(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari ini (9/9) menghadiri pembukaan “Semicon Network Summit”. Beliau menekankan, seiring pesatnya perkembangan AI kecerdasan buatan (AI), persaingan di sektor semikonduktor akan semakin ketat. Namun, tidak ada satu negara pun yang bisa menghadapinya sendirian. Oleh karena itu, Taiwan akan mengambil tiga langkah konkret, yaitu membangun struktur industri yang lebih tangguh, membantu perusahaan melakukan ekspansi ke luar negeri, dan memperdalam kerja sama rantai pasok semikonduktor dengan berbagai negara, serta menciptakan jalur pendidikan yang lengkap untuk mencetak talenta AI. Dengan langkah ini, Taiwan berupaya membangun rantai pasok global semikonduktor non-Tiongkok yang tangguh, sehingga industri semikonduktor dapat terus berkembang.
SEMI (Asosiasi Industri Semikonduktor Internasional) bersama sejumlah mitranya hari ini menggelar acara “Semicon Network Summit”. Dalam kesempatan itu, Presiden Lai juga menganugerahkan “Medali Penghargaan Kontribusi Profesional dari Kementerian Ekonomi” kepada Akira Amari selaku Ketua Kehormatan Aliansi Parlemen Partai Demokrat Liberal Jepang untuk Strategi Semikonduktor, serta CEO TSMC C. C. Wei (魏哲家). Namun, C. C. Wei tidak hadir, sehingga penghargaan diterima oleh Chyn Y.P. (秦永沛)selaku Wakil Presiden Eksekutif dan Wakil Direktur Operasional Utama TSMC.
Dalam kata sambutannya, Presiden Lai mengungkapkan 3 langkah konkret yang akan diambil Taiwan. Pertama, Taiwan akan berpegang pada prinsip praktis, terbuka, dan saling percaya untuk memperdalam kerja sama dengan berbagai negara.
Kedua, Taiwan akan memperdalam kerja sama rantai pasok semikonduktor dengan negara lain. Presiden Lai mengatakan, “Selama beberapa tahun terakhir, industri semikonduktor, ICT, dan komponen elektronik Taiwan sudah banyak berinvestasi di Jepang, Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Tenggara. Dalam setahun terakhir, kami bahkan telah mendirikan Pusat Layanan Perdagangan dan Investasi Taiwan di Praha (Ceko), Fukuoka (Jepang), dan Texas (AS). Selain membantu perusahaan berekspansi ke pasar internasional, tujuan penting lainnya adalah memperdalam kerja sama rantai pasok semikonduktor Taiwan dengan negara-negara tersebut.”
Ketiga, Taiwan akan mengembangkan talenta AI. Presiden Lai menegaskan bahwa keberlanjutan industri semikonduktor bergantung pada sumber daya manusia. Oleh karena itu, "Sepuluh Program Pembangunan Baru AI Taiwan” akan mendidik satu juta talenta AI, dengan membangun jalur pelatihan yang lengkap mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tingkat tinggi.
Presiden Lai berharap, forum ini dapat menjalin lebih banyak konsensus untuk membangun rantai pasok semikonduktor yang inovatif, aman, tangguh, dan saling menguntungkan. Hal ini akan memperkuat daya saing teknologi di antara negara-negara demokrasi sehingga dapat menciptakan masa depan yang lebih beradab, serta memberikan kehidupan yang lebih sejahtera bagi umat manusia.