(Taiwan, ROC) — Taiwan dan Inggris pada Kamis (11/9) menandatangani “MoU Program Bersama Taiwan-Inggris untuk Pengembangan Talenta Semikonduktor” di Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan melalui metode daring dan tatap muka.
MOFA pada hari ini (12/9) menyatakan bahwa sejalan dengan pedoman yang diajukan Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengenai “Inisiatif Kemitraan Rantai Pasok Semikonduktor Demokratis Global”, MoU ini menjadi sarana bagi Taiwan bersama instansi terkait di dalam negeri untuk mendorong kerja sama teknologi nyata antara Taiwan dan Inggris.
Langkah ini bertujuan membangun rantai pasok teknologi tangguh berbasis nilai, sekaligus secara aktif mewujudkan konsep “diplomasi menyeluruh”.
MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala Kantor Perwakilan Taipei di Britania Raya, Vincent Yao (姚金祥) dan Kepala Kantor Inggris di Taipei, Ruth Bradley-Jones, dengan disaksikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Wu Chih-chung (吳志中), serta Penasihat Teknologi Nasional Kementerian Inovasi dan Teknologi Inggris Dave Smith.
Wamen Wu Chih-chung (吳志中) menyebutkan, berdasarkan keunggulan komplementer Taiwan dan Inggris dalam industri semikonduktor, perkembangan ini memiliki arti penting sebagai tonggak dalam hubungan bilateral.
Vincent Yao (姚金祥) menunjukkan, setelah Taiwan dan Inggris pada bulan Juni tahun ini menandatangani tiga pilar perjanjian dalam kerangka Peningkatan Kemitraan Perdagangan (ETP), melalui MoU ini kedua belah pihak kembali mendorong momentum kerja sama yang sudah kuat. Selain itu, MoU ini juga membangun mekanisme pertukaran dan kunjungan timbal balik bagi mahasiswa di bidang semikonduktor, yang akan berkontribusi pada peningkatan ketahanan ekonomi, demokrasi, serta rantai pasok semikonduktor kedua negara.
Dave Smith mengemukakan, dunia saat ini sedang menghadapi kekurangan talenta di bidang teknologi. Dirinya menyambut baik pendalaman hubungan talenta antara Taiwan dan Inggris, serta penciptaan nilai bersama, karena Taiwan memiliki kemampuan manufaktur teknologi yang kuat, sementara Inggris unggul dalam inovasi dan penelitian. Kedua keunggulan ini saling melengkapi, sehingga kerja sama di kemudian hari dapat terus ditingkatkan pada bidang-bidang strategis seperti semikonduktor majemuk, silicon photonics, dan teknologi kuantum.
Ruth Bradley-Jones menunjukkan, program ini merupakan MoU pertama antara Taiwan dan negara Eropa dalam pengembangan talenta seikonduktor. Dirinya juga menilai inisiatif ini akan membawa manfaat bagi mahasiswa maupun industri kedua belah pihak, serta berharap Taiwna dan Inggris dapat saling bergandengan tangan, bersama-sama membangun masa depan teknologi.