Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Terinspirasi Cucu dari Indonesia yang Sempat Takut Sekolah, Nenek di Taiwan Sumbang 100 Buku

17/09/2025 14:59
Penulis & Editor: K. Cynthia J.K.
(foto: SD Ruili)
(foto: SD Ruili)

(Taiwan, ROC) -- SD Rui-li di Distrik Meishan, Chiayi, baru-baru ini menerima sumbangan seratus buku pilihan dari penginapan lokal Gao Di Tea Guesthouse”. Kepala Sekolah Zhang Gui-lin (張貴霖) menjelaskan bahwa untuk memanfaatkan sumber daya bacaan yang berharga ini, sekolah telah menyiapkan sebuah “Pojok Baca” di lorong tengah yang dibuka untuk guru, siswa, warga masyarakat, serta wisatawan yang berkunjung. Ia berharap, SD Rui-li dapat menjadi lingkungan belajar setiap orang melalui kegiatan berbagi buku bacaan.

Menurut Kepsek Zhang Gui-lin, di balik sumbangan buku dari “Gao Di Yuan”, ada kisah hangat seorang nenek yang sangat menyayangi cucunya. Pemilik “Gao Di Yuan”, Lin Shu-yuan (林淑媛), memiliki menantu asal Indonesia. Cucu sulungnya dibawa ke kampung halaman ibunya di Indonesia untuk diasuh sejak lahir, dan baru kembali ke Taiwan saat berusia 4 tahun. Hal ini membuat kemampuan bahasa Mandarinnya jauh tertinggal dibanding anak-anak seusianya. Oleh karena itu, ia sempat takut bersekolah. Namun, setelah naik kelas 3, berkat bimbingan orang tua dan gurunya, prestasinya semakin baik dan ia mulai senang bersekolah serta suka membaca.

Zhang Gui-lin menambahkan, pada ujian akhir semester lalu, cucu sulung Lin Shu-yuan berhasil memperoleh nilai Bahasa Mandarin di atas 80 untuk pertama kalinya dalam 3 tahun. Keluarganya sangat bangga. Oleh karena itu, sang nenek, Lin Shu-yuan, khusus datang ke sekolah untuk menyampaikan rasa terima kasih, sekaligus mengusulkan ide membantu sekolah mengembangkan budaya membaca. Kemudian, seluruh guru di TKK dan SD menyusun daftar buku, lalu menyeleksi seratus buku yang cocok untuk anak-anak usia 1 hingga 12 tahun.

Zhang Gui-lin menekankan, jumlah siswa di SD Rui-li hanya 16 orang di tingkat SD dan 5 anak di TKK, total hanya 21 siswa. Meskipun begitu, karena area "kota pegunungan ungu" di Ruili selalu ramai oleh wisatawan, sekolah ini berfungsi sebagai pusat kegiatan terbesar di daerah tersebut.

Guna memaksimalkan pemanfaatan buku, sekolah pun membuat "Pojok Baca" terbuka di lorong tengah yang dapat dinikmati kapan pun oleh masyarakat umum maupun wisatawan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解