(Taiwan, ROC) -- Hujan lebat dampak dari Taifun Ragasa mengakibatkan danau di sungai Mataian meluap, tidak saja mematahkan jembatan sungai Mataian melainkan juga telah menewaskan setidaknya 15 jiwa. Ditjen Perlindungan Alam dan Hutan Hualien di bawah Kementerian Pertanian hari ini (25/9) menyampaikan, pembendungan alam sungai Mataian sudah menurun 104 meter, himpunan air dari 91 juta meter kubik turun hingga 13 juta meter kubik, hanya tersisa 15% himpunan air, untuk sementara tidak akan ada bencana banjir, tetapi peringatan warna merah masih belum dicabut, disarankan masyarakat membersihkan rumah dan pekarangan tempat tinggalnya pada siang hari dan harus kembali ke tempat penampungan pada malam hari, selain itu demi keamanan, hindari berada di pinggir sungai.
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) hari ini (25/9) ketika menghadiri Cares EXPO 2025 menegaskan, perawatan jangka panjang tidak saja merupakan masalah sehari-hari, tidak kalah pentingnya juga lansia yang menjadi korban bencana tertentu. Ia yang mengunjungi kawasan terkena bencana banjir akibat Taifun Ragasa di Desa Kuangfu, Hualien, kebanyakan warga di pusat penampungan adalah lansia, bahkan juga ada yang disabilitas, hal ini memperlihatkan besarnya tantangan penuaan penduduk pedesaan. Hsiao Bi-khim mengimbau, selain perawatan jangka panjang sehari-hari, juga penting pelatihan dan pengetahuan pencegahan bencana agar dapat menjaga dan dijaga dengan baik saat bencana datang.
Dalam kata sambutan pembukaan pameran Cares EXPO 2025, Wapres Hsiao Bi-khim menyampaikan, perawatan jangka panjang adalah isu penting dari pemerintah. Sementara itu bencana meluapnya danau di sungai Mataian mengakibatkan setidaknya 15 korban jiwa yang kebanyakan adalah lansia, untuk itu Wapres menekankan, selain upaya keras Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Kementerian Dalam Negeri juga perlu untuk mempromosikan pelatihan pencegahan bencana, saat ini puluhan ribu orang yang mengikuti kelas pencegahan bencana, diharapkan dapat semakin umum di kedepannya.
Selain itu, bencana parah akibat meluapnya danau di sungai Mataian, sedangkan beberapa akhir pekan ini adalah serangkaian hari libur yaitu Hari Guru, Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional Double Ten. Apakah Hualien yang terkenal dengan banyak objek pariwisata akan kembali mendapat hantaman berat? Ditjen Pariwisata hari ini (25/9) menyampaikan, karena tidak memengaruhi jalur kereta sehingga banyak kegiatan masih dapat berlangsung, bencana kali ini mungkin lebih berpengaruh untuk kawasan pariwisata di sekitar ngarai Hualien dan Taitung.