(Taiwan, ROC) -- Forum Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global (Global Coorperation and Training Framework/GCTF) ke-10 bertajuk “Membangun Ketahanan Demokrasi: Peran Literasi Media dalam Melindungi Ruang Informasi” berlangsung pada tanggal 9 – 11 September 2025 di Grand Hotel Taipei.
Forum yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan bersama Institut Amerika di Taiwan (American Institute in Taiwan/AIT), kantor perwakilan Jepang, Australia, dan Kanada di Taipei beserta Radio Taiwan Internasional (Rti) mengikutsertakan 140 orang terdiri dari pejabat pemerintahan, pakar media, akademisi, perwakilan NGO dan lainnya yang datang dari 26 negara di Amerika, Eropa, dan kawasan Indo Pasifik.
Dalam kata sambutan pada pembukaan forum, Chairperson Radio Taiwan International (Rti) Cheryl Lai (賴秀如) menyampaikan, Taiwan telah menjadi negara demokrasi yang aktif bahkan terbaik dalam hal kebebasan berbicara dan kebebasan pers, tetapi bukan berarti tidak ada tantangan. Cheryl Lai mengemukakan, di bawah gelombang kecerdasan buatan (AI), di mana penyebaran berita palsu jauh lebih cepat dari waktu untuk memperbaikinya, untuk itu meningkatkan literasi media dari masyarakat sangat penting dalam upaya memberikan ketahanan terhadap berita palsu dan perang kognitif kepada masyarakat.
Cheryl Lai juga mengemukakan, Kanada yang baru bergabung dalam GCTF pada Agustus tahun lalu, ada banyak Tionghoa Perantauan yang karena mendapat informasi yang tidak benar dari Tiktok atau WeChat sehingga memengaruhi pemilu anggota parlemennya, untuk itu Kanada sanat waspada dan serius dalam menanggapi masalah ini.
Kekhasan dari forum kali ini adalah pada keikutsertaan dari generasi muda, untuk itu selain pakar dan akademisi tradisional, juga banyak media baru dan selebriti internet yang turut andil, mendalami isu-isu yang menjadi perhatian dan bagaimana berinteraksi dengan kaum muda.
Chairperson Rti, Cheryl Lai menekankan, Rti selaku media internasional Taiwan, telah mendapatkan pengakuan internasional dalam beberapa tahun terakhir dan, sebagai infrastruktur utama nasional, Rti telah berkomitmen untuk memerangi perang informasi. Selain itu, menjelang hari jadinya yang ke-100, Rti akan semakin meningkatkan tanggung jawab media public dan reputasi internasionalnya.
GCTF pertama kali didirikan oleh Taiwan dan Amerika Serikat pada tahun 2015 dengan tujuan memanfaatkan kekuatan dan keahlian unik Taiwan untuk bersama-sama menyelenggarakan program pelatihan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Dengan bergabungnya Jepang, Australia, dan Kanada sebagai mitra resmi, GCTF telah menjadi platform multilateral dan telah menyelenggarakan lebih dari 90 forum internasional dan menarik sepuluhan ribu pakar dan pejabat pemerintah dari 135 negara.