(Taiwan, ROC) --- Saat dingin mulai menusuk di ketinggian 30.000 kaki, selimut yang ditawarkan pramugari sering kali terasa seperti penyelamat. Namun, tunggu dulu. Di balik kehangatannya yang menggoda, tersimpan sebuah rahasia yang mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali untuk menyentuhnya.
Seorang pramugari senior baru-baru ini membongkar fakta yang membuat banyak orang bergidik, awak kabin sendiri sering kali enggan menyentuh selimut di pesawat. Alasannya? Benda itu telah menjadi saksi bisu dari berbagai perilaku penumpang yang, terus terang, menjijikkan.
Dari Ingus Hingga Potongan Kuku di Balik Selimut
Menurut laporan media New York Post, pengakuan mengejutkan ini datang dari Natalie Magee, seorang pramugari dengan pengalaman terbang selama 20 tahun. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi pada selimut-selimut tersebut.
Bukan sekadar rambut atau sisa makanan yang menempel. Natalie Magee dan rekan-rekannya telah melihat penumpang menggunakan selimut untuk mengelap tumpahan kopi dan makanan, membersihkan ingus, bahkan dengan santainya menjadikannya alas untuk mengumpulkan potongan kuku kaki.
Namun, puncak dari semua itu adalah sebuah pemandangan yang sulit dilupakan. "Salah satu situasi paling menjijikkan yang pernah saya lihat adalah seseorang menggunakan selimut itu untuk mengganti popok bayi," ungkap Natalie Magee.
Dicuci atau Hanya Dilipat Ulang?
Pertanyaan besarnya adalah, seberapa sering selimut ini dicuci? Jawabannya ternyata tidak sesederhana yang kita bayangkan.
Natalie Magee menjelaskan, nasib selimut sangat bergantung pada jenis penerbangan dan kebijakan maskapai.
Penerbangan Internasional: Biasanya, selimut dari penerbangan jarak jauh ini akan dikumpulkan oleh perusahaan kebersihan pihak ketiga. Mereka akan mencucinya dengan air panas, lalu menyegelnya kembali satu per satu dalam kantong plastik sebelum digunakan kembali.
Penerbangan Domestik: Nah, di sinilah masalahnya. Natalie Magee mengaku sering kali menerima instruksi untuk sekadar melipat kembali selimut bekas pakai dan meletakkannya di kompartemen penyimpanan untuk penerbangan berikutnya.
Jadi, bagaimana cara mengetahui selimut itu benar-benar bersih? Kuncinya satu, kemasan plastik yang tersegel rapat.
"Jika selimut itu tidak datang dalam kantong yang disegel, Anda tidak bisa menganggapnya bersih," tegas Natalie Magee. Sarannya pun jelas dan sederhana, "Jika saya ingin merasa nyaman, saya pasti akan membawa selimut saya sendiri.
Kisah ini sontak memicu badai komentar di dunia maya. "Lagi-lagi 'kisah horor' dari pramugari," tulis seorang warganet.
Yang lain menambahkan, "Sangat menjijikkan! Untung saya jarang naik pesawat. Saya berani bertaruh, jika ada yang memindai interior pesawat dengan lampu UV, itu akan menjadi pemandangan paling mengerikan yang pernah Anda lihat."