(Taiwan, ROC)-- Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) kemarin (10/9) menerima kunjungan perusahaan pemenang “Penghargaan Nasional Perusahaan Ramah Lingkungan ke-7” serta personel dan teknisi teladan di bidang perlindungan lingkungan tahun 2025. Ia memberikan apresiasi kepada para penerima penghargaan yang telah memanfaatkan kemampuan inovatif lintas sektor industri Taiwan dan berkontribusi dalam berbagai bidang untuk menyejahterakan masyarakat, sekaligus menjadi contoh yang baik dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Ia juga berharap agar semua pihak bersama-sama terus mendorong transformasi menuju nol emisi bersih serta digitalisasi industri.
Dalam siaran pers yang dirilis Kantor Kepresidenan, Wapres Hsiao menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk pengakuan atas jerih payah dan prestasi profesional para penerima di masa lalu, tetapi juga ungkapan terima kasih mewakili negara dan masyarakat. Ia berterima kasih karena mereka telah menggunakan profesionalisme dan rasa tanggung jawab untuk menjadikan Taiwan lebih indah dan bersih. Ia juga mengapresiasi para penerima penghargaan yang dipilih dengan cermat dari berbagai profesi. Berbekal inovasi dan keterampilan profesional, mereka telah mendedikasikan diri di bidang masing-masing untuk menyejahterakan masyarakat, sehingga menjadi teladan dalam menunjukkan tanggung jawab perusahaan.
Wapres Hsiao menyampaikan terima kasih kepada perusahaan dan individu penerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjadikan Taiwan lebih baik, serta berharap ke depan tetap dapat mengandalkan keahlian mereka. Ia menambahkan bahwa penghargaan ini mencerminkan keragaman yang luas, mencakup berbagai sektor seperti semikonduktor, industri tradisional, rumah sakit, sekolah, pertanian, jasa, dll.
Pencapaian para penerima penghargaan juga sangat beragam, mulai dari pengolahan limbah cair, daur ulang limbah, manajemen energi, pengurangan emisi karbon, hingga penemuan inovatif, yang semuanya menunjukkan daya inovasi lintas sektor industri di Taiwan.
Wapres Hsiao juga menyinggung bahwa bagi sebagian usaha kecil dan menengah, mendorong transformasi ganda menuju netral karbon dan digitalisasi industri bukanlah hal yang mudah. Pemerintah akan mendorong model “yang besar membantu yang kecil” agar semua dapat mengikuti perkembangan. Hal ini bukan hanya janji kepada dunia internasional, melainkan juga merupakan tanggung jawab bersama dan panggilan hati untuk menjaga keindahan tanah air.