(Taiwan, ROC) – Nilai ekspor Taiwan dalam sebulan untuk kali pertama melampaui Korea Selatan, hal tersebut sontak menarik perhatian besar media Negeri Ginseng. The Korea Economic Daily (KED) pada Rabu (10/9) melaporkan secara luas bahwa perkembangan ini menunjukkan perbedaan nasib antara dua kekuatan ekonomi perdagangan utama Asia: Taiwan menikmati ledakan semikonduktor yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI), sementara Korsel menghadapi tekanan berat akibat tarif dari Amerika Serikat (AS).
Pemberitaan tersebut menunjukkan, Kementerian Keuangan (MOF) Taiwan mengumumkan bahwa dorongan permintaan chip dan produk elektronik yang dipacu oleh kompetisi AI global membuat ekspor Taiwan pada Agustus meningkat 34,1% secara tahunan, mencapai rekor 58,5 dolar AS. Sebaliknya, menurut Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel menyebut bahwa ekspor Korsel pada Agustus hanya meningkat 1,3% secara tahunan menjadi 58,4 miliar dolar AS.
Sebagai tulang punggung ekonomi Taiwan, ekspor semikonduktor meningkat 37,4% secara tahunan, sedangkan komponen elektronik tumbuh 34,6%. Ekspor Taiwan ke AS melonjak 65,2% menjadi 19,6 miliar dolar AS, mencetak rekor baru. Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel memperkirakan bahwa surplus perdagangan Taiwan dengan AS tahun ini berpotensi mencapai angka 100 miliar dolar AS. Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, ekspor Taiwan ke AS bahkan sudah melampaui total ekspor tahun lalu.
Sebaliknya, akibat kebijakan tarif baru Trump, ekspor Korsel ke AS pada Agustus turun 12% menjadi 8,7 miliar dolar AS. Di antaranya, ekspor mobil turun 3,5%, ekspor suku cadang mobil turun 14,4%, dan baja yang dikenai tarif 50% anjlok 32,1%. Hingga Agustus tahun ini, ekspor Korsel ke AS menurun 4% menjadi 81,2 miliar dolar AS.
Pemberitaan tersebut menyebutkan, meskipun AS pada bulan lalu memberlakukan tarif timbal balik 20% untuk produk Taiwan, yang mana lebih tinggi dibandingkan tarif 15% untuk Korsel dan Jepang, tetapi sektor semikonduktor tetap mendapat pengecualian. Meskipun Trump menyatakan akan mengenakan tarif tinggi pada chip, rinciannya hingga saat ini masih belum jelas.
Terkait makna simbolis Taiwan yang untuk pertama kaliniya menyalip Korsel dalam ekspor bulanan, Direktur Administrasi Statistik Kementerian Keuangan Taiwan, Tsai Mei-na (蔡美娜) mengatakan, “Permintaan AI melampaui perkiraan”.
Faktanya, ekspor bulanan Taiwan sejak awal tahun ini meningkat tajam, dari 38,7 miliar dolar AS pada Januari menjadi 58,5 dolar AS pada Agustus. Ekspor ke AS melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu, mencapai angka 19,6 miliar dolar AS. Sementara ekspor ke Tiongkok naik sedikit, dari 6,6 miliar dolar AS menjadi 93 miliar dolar AS.
Para ekonom menilai bahwa momentum pertumbuhan Taiwan kemungkinan besar tidak akan cepat meredup.
“Ini pencapaian luar biasa, dan diperkirakan momentum kuat Agustus akan berlanjut hingga kuartal ketiga” kata ekonom Barclays, Son Bum-ki.
Tsai Mei-na (蔡美娜) memperkirakan ekspor Taiwan pada kuartal ketiga tumbuhb 35-37% secara tahunan, dengan bulan September saja naik sebanyak 36% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pemberitaan menyebutkan, lonjakan volume perdagangan ini semakin mengukuhkan reputasi Taiwan sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada kuartal kedua tahun ini, PDB Taiwan tumbuh 8% secara tahunan, sehingga pemerintah Taiwan menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB tahunan dari 3,1% menjadi 4,45%. Tahun depan, PDB per kapita diperkirakan akan melampaui 40.000 doalr AS, melampaui Korea Selatan dan Jepang.
Sementara itu, Korea Selatan berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan. Pada kuartal pertama tahun ini, PDB Korea menyusut 0,2%, kemudian pada kuartal kedua kembali naik menjadi 0,7%. Bank Sentral Korsel memperkirakan PDB tahunan Negeri Ginseng akan mencapai 0,9%.