(Taiwan, ROC) --- Bencana banjir yang melanda kawasan Guangfu, Hualien, akibat luapan danau di Sungai Mataian telah menggerakkan hati ribuan warga Taiwan. Di tengah pemandangan jalanan yang tertutup lumpur dan puing-puing, muncullah fenomena mengharukan yang kini viral dengan sebutan Pahlawan Sekop.
Mereka adalah warga biasa dari berbagai penjuru negeri yang datang dengan biaya sendiri, berbekal sekop, sepatu bot, dan semangat kemanusiaan yang membara. Tanpa diminta, mereka turun langsung ke lokasi bencana, bahu-membahu membersihkan lumpur dan membantu warga yang terdampak.
"Kereta penuh sesak dengan orang-orang, semuanya adalah sukarelawan yang membawa sekop dan berbagai alat," tulis seorang saksi mata dalam unggahan yang viral di media sosial.
"Beberapa orang bahkan rela membayar lebih untuk tiket tanpa tempat duduk, dan serempak turun di Stasiun Guangfu. Sungguh sangat mengharukan," lanjutnya
Melihat gelombang solidaritas yang luar biasa ini, Taiwan Railways Administration (TRA) tidak tinggal diam. Mereka mengumumkan penambahan 10 jadwal perjalanan kereta selama tiga hari libur untuk memfasilitasi para relawan yang ingin menuju Hualien.
"Kami menyediakan tiket pulang-pergi bagi organisasi masyarakat untuk membantu pekerjaan pemulihan setempat," ujar pihak TRA. "Selain itu, kereta dengan nomor tempat duduk di jalur Hualien-Taitung akan membuka penjualan tiket berdiri, agar semua orang dapat lancar menuju Guangfu untuk mendukung rekonstruksi!"

Di tengah pemandangan jalanan yang tertutup lumpur dan puing-puing, muncullah fenomena mengharukan yang kini viral dengan sebutan Pahlawan Sekop. Foto: TRA
Dukungan dan pujian pun mengalir deras dari warganet yang tersentuh oleh pemandangan ini.
"Orang Taiwan memang begitu baik hati. Pujian tak henti-hentinya untuk kalian, kalian luar biasa!" tulis seorang warganet.
"Penghormatan tertinggi untuk para sukarelawan yang datang membantu dari segala penjuru," timpal yang lain.
Banyak yang mengaku tak kuasa menahan haru melihat foto dan video para relawan yang beredar. "Melihat ini membuat hidung terasa perih. Dua hari ini saya menonton semua berita penyelamatan sukarela di media sosial dengan berlinang air mata," tambah netizen.
Di tengah duka akibat bencana, semangat gotong royong para "Pahlawan Sekop" ini menjadi bukti nyata bahwa persatuan dan kebaikan hati masyarakat Taiwan tidak pernah luntur. Seperti yang diungkapkan seorang warganet, "Pahlawan super tidak selamanya memakai jubah." Terkadang, mereka datang membawa sekop.