(Taiwan, ROC) -- Berdasarkan survei dari situs pencarian kerja yes123, di tengah tekanan kekurangan tenaga kerja, lulusan baru angkatan tahun ini disebut sebagai “Ninth grade” tampaknya lebih mudah mendapatkan pekerjaan, dengan rata-rata gaji bersih bulanan mencapai NT$31.768, merupakan tertinggi dalam 12 tahun terakhir.
Namun, 84% responden tetap merasa tidak puas dengan tingkat gaji tersebut, dan lebih dari 76% lulusan baru mengaku tidak bisa menabung setiap bulan. Akibatnya, mereka harus “makan tanah” di akhir bulan dan menjadi “generasi tanpa tabungan”.
=====
Untuk mengetahui kondisi pencarian kerja lulusan baru tahun ini, situs lowongan kerja yes123 belum lama ini menggelar survei bertajuk “Indeks Kesulitan Menganggur dan Kebahagiaan Memulai Kerja bagi Lulusan Baru”.
Hasil survei menunjukkan, berkat tren kekurangan kerja di berbagai sector, efisiensi pencarian kerja lulusan baru tahun ini mengalami peningkatan. Rata-rata lulusan baru masih harus mengirim sebanyak 92,6 CV untuk mendapatkan satu pekerjaan. Meski demikian, angka ini telah menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 101 lamaran, dan menjadi yang terendah dalam 9 tahun terakhir.
Tingkat penyerapan kerja lulusan baru tahun ini mencapai angka 42%, sekaligus menjadi yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir.
Pada tahun 2025, rata-rata gaji bersih bulanan lulusan baru mencapai NT$31.768, naik NT$1.548 atau 5,1% dibanding tahun lalu, dan menjadi yang tertinggi dalam 12 tahun terakhir.
Namun, angka tersebut masih belum memenuhi ekspetasi lulusan baru. Berdasarkan survei, rata-rata gaji yang diharapkan oleh mereka adalah NT$32.355, sehingga masih ada selisih sekitar NT$587 dibandingkan dengan yang benar-benar diterima.
Survei ini juga menunjukkan bahwa meskipun sudah mendapatkan pekerjaan tetap, tetapi sebanyak 76% lulusan baru tidak mampu menabung setiap bulan, sehingga masuk ke kategori “nol tabungan”, “kaum habiskan gaji bulanan”, atau “makan tanah di tanggal tua”.
Hanya sebanyak 23,6% lulusan baru yang bisa menabung, dengan rata-rata simpanan sekitar NT$5.846 per bulan. Bagi para perantau yang harus menanggung biaya hidup jauh dari kampong halaman, kondisi keuangan terasa semakin ketat.
Hal ini juga membuat sebanyak 83,8% lulusan baru yang sudah bekerja merasa tidak puas dengan gaji saat ini, yang secara langsung memengaruhi tingkat kepuasan mereka terhadap pekerjaan.
Laporan menunjukkan bahwa rata-rata “indeks kebahagiaan kerja” fresh graduate hanya 45,4 poin. Rendahnya kepuasan terhadap gaji ditambah minimnya rasa pencapaian dalam pekerjaan membuat hampir 9 dari 10 lulusan baru (88,2%) pernah terpikir untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Sementara itu, bagi para lulusan baru yang belum mendapatkan pekerjaan, situasinya kian berat di tengah tekanan inflasi.
Hasil survei menunjukkan bahwa “indeks penderitaan menganggur” lulusan baru mencapai rata-rata 80,6 poin, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu (79,2 poin) dan menjadi yang tertinggi dalam 12 tahun terakhir.
Di antara mereka, sebanyak 96,3% menghadapi tekanan ekonomi, 72,4% merasakan tekanan mental dari keluarga selama mencari kerja, bahkan 32,2% mengaku hampir “mental breakdown”.