(Taiwan, ROC) Presiden Lai Ching-te kemarin malam (23/9) menghadiri jamuan makan penyambutan untuk
Pada malam tanggal 23, Presiden Lai Ching-te menghadiri jamuan makan malam penyambutan untuk acara tahunan World Taiwanese Chambers of Commerce ke-31 dan pertemuan dewan direksi ke-3 yang digelar di Formosa Yacht Resort di distrik Anping, Kota Tainan. Presiden Lai Ching-te mengatakan, akan memprioritaskan pembangunan ekonomi, terus meningkatkan lingkungan investasi Taiwan, dan berharap tercapainya pembangunan ekonomi yang seimbang.
Dalam jamuan makan malam tersebut, Presiden Lai memuji kontribusi para pelaku bisnis Taiwan dan mengajak mereka untuk kembali berinvestasi di Taiwan.
Presiden Lai mengemukakan, masyarakat Taiwan dan mitra internasional umumnya mengakui kontribusi Partai Demokrat Progresif (DPP) dan pemerintahnya dalam memajukan demokrasi di Taiwan serta upaya perlindungan kedaulatan nasional yang paling efektif. Namun, hanya sedikit yang mengakui kinerja ekonomi DPP dan pemerintahnya, mulai dari mantan presiden Chen Shui-bian dan Tsai Ing-wen hingga Lai Ching-te, semuanya memprioritaskan pembangunan ekonomi.
Presiden Lai menyatakan, selama masa jabatan mantan Presiden Ma Ying-jeou, yang lebih condong pada kebijakan satu pasar Tiongkok, dan mendorong ekspansi ke arah barat. Meskipun terdapat kebutuhan bagi bisnis Taiwan untuk masuk ke sana, dengan target "633" yakni 6% tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan , tingkat pengangguran sebesar 3%, dan pendapatan per kapita tahunan sebesar US$30.000) tidak tercapai, dan baru pulih secara perlahan selama masa pemerintahan Tsai Ing-wen.
Saat bersamaan, Presiden Lai juga mengutip "teori sentral-pinggiran", yang menyebut, ketika Taiwan dan Tiongkok berbagi pasar tunggal tanpa batas, faktor produksi dan harga yang setara akan menciptakan daya tarik magnetis, dengan pusat berada di Tiongkok dan Taiwan di pinggiran.
Presiden Lai menyatakan bahwa selama masa jabatannya sebagai Perdana Menteri, beliau mengusulkan proyek-proyek untuk mengajak pengusaha Taiwan kembali ke Taiwan, mendorong bisnis Taiwan yang sudah mapan untuk meningkatkan investasi, dan membantu usaha kecil dan menengah berinvestasi di Taiwan. Beliau juga memperbaiki lingkungan investasi Taiwan, sehingga mengubah arah pembangunan ekonomi Taiwan. Selama 8 tahun masa jabatan Tsai Ing-wen, pasar saham naik dari lebih dari 8.000 poin menjadi lebih dari 23.000 poin, meningkat 155%.
Presiden Lai menyatakan bahwa ia berharap masa jabatan kepresidenannya akan lebih baik daripada masa pemerintahan Tsai Ing-wen, dengan pasar saham yang terus tumbuh. Ia memiliki keyakinan besar terhadap industri Taiwan. Pasar saham saat ini diperdagangkan pada lebih dari 26.000 poin, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 4,84% pada kuartal ke-4 tahun lalu, 5,48% pada kuartal pertama tahun ini, dan 8% pada kuartal kedua. Kekuatan Taiwan terbukti, melampaui Empat Macan Asia, Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, dan bahkan Tiongkok.
Presiden Lai menyatakan bahwa kapitalisasi pasar saham Taiwan saat ini melampaui US$2,7 trilyun, menjadikannya yang terbesar ke-9 di dunia. Ekspor mencapai rekor tertinggi lebih dari US$58 milyar pada bulan Agustus. Namun, Taiwan tidak memiliki pasar khusus. AS menyumbang lebih dari 20%, sementara sisanya dialokasikan ke negara-negara lain di seluruh dunia. Tingkat pengangguran Taiwan telah turun menjadi 3,3%, situasi ketenagakerjaan terbaik dalam hampir 20 tahun.
Presiden Lai menyatakan bahwa sebagai presiden, selain melindungi keamanan nasional, menegakkan demokrasi, dan memerhatikan rakyat Taiwan, Beliau akan memprioritaskan pembangunan ekonomi dan terus meningkatkan lingkungan investasi Taiwan. Selanjutnya bernegosiasi dengan AS untuk tarif timbal balik, mengamankan persyaratan terbaik, dan menurunkan tarif sementara sebesar 20%. Beliau berharap dapat melihat pengurangan lebih lanjut tanpa penambahan lebih lanjut.
Presiden Lai mengatakan bahwa perusahaan besar memiliki penjualan ekspor yang baik, tetapi usaha kecil dan menengah relatif kesulitan. Tugas utama pemerintah adalah membantu usaha kecil dan menengah. Pemerintah telah mengalokasikan NT$93 milyar untuk membantu mengurangi dampak tarif AS. Pemerintah juga mengalokasikan lebih dari NT$10 milyar setiap tahun untuk membantu meningkatkan transformasi digital dan menanggapi tantangan transformasi nol bersih. Pemerintah harus mengurus perusahaan besar, perusahaan kecil, industri teknologi dan industri tradisional, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara.