(Taiwan, ROC) Aksi demo besar-besaran terjadi di Indonesia, Presiden Indonesia Prabowo Subianto berangkat ke Tiongkok untuk menghadiri peringatan 80 tahun Hari Kemenangan atas Jepang dan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jin-ping kemarin (3/9). Kepala Negara Tiongkok Xi Jin-ping mengatakan, meskipun tengah "menghadapi kesulitan", Prabowo tetap menghadiri acara ini, hal ini menunjukkan komitmennya terhadap hubungan bilateral. Sedangkan Presiden RI Prabowo juga menyebut bahwa situasi dalam negeri mulai stabil.
Masyarakat Indonesia yang tidak puas dengan tunjangan besar anggota DPR dan turun ke jalan berdemonstrasi pada akhir Agustus, unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah, memicu kerusuhan dan tindakan keras militer yang telah menewaskan sedikitnya 10 orang. Akibat terjadi huru-hara, Prabowo Subianto awalnya membatalkan kunjungannya ke Tiongkok, tetapi kemudian berubah pikiran dan tetap berangkat ke Beijing.
Xi Jin-ping mengatakan bahwa komitmen Prabowo untuk menghadiri peringatan tersebut, meskipun tengah menghadapi kesulitan, ini menunjukkan komitmennya terhadap hubungan Tiongkok-Indonesia, maka Tiongkok mendukung pemerintahan Prabowo, mendukung pemulihan ketertiban dan stabilitas Indonesia yang cepat, serta mendukung pembangunan dan pertumbuhan Indonesia.
Xi Jin-ping menambahkan, kedua belah pihak harus tetap berada di jalur yang benar, memperdalam kerja sama strategis yang komprehensif dan menyelaraskan strategi pembangunan mereka, mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-Indonesia yang stabil dan berjangka panjang, serta memainkan peran utama di tingkat regional dan global. Tiongkok dan Indonesia, harus "bersama-sama menentang perundungan sepihak" dan menjaga perdamaian dan stabilitas regional serta keadilan dan kesetaraan internasional.
Menurut laporan, Prabowo menjelaskan situasi negara dan menyebut "kondisi mulai stabil", pihaknya senang dapat merayakan Hari Kemenangan atas Jepang ke- 80 tahun bersama Tiongkok, Indonesia-Tiongkok adalah mitra baik dan sahabat sejati, mencatat "hubungan terbaik sepanjang sejarah".
Prabowo mengatakan, Indonesia berharap dapat memperkuat kerja sama dengan Tiongkok di berbagai bidang seperti perdagangan, investasi, keuangan, dan infrastruktur, mendorong pencapaian yang lebih besar dalam hubungan bilateral, memberikan manfaat yang lebih besar bagi rakyat kedua negara, dan memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan stabilitas regional.