitar 20 sesi dialog dengan pelaku industri dan meningkatkan alokasi anggaran terkait. Selain itu, Undang-Undang Khusus mengenai tarif resiprokal juga telah selesai dibahas di Yuan Legislatif. Presiden berharap Yuan Eksekutif dapat segera mengajukan anggaran khusus guna mengatasi dampak lanjutan dari kebijakan tarif tersebut.

Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) dalam konferensi pers tersebut juga menyampaikan bahwa pihaknya pada sore hari akan mengumpulkan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan penilaian ulang dampak tarif sementara 20% terhadap industri, serta menyesuaikan undang-undang khusus yang mendukung sektor industri. Setelah mendapatkan kesimpulan, hasilnya akan segera dilaporkan kepada publik.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解