(Taiwan, ROC) – Taifun dan hujan deras menyebabkan harga bahan makanan seperti daging babi dan sayuran naik. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru di sekolah dasar dan menengah, banyak orang tua khawatir makan siang sekolah akan terdampak. Kementerian Pendidikan (MOE) Taiwan baru-baru ini mengeluarkan surat edaran untuk melonggarkan aturan klaim subsidi, agar sekolah lebih mudah menyediakan produk pertanian secara fleksibel.Dalam beberapa waktu terakhir, harga daging babi dan sayuran naik. Seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru di sekolah dasar dan menengah, permintaan bahan makanan untuk makan siang sekolah meningkat tajam. Harga bahan makanan dikhawatirkan tetap tinggi sehingga membuat banyak orang tua khawatir kualitas makan siang anak-anak mereka akan berkurang, dilansir dari laporan UDN (28/8).MOE menjelaskan, aturan sebelumnya mewajibkan 12 jenis sayuran dengan masa panen cepat, harus menggunakan produk pertanian organik atau dengan label ketertelusuran agar dapat mengajukan subsidi.
Namun, Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Pendidikan K-12 telah mengirim surat edaran, masing-masing pada 22 dan 26 Agustus kepada pemerintah daerah dan sekolah. Mulai dari awal semester pertama tahun ajaran 2025 hingga 5 September, persyaratan dilonggarkan sehingga “produk pertanian lokal yang dapat ditelusuri” sudah bisa diajukan untuk subsidi, guna mempermudah sekolah dalam penyediaan bahan makanan.
MOE bersama Kementerian Pertanian juga mendorong “Kebijakan Penggunaan Bahan Pangan Lokal yang Dapat Dilacak dalam Makan Siang Sekolah”. Dalam kebijakan ini, pemerintah memberikan subsidi sebesar NT$10 per orang per porsi untuk makan siang sekolah, dan NT$14 untuk sekolah di daerah terpencil. Subsidi ini juga dimasukkan ke dalam harga kontrak pengadaan sehingga dapat meningkatkan minat perusahaan katering untuk ikut serta dalam tender.