Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

Wanita Indonesia Ditipu & Dipaksa Layani 7 Pria Sehari, Meninggal saat Terima Tamu

05/09/2025 12:59
Penulis & Editor: K. Cynthia J.K.
(foto: Canva)
(foto: Canva)

(Taiwan, ROC) -- Kejaksaan dan kepolisian berhasil mengungkap sindikat perdagangan manusia yang khusus menipu perempuan asing ke Taiwan untuk dipaksa menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK). Pelaku menahan paspor korban dan membebankan utang fiktif, lalu memaksa mereka melayani pelanggan. Setiap korban diwajibkan melayani 7-10 pria per hari sebelum diizinkan beristirahat. 

Salah satu korban dari Indonesia merasa tidak enak badan saat bekerja, tetapi dianggap berpura-pura sakit dan tetap dipaksa melayani pelanggan hingga akhirnya mengalami serangan jantung. Pelanggan panik dan menelepon 119 untuk memanggil ambulans, tetapi korban meninggal di rumah sakit.

Kasus ini ditangani oleh Kejaksaan Taipei bersama Kepolisian Distrik Songshan. Sindikat prostitusi yang dipimpin oleh pria bermarga Hu Heng-chuan (胡恆銓) dan wanita Vietnam bermarga Wu Ruan Qiang-wei (武阮薔薇), merekrut perempuan Indonesia dari keluarga kurang mampu dengan dalih tawaran kerja, lalu dipaksa menjadi PSK. Sindikat bahkan menugaskan anggota pria sebagai “penguji” yang bertugas berhubungan badan dengan korban sebelum mereka dipekerjakan untuk umum. Setelah itu, "si penguji" akan menulis semacam ulasan dan mempublikasikan pengalaman tersebut di forum pornografi untuk menarik pelanggan.

Hasil penyelidikan menunjukkan ada 20 korban dari Asia Tenggara. Mereka dipaksa bekerja lebih dari 12 jam per hari, tetapi hanya diberi upah  NT$200 hingga NT$500. Hanya saat menstruasi mereka diperbolehkan istirahat. Seorang korban bahkan dituduh memiliki utang hingga NT$200 ribu dan setiap hari harus melayani 7 pria. Pada Juli 2024, saat merasa sakit, ia tetap dipaksa bekerja hingga akhirnya terkena serangan jantung. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong. Selama dirawat, korban sempat menggunakan ponsel untuk mengetik pesan kepada pekerja sosial dan staf KDEI, di mana ia mengungkapkan tidak ingin kembali ke bosnya.

Pada 3 September, Kejaksaan Taipei menuntut kedua pelaku dan sejumlah anggota sindikat atas pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Perdagangan Manusia serta Tindak Pidana Perantara dan Penampungan Prostitusi Ilegal. Sindikat ini diperkirakan meraup keuntungan ilegal sedikitnya NT$3,62 juta. Oleh karena itu, jaksa menuntut hukuman penjara lebih dari 6 tahun bagi Hu dan Wu selaku pimpinan sindikat.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x