(Taiwan, ROC) -- Taiwan dan Inggris menjalin kerja sama bilateral di sektor medis kesehatan. Perwakilan ROC (Republik Tiongkok) untuk Inggris, Kelly Hsieh (謝武樵), bersama dengan Perwakilan Inggris untuk Taiwan, John Dennis, menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Medis dan Kesehatan. Kerja sama kali ini akan memungkinkan warga Taiwan menggunakan ASKES saat berobat ke dokter ketika berada di Inggris.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menyampaikan bahwa jalinan kerja sama antara Taiwan dengan Inggris kian hari kian dekat Pada tanggal 10 Juli 2023. Kedua belah pihak menandatangani “Nota Kesepahaman Kerja Sama Medis dan Kesehatan” pada tanggal 7 Juli 2023 kemarin. Hal ini memperlihatkan semakin eratnya fondasi hubungan kerja sama yang terjalin antara Taiwan dengan Inggris.
Pengawas Teknis Divisi Kerja Sama Internasional MOHW, Liu Li-ling (劉麗玲) menyampaikan, ruang lingkup kerja sama kali ini akan mencakup beberapa hal, meliputi persiapan epidemi, digitalisasi kesehatan, asuransi kesehatan dan kesehatan mental. Liu Li-ling melanjutkan, pihaknya akan menyusun rancangan kerja relevan setiap tahunnya pada masa mendatang, serta akan mempromosikan praktik kerja sama yang lebih substantif.
Inggris di lain pihak juga telah menyatakan ketertarikan mereka terhadap hubungan timbal-balik penggunaan jaminan asuransi kesehatan. Negeri Britania Raya juga akan mengambil dari contoh kerja sama yang sudah ada, yang selama ini terjalin antara mereka dengan Australia. Inggris berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kemauan warga mereka untuk datang ke Taiwan dan sebaliknya. Melalui kerja sama ini, warga Inggris yang tengah berkunjung ke Taiwan juga bisa menggunakan asuransi kesehatan nasional mereka saat berobat ke rumah sakit. Hal yang sama juga berlaku bagi warga Taiwan yang tengah berkunjung atau berada di Inggris.
Liu Li-ling menuturkan, kerja sama kali ini merupakan terobosan terbaru dalam sejarah. Ini juga adalah pertukaran pertama antara Taiwan dengan Inggris di sektor medis kesehatan.
Mengenai detail dari kerja sama, misal biaya pengobatan yang dikenakan apakah akan dibebankan kepada pemerintah Taiwan atau Inggris, maka hal ini akan kembali dibahas dalam dialog kelompok kerja berikutnya.
Liu Li-ling melanjutkan, Inggris mengakui standar medis di Taiwan yang sangat mumpuni.
Oleh karena itu, Inggris akan membahas beberapa topik kerja sama di kemudian hari, misal pembentukan telemedicine atau pendirian bangsal secara virtual.
Inggris juga menantikan pertukaran dan kerja sama yang lebih erat, tentunya dengan menggunakan mekanisme saling berbagi atau melakukan kunjungan bilateral, serta menghelat dialog dan diskusi bersama.