(Taiwan, ROC) --- Di tengah puing-puing dan lumpur pekat yang ditinggalkan akibat luapan Danau di Sungai Mataian di Hualien, sebuah keajaiban kecil terwujud. Xiaoyi (小沂), gadis mungil berusia 6 tahun yang sempat dinyatakan hilang, ditemukan selamat oleh tim SAR pada Rabu sore hari (24/9). Sosoknya yang kotor berbalut lumpur, duduk sendirian di atap rumah menanti pertolongan, menjadi secercah harapan di tengah duka yang melanda.
Namun, kelegaan itu tak bertahan lama. Sehari setelahnya, kabar pilu menyusul. Bibi angkat yang menjadi pahlawan penyelamat Xiaoyi, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam rumah mereka yang hancur. Pengorbanan luar biasanya untuk memastikan Xiaoyi tetap hidup harus dibayar dengan nyawanya sendiri.
Xiaoyi (小沂), gadis mungil berusia 6 tahun yang sempat dinyatakan hilang, ditemukan selamat oleh tim SAR pada Rabu sore hari (24/9) 圖:屏東縣消防局提供
Saat air bah menerjang tanpa ampun, sang bibi bersama suaminya (paman angkat Xiaoyi) berjuang mati-matian. Dengan sisa tenaga terakhir, mereka mengangkat tubuh mungil Xiaoyi ke tempat tertinggi yang bisa mereka capai, atap rumah, menjauhkannya dari arus deras yang siap menelan segalanya. Setelah memastikan keponakan mereka aman, keduanya tersapu arus dan hilang kontak.
Kisah ini berawal dari kepanikan seorang ibu yang terjebak dalam perjalanan kerja dan tak bisa menghubungi putrinya. Dengan hati cemas, ia memohon bantuan kerabat hingga akhirnya melapor ke polisi dan menyebarkan foto Xiaoyi, berharap ada yang menemukan buah hatinya.
Banjir bandang yang meluap pada Selasa kemarin (23/9), telah merenggut nyawa 14 orang dan menyebabkan 31 lainnya masih hilang. Sementara Xiaoyi kini dalam pemulihan di tempat penampungan, tim SAR masih terus berjuang menyisir reruntuhan. Harapan kini tertumpu pada pencarian paman angkatnya, yang diperkirakan masih terjebak di dalam rumah, menjadi kepingan terakhir dari kisah tragis pengorbanan keluarga ini.