(Taiwan, ROC)-- Zeng Yi-shan (曾苡姍) adalah seorang Penduduk Imigran Baru asal Indonesia yang telah tinggal di Taiwan selama 16 tahun. Selain menguasai bahasa Mandarin, ia juga dapat berbicara dengan para lansia menggunakan bahasa Hakka. Bersama “Taiwan Orange Hakka Organizaiton”, ia terjun dalam layanan pendampingan Penduduk Imigran Baru dan perawatan lansia. Ia berharap dapat mematahkan stereotip masyarakat Taiwan terhadap Penduduk Imigran Baru dengan menegaskan, “Kita semua adalah orang Taiwan.”
“Meski lingkungan geografis di Taiwan berbeda, budaya kehidupan sehari-hari sebenarnya mirip dengan Indonesia,” ujar Zeng Yi-shan. Ia berasal dari keluarga Tionghoa peranakan di Indonesia. Setelah menikah dan pindah ke Taiwan, ia merasa bahwa masyarakat Taiwan sangat ramah dan hangat.
Zeng Yi-shan juga memiliki beragam pengalaman kerja, seperti menjadi penerjemah dan membantu Taiwan Orange Hakka Organizaiton dalam pembuatan film dokumenter “Dari Jalan Tua Toufen ke Pasar: Integrasi Budaya Penduduk Imigran Baru”. Ia juga ikut menyusun materi ajar Budaya Hakka untuk SMA, kegiatan jelajah daerah, serta menerbitkan buku bergambar berbahasa Indonesia.
Tahun ini, Zeng Yi-shan mendapat pengakuan dari Kementerian Kebudayaan Taiwan atas programnya yang bertajuk “Program Pelestarian Seni dan Budaya di Miaoli”. Ia bertekad untuk terus turun langsung ke masyarakat, dengan harapan agar masyarakat lebih mengenal kebudayaan Miaoli dan menerima keberagaman.